SUMUT, CHANEL7.ID – Kantor Kepala Desa Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, resmi diresmikan pada Jumat, 28 Agustus 2026. Peresmian tersebut dirangkai dengan kegiatan Harongguan atau musyawarah bersama yang berlangsung di Balai Serbaguna Desa Bangun.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat.
Sebelum musyawarah dimulai, seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKK. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Harongguan sebagai forum musyawarah masyarakat Desa Bangun.
Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat yang hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora, S.IP., M.Si., yang mewakili Bupati Simalungun, Camat Gunung Malela Sugiharto beserta jajaran, perwakilan Polsek Gunung Malela, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat Desa Bangun dari Dusun I hingga Dusun VI, serta para kepala desa se-Kecamatan Gunung Malela.
- Advertisement -
Turut hadir perwakilan PTPN IV Bahjambi, Puskesmas Simpang Bahjambi, dan sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Kades: Kantor Desa Harus Menjadi Tempat Pelayanan Warga
Kepala Desa Bangun, Muhammad Azhar, yang akrab disapa Ajuk, mengatakan peresmian kantor desa bukan hanya seremonial atas berdirinya sebuah bangunan. Menurutnya, keberadaan kantor baru tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kantor ini milik kita semua. Kehadirannya diharapkan menjadi rumah yang nyaman, tempat warga berkonsultasi, menyampaikan aspirasi, dan dilayani dengan tulus, cepat, serta tanpa pungutan biaya tambahan,” ujar Muhammad Azhar.
Ia berharap kantor desa dapat menjadi pusat pelayanan pemerintahan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai kebutuhan administrasi.
- Advertisement -
Camat Dorong Tertib Administrasi dan Pendataan Bansos
Dalam sambutannya, Camat Gunung Malela Sugiharto menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak serta tertib administrasi pemerintahan desa.
Ia meminta para kepala desa memberikan arahan kepada perangkat desa agar administrasi terkait penerimaan pajak dapat dibuat secara tertib dan dilaporkan sesuai ketentuan.
- Advertisement -
Sugiharto juga meminta pemerintah desa melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat penerima bantuan sosial (bansos), sehingga data penerima dapat terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, ia menyampaikan rencana sosialisasi mengenai pengelolaan dan pemungutan pajak serta penguatan Badan Usaha Milik Nagori (Bumnag) di 16 desa yang berada di Kecamatan Gunung Malela.
“Keterbukaan, kerukunan, dan kerja sama adalah kunci keberhasilan pembangunan di tingkat nagori,” kata Sugiharto.
Sekda Apresiasi Semangat Kebersamaan
Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora memberikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan masyarakat Desa Bangun dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pemerintahan perlu dibarengi dengan tata kelola yang transparan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Tradisi luhur sekaligus fasilitas pelayanan yang memadai adalah dua hal yang saling melengkapi. Kami berharap transparansi dan keterbukaan informasi senantiasa dijaga, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mixnon.
Setelah pelaksanaan salat Jumat, peresmian kantor desa dilanjutkan sekitar pukul 13.26 WIB. Prosesi ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekda Kabupaten Simalungun sebagai simbol resmi beroperasinya kantor Desa Bangun yang baru.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Keamanan
Sementara itu, Aiptu Wibowo yang mewakili Kapolsek Gunung Malela mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor, salah satunya dengan menggunakan kunci tambahan atau kunci ganda.
Wibowo turut mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai salah satu upaya menjaga keamanan di tingkat desa.
Ditutup dengan Santunan Anak Yatim
Peresmian kantor Desa Bangun juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan dan bingkisan kepada sejumlah anak yatim yang diundang dalam acara tersebut.
Mixnon mengatakan kehadiran anak yatim dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kantor ini bukan sekadar bangunan, melainkan tempat melayani dengan hati, adil, dan jujur. Kehadiran anak-anak yatim mengingatkan kita untuk saling peduli dan berbagi,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama warga. Suasana kebersamaan terlihat dalam acara tersebut yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Dengan diresmikannya kantor baru tersebut, Pemerintah Desa Bangun diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
®Joko S

