JAKARTA, CHANEL7.ID – Parade robot canggih milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Robot humanoid, robot K9, hingga robot tank yang dipamerkan sebagai simbol modernisasi institusi kepolisian justru menimbulkan perdebatan di ruang publik.
Di media sosial, banyak netizen yang menyambut inovasi ini dengan rasa penasaran, namun tak sedikit pula yang melontarkan kritik pedas. Komentar seperti “masa kecil kurang bahagia masih main robot remot” dan “mudah-mudahan robotnya gak pungli” menggambarkan skeptisisme publik terhadap efektivitas robot tersebut, Harga robot yang digunakan oleh Polri menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mempertanyakan harga fantastis robot tersebut, terutama robot anjing yang disebut-sebut mencapai Rp 3 miliar per unit. Netizen juga membandingkan harga robot Polri dengan harga robot sejenis yang dijual di pasaran, bahkan di e-commerce China, dan menemukan perbedaan harga yang signifikan.
Beberapa poin penting terkait harga robot Polri yang menjadi sorotan:
Robot Anjing: Ada informasi bahwa satu unit robot anjing Polri bisa mencapai Rp3 miliar, yang membuat banyak orang terkejut dan mempertanyakan urgensi penggunaan robot dengan harga semahal itu.
- Advertisement -
Robot Humanoid: Selain robot anjing, robot humanoid yang dipamerkan Polri juga menjadi perbincangan. Harga robot humanoid, seperti Unitree G1, dipasarkan sekitar Rp258 juta per unit, tetapi harga ini belum termasuk tambahan fitur.
Perbandingan Harga yang di perlihatkan Netizen membandingkan harga robot Polri dengan harga robot sejenis yang dijual di pasaran, termasuk di e-commerce China, dan menemukan bahwa harga robot Polri jauh lebih mahal.
Beberapa warganet juga mempertanyakan urgensi pengadaan robot di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi Polri, seperti lambatnya penanganan laporan masyarakat dan minimnya fasilitas di kantor polisi.
Respons Polri, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa kehadiran robot merupakan bagian dari strategi modernisasi Polri menuju 2045. Robot-robot tersebut dirancang untuk mendukung tugas-tugas seperti pemindaian biometrik, patroli elektronik, hingga penjinakan bom.
Polri juga menegaskan bahwa teknologi ini dikembangkan bersama anak bangsa dan akan terus disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
- Advertisement -
Pengamat kebijakan publik Fawer Sihite menyatakan bahwa inovasi seperti Robot Polri seharusnya disambut baik, namun Polri perlu membangun komunikasi yang lebih efektif agar masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya. Ia menekankan pentingnya transparansi dan dialog terbuka agar kepercayaan publik terhadap institusi hukum tidak semakin tergerus.
- Advertisement -
®Ryan

