SUMUT, CHANEL7.ID – Bertepatan di Huta 1 nagori marihat butar kecamatan bosar maligas kabupaten simalungun, Sumatera Utara, Dari pantauan awak media Chanel7.id Sabtu 14 januari 2024 pukul 07:30 WIB di lokasi, carut marut pedagang meletakan dagangannya, di berbagai tempat ada di teras kediaman masyarakat Setempat, ada yang di bawah pohon rambutan, ada juga yang di badan jalan, sehingga membuat jalan umum menjadi macet, dan menggangu masyarakat yang lain untuk melintas.
Dari keterangan beberapa warga dan pedagang setempat yang mengatakan, ada beberapa pedagang yang di mintai uang oleh seseorang yang tidak diketahui kapasitas nya sebagai apa di tempat itu, dia meminta uang sebesar 10 juta, namun ketika di tanya oleh pedagang, “uang apa bang ? “ini program desa katanya kalau mau jelas ke desa aja. kata oknum yang meminta uang kepada para pedagang,
Menurut keterangan warga, orang tersebut bukan perangkat desa setempat ataupun karang taruna, beberapa pedagang juga mengatakan, padahal kami berdagang tidak menggunakan fasilitas desa kami, tapi kami engga boleh jualan di lapangan Voli. kami kan cari tempat sendiri, “kata pedagang.
Saat Dikonfirmasi Oleh Chanel7.id, Menurut keterangan perangkat dan aparat desa yang enggan disebutkan namanya, “inikan jadi beban kami bang, kami lah yg harus membersihkan dengan dalih gotong royong, sebenar nya kami engga enak sama masyarakat kami yang berjualan di sini, tapi ya gimana bang udah perintah pangulu ya harus di kerjakan walau melawan hati nurani, Ucapnya
- Advertisement -
Lanjutnya “kami hanya mohon kepada bupati, kadis lingkungan hidup kabupaten simalungun segera turun ke lokasi melakukan evaluasi tentang taman itu, yang di buat tanpa perencanaan dan tata rung sehingga hasil nya terkesan kumuh, dan terkesan hanya memperkaya CV Naulita, dengan anggaran yang sangat fantastis, dananya sekitar seratus sembilan puluh lapan juta lima ratus tujuh pulu sembilan ribu, (Rp.198 579 000 00) namun tidak pernah ada perawatan taman.”jelasnya
- Advertisement -
®Sofian

