KLATEN, CHANEL7.ID
Ribuan pengunjung memadati Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, pada perayaan HUT RI ke-81. Sejak pagi, lebih dari tiga ribu orang dari berbagai daerah berkumpul di kawasan wisata air itu untuk menyaksikan tradisi yang kini menjadi ciri khas setiap Agustus, taburan uang rupiah dari atas panggung yang digelar menggunakan sarana flying fox. Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai hari kemerdekaan di tempat yang selama ini dikenal sebagai tujuan rekreasi keluarga dan warga sekitar (17/08/2026)
Ketika panitia mulai menebarkan lembaran uang yang dibungkus plastik kecil, sorak sorai, tepuk tangan, dan teriakan gembira langsung menggema. Lembaran uang berhamburan di udara, memicu gelombang lari dan tawa di antara pengunjung. Momen itu bukan sekadar atraksi, bagi banyak orang, ia menjadi pengalaman kolektif yang mengikat warga dan pengunjung dalam kegembiraan bersama. Anto, salah seorang pengunjung dari Desa Cokro, mengaku senang bisa ikut berebut. “Dari uang yang saya dapat, akhirnya bisa dipakai buat mentraktir rekan-rekan makan bakso di Umbul Pelem,” ujarnya sambil tersenyum puas. Pernyataan sederhana itu menggambarkan bagaimana kebahagiaan kecil dapat menjadi bagian dari kebersamaan yang lebih besar.
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya, menjelaskan bahwa tradisi taburan uang ini telah berlangsung sejak 2020. Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk syukur dan terima kasih kepada pengunjung yang setia datang ke Umbul Pelem. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita selalu mengadakan kegiatan guna menyemarakkan Dirgahayu HUT RI. Tahun ini HUT RI ke-81, kami kembali berbagi uang lewat taburan rupiah pada pengunjung wisata di area Umbul Pelem. Kegiatan ini sekaligus sebagai rasa syukur kami kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rezeki, serta sebagai wujud terima kasih kepada para pengunjung dan pelanggan setia Umbul Pelem,” tegas Iwan. Untuk perayaan kali ini, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 juta yang ditebar ke pengunjung, serta 70 buah kaos yang dibagikan sebagai kenang-kenangan. Jumlah tersebut bersifat kondisional dan dapat bertambah sesuai dukungan dan situasi di lapangan.
Selain taburan uang, rangkaian acara HUT RI di Umbul Pelem turut dirancang untuk melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Panitia secara resmi juga mengumumkan akan menggelar lomba tarik tambang dan lomba tangkap ikan pada 21–22 Agustus 2026 mendatang. Sekitar 5 hingga 7 kwintal ikan lele akan ditebar di kolam, dan setiap ikan yang berhasil ditangkap boleh dibawa pulang tanpa dipungut biaya. Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga siapa pun dapat ikut merasakan keseruan sekaligus membawa pulang hasil tangkapan sebagai berkah sederhana dari acara tersebut.
- Advertisement -
Antusiasme pengunjung terlihat dari ragam wajah yang hadir, keluarga dengan anak-anak, pasangan muda, hingga kelompok pemuda yang datang bersama teman-teman. Bagi banyak keluarga, acara ini menjadi kesempatan berkumpul dan menikmati suasana kemerdekaan di luar rumah. Anak-anak berlarian mengejar lembaran uang, sementara orang tua menyaksikan dengan tawa dan sorak. Momen-momen seperti ini, meski sederhana, memperkuat ikatan sosial antar warga dan pengunjung yang mungkin datang dari desa atau kota berbeda.
Lebih dari sekadar hiburan, tradisi taburan uang di Umbul Pelem menyimpan makna sosial yang mendalam. Ia menjadi simbol berbagi rezeki dan rasa syukur, sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antar warga. Lomba-lomba tradisional yang menyertai perayaan menegaskan kembali nilai gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas komunitas setempat. Di tengah hiruk-pikuk modernitas, tradisi lokal seperti ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan kearifan lokal masih mampu menghadirkan ruang publik yang hangat dan inklusif.
Pengelola dan pemerintah desa berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas lokal yang memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan pengunjung tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberi peluang bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi untuk berjualan makanan, minuman, dan oleh-oleh. Dampak ekonomi mikro ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa kegiatan seperti taburan uang dan lomba tradisional perlu dipertahankan.
Menutup rangkaian perayaan, Kepala Desa Wunut Iwan Sulistya kembali menegaskan harapannya. “Kami berharap dari kegiatan ini jalinan persaudaraan antara pengelola, pengunjung, dan pelanggan bisa terus terbangun. Utamanya, ini adalah wujud syukur kita kepada Allah dalam berbagi. Semoga bisa bermanfaat bagi semuanya,” ujarnya. Harapan itu mencerminkan niat tulus penyelenggara untuk menjadikan perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat kebersamaan.
Perayaan HUT RI ke-81 di Umbul Pelem Wunut membuktikan bahwa kebahagiaan sederhana, ketika dibagi bersama, mampu menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Tradisi lokal yang menggabungkan unsur hiburan, syukur, dan gotong royong ini mengajarkan bahwa berbagi bukan hanya soal materi, melainkan tentang menumbuhkan rasa persaudaraan yang akan diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga semangat itu terus hidup, menginspirasi komunitas lain untuk merayakan kebersamaan dengan cara yang hangat dan bermakna.
- Advertisement -
@ Pitut Saputra

