KLATEN, CHANEL7.ID –
Paguyuban River Tubing Kali Pusur menggelar aksi bersih-bersih sungai sepanjang aliran Kali Pusur sebagai wujud tanggung jawab kolektif menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan pariwisata setempat. Dipimpin langsung oleh Prakoso, ketua paguyuban sekaligus pengelola objek wisata New River Moon, kegiatan yang dimulai pagi hari dengan titik kumpul di area Grojogan Joglo Latar Tjokro ini melibatkan puluhan relawan dari berbagai operator wahana river tubing. Setiap operator mengirimkan minimal lima delegasi sehingga total peserta mencapai lebih dari empat puluh orang. Aksi ini bukan sekadar pembersihan fisik, melainkan juga upaya edukasi dan pendataan untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang (28/05/2026).
Rute penyisiran dilaksanakan secara sistematis, dengan pembagian tim yang fokus pada titik-titik rawan pencemaran dan lokasi pembuangan sampah organik maupun non-organik. Para relawan menyusuri bantaran, menyingkap sampah yang tersangkut di vegetasi, mengumpulkan botol plastik, kantong kresek, dan material non-organik lain, serta mendata setiap temuan untuk menjadi bahan evaluasi. Selain itu, tim juga berinteraksi langsung dengan warga di sepanjang sungai, memberikan panduan pembuangan limbah yang benar, informasi titik pembuangan sampah terdekat, dan ajakan untuk melaporkan praktik pembuangan sampah ilegal.
Dalam penyisiran dari Joglo Latar Tjokro hingga Watu Kapu, tim menemukan sekitar dua puluh sak berisi sisa pembersihan hewan qurban yang dibuang ke sungai. Praktik pembersihan daging qurban di badan sungai masih kerap terjadi meskipun telah ada himbauan dan larangan dari berbagai pihak. Menyikapi temuan tersebut, tim segera melakukan penanganan darurat dengan membuat kubangan khusus untuk menampung dan mengubur sisa-sisa organik secara tertutup, lalu membersihkan kembali lokasi agar tidak mencemari aliran air. Langkah ini dipilih sebagai solusi sementara untuk mencegah penyebaran bau dan kontaminasi, sambil menunggu upaya edukasi dan penegakan aturan yang lebih menyeluruh.
Prakoso menegaskan dengan tegas bahwa kebersihan sungai bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama seluruh warga bantaran sungai, pelaku usaha pariwisata, dan pemerintah setempat. “Kebersihan Kali Pusur adalah tanggung jawab bersama, jika kita abai, bukan hanya lingkungan yang rugi tetapi juga ekonomi lokal yang bergantung pada pariwisata,” tegas Prakoso.
- Advertisement -
Pernyataan ini menjadi titik fokus aksi karena menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dimotori oleh komunitas lokal yang merasakan langsung manfaat dan dampak dari kondisi sungai. Dengan menempatkan tanggung jawab pada seluruh pemangku kepentingan, Prakoso mendorong langkah kolektif yang meliputi pencegahan, penegakan aturan, dan penyediaan fasilitas pembuangan limbah yang memadai.
Aksi bersih-bersih ini dimanfaatkan sebagai momen edukasi yang intensif. Panitia mencatat temuan dan lokasi pembuangan, lalu menyusun rekomendasi teknis untuk pencegahan. Relawan memberikan penjelasan kepada warga tentang dampak pencemaran terhadap kualitas air dan kesehatan, serta manfaat jangka panjang dari sungai yang bersih bagi perkembangan pariwisata. Pendekatan persuasif dipilih agar perubahan perilaku muncul dari pemahaman, bukan sekadar takut pada sanksi. Informasi praktis seperti cara membungkus dan mengelola limbah qurban, jadwal pengangkutan sampah, dan lokasi TPS terdekat disosialisasikan agar warga memiliki alternatif yang aman dan mudah.
Kerja sama lintas pihak menjadi kunci agar hasil aksi tidak berhenti pada pembersihan sementara. Panitia bekerja sama dengan petugas kebersihan desa untuk memastikan sampah yang terkumpul dapat diangkut dan dikelola sesuai prosedur. Selain itu, paguyuban mendorong koordinasi lebih intensif dengan aparat desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk menegakkan aturan serta menyediakan fasilitas pembuangan limbah yang memadai.
Rencana jangka panjang mencakup penempatan titik pembuangan limbah qurban yang terkontrol, peningkatan frekuensi pengangkutan sampah saat momen besar seperti Idul Adha, serta kampanye berkelanjutan tentang pengelolaan sampah organik dan non-organik. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, minimal setiap musim tertentu atau menjelang dan sesudah momen-momen besar yang berpotensi meningkatkan pembuangan limbah. Konsistensi menjadi kata kunci pembersihan berkala, pendataan yang sistematis, dan edukasi berkelanjutan akan membentuk kebiasaan baru di masyarakat.
Kebersihan sungai adalah investasi jangka panjang. Bila pariwisata di sepanjang Kali Pusur berkembang, maka bukan hanya pelaku usaha wisata yang diuntungkan, tetapi seluruh masyarakat sekitar akan merasakan dampak ekonomi positif melalui peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan perbaikan infrastruktur. Menjaga sungai berarti menjaga masa depan bersama, kualitas hidup yang lebih baik, lingkungan yang sehat, dan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
- Advertisement -
Dengan semangat gotong royong, Paguyuban River Tubing Kali Pusur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sungai, menghormati aturan pembuangan limbah, dan menjadikan Kali Pusur sebagai sumber kehidupan yang lestari. Aksi kolektif hari ini diharapkan bisa menjadi titik awal memantik perubahan yang berkelanjutan, di mana setiap warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas masa depan Kali Pusur.
@ Pitut Saputra

