CIREBON, CHANEL7.ID – Jeritan warga RW 008 Perumahan Kota Baru Keandra (KBK), Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, kian nyaring terdengar.
Pasca diterjang banjir bandang dan tanah longsor, warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk segera turun tangan melakukan penanganan darurat.
Bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi dari wilayah perbukitan tersebut mengakibatkan kerusakan fatal. Sedikitnya 10 unit rumah warga mengalami retak-retak dan amblas, sementara dua rumah lainnya dilaporkan roboh total akibat tergerus longsoran tebing sungai.
Ketua RT 001 RW 008 Cluster Cordelia, Irma, mengungkapkan bahwa fenomena ini bukanlah yang pertama, namun kali ini adalah yang terparah. Arus air dari arah bukit perbatasan Desa Sidawangi dan Desa Sindangjawa meluap tak terkendali hingga menghancurkan akses jalan utama warga.
- Advertisement -
“Tebing sungai tidak mampu menahan arus hingga air masuk ke rumah-rumah. Jalan utama sebagai akses keluar masuk warga pun hancur,” keluh Irma pada Selasa, 17 Februari 2026.
Senada dengan Irma, Ketua RT 004 Cluster Drosia, Iqbal, bersama tokoh masyarakat setempat, Calita dan Yusuf, menegaskan bahwa warga membutuhkan solusi permanen, bukan sekadar janji. Mereka menuntut penguatan tebing sungai dengan pemasangan bronjong serta sistem terasering di lereng tebing untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.
“Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir longsor susulan akan mengancam rumah lainnya. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” tegas Calita.
Kekecewaan warga kian memuncak terhadap pihak pengembang perumahan. Meski pertemuan pertama telah dilakukan, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata maupun jawaban pasti atas tuntutan warga. Pihak pengembang dinilai lamban dan hanya memberikan janji manis di tengah situasi darurat.
Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun hunian sementara yang ditawarkan pengembang, meski rasa tidak percaya terhadap komitmen pengembang kian menebal.
- Advertisement -
Selain mendesak Bupati Cirebon dan dinas teknis, warga juga menaruh harapan besar kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat koordinasi lintas instansi agar perbaikan infrastruktur di RW 008 KBK menjadi prioritas utama.
Warga kini hanya bisa berharap langkah konkret segera diambil sebelum hujan besar kembali turun dan menyapu sisa-sisa hunian yang mereka miliki.
Keamanan dan kelayakan huni menjadi harga mati yang kini tengah mereka perjuangkan di tengah puing-puing longsor.
- Advertisement -
®Mu’min

