KLATEN, CHANEL7.ID
Dam Kali Pleret di Kuncen, Delanggu, Klaten yang merupakan bangunan peninggalan era kolonial dahulu, kini kembali menjadi fokus perhatian setelah Paguyuban Relawan Bersih Sungai Kali Pleret kembali menggelar serangkaian kegiatan yang menggabungkan aksi lingkungan dengan rekreasi sederhana, melalui program Silaturahmi Mancing Mania. Inisiatif ini bukan sekadar ajang memancing, ia merupakan upaya kolektif untuk mengembalikan fungsi Dam Kali Pleret sebagai ruang publik yang bersih, aman, dan bermanfaat bagi warga sekitar (03/10/2026).
Kondisi Dam Kali Pleret beberapa tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi akibat penumpukan sampah, sedimentasi, dan minimnya perawatan. Dampaknya terasa pada kualitas air, habitat biota sungai, dan kenyamanan warga yang semestinya dapat memanfaatkan lokasi tersebut sebagai ruang irigasi sekaligus rekreasi. Menyikapi hal tersebut, Paguyuban Relawan Bersih Sungai Kali Pleret Delanggu mengambil langkah pragmatis, menggabungkan kegiatan pembersihan berkala dengan agenda memancing bersama untuk menarik partisipasi publik dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.
Silaturahmi Mancing Mania dirancang sebagai pertemuan yang memadukan dua tujuan utama, yakni mempererat jaringan relawan dan warga, serta menjadikan Dam Kali Pleret sebagai lokasi rekreasi yang terawat. Kegiatan ini meliputi pembersihan tepi dan dasar Dam Kali Pleret, penataan spot pemancingan, pemasangan fasilitas sederhana seperti tempat sampah dan papan informasi, serta sesi sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Selain itu, acara ini menjadi forum koordinasi antar lintas pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga pelaku usaha lokal, untuk menyusun langkah-langkah berkelanjutan dalam pengelolaan Dam Kali Pleret.
Salah satu kekuatan inisiatif ini adalah keterlibatan lintas pihak. Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, berbagai pihak telah mencapai kesepakatan untuk bergerak bersama. Pemerintah desa diharapkan bisa memberikan dukungan administratif dan fasilitas dasar, sementara warga aktif berpartisipasi dalam kerja bakti dan pengelolaan lokasi. Pelaku usaha lokal seiring berjalannya waktu bisa melihat peluang ekonomi mikro, seperti penjualan makanan ringan dan penyewaan peralatan memancing, yang dapat tumbuh seiring meningkatnya kunjungan ke Dam Kali Pleret. Sinergi ini menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan program.
- Advertisement -
Rencana jangka menengah yang disusun paguyuban cukup realistis. Pertama, pembersihan dam akan dilakukan secara rutin beberapa kali dalam satu tahun. Kedua, spot pemancingan akan ditata agar aman dan nyaman, termasuk penempatan papan informasi, tempat sampah, dan jalur akses yang lebih baik. Ketiga, kegiatan memancing akan dijadikan agenda rutin yang juga berfungsi sebagai momen sosialisasi program pelestarian sungai, pelatihan pengelolaan sampah, dan edukasi lingkungan bagi komunitas. Dengan jadwal yang konsisten, diharapkan kebiasaan merawat lingkungan dapat tertanam di kalangan warga.
Manfaat yang diharapkan bersifat ganda. Dari sisi lingkungan, pembersihan berkala dan pengelolaan sampah akan meningkatkan kualitas air dan habitat biota sungai. Dari sisi sosial-ekonomi, dam yang terawat dapat menjadi ruang rekreasi murah meriah bagi keluarga, sekaligus membuka peluang usaha kecil bagi warga setempat. Lebih penting lagi, kegiatan bersama ini menumbuhkan kebiasaan kolektif untuk merawat lingkungan, sebuah modal sosial yang krusial untuk keberlanjutan.
Dalam pernyataannya Marjoko Ketua Panitia Kegiatan menegaskan
“Ini merupakan pertemuan silaturahmi para relawan Bersih Sungai yang sudah berlangsung beberapa kali dalam tahun ini. Adapun maksud dari silaturahmi ini adalah guna mencari upaya dan terobosan terbaik untuk memanfaatkan dan menghidupkan kembali Dam Kali Pleret sebagai salah satu wahana rekreasi warga dan komunitas.” tegasnya.
Tentunya tantangan tetap ada, pengelolaan sampah yang efektif memerlukan fasilitas memadai dan komitmen jangka panjang, seperti tempat pembuangan sementara dan akses pengangkutan sampah. Perubahan perilaku masyarakat terhadap pembuangan sampah juga memerlukan edukasi berkelanjutan dan contoh nyata dari tokoh lokal. Pendanaan untuk perawatan dan fasilitas menjadi isu yang harus diatasi melalui sinergi antara komunitas, pemerintah, dan potensi sponsor lokal.
Mbah Bege salah seorang relawan senior turut memberikan beberapa gambaran upaya agar kegiatan bisa intens berlangsung, salah satunya untuk mengatasi tantangan tersebut, “Paguyuban bisa merancang strategi partisipatif, yang melibatkan sekolah-sekolah setempat dalam program edukasi lingkungan, menggandeng UMKM untuk menyediakan layanan di lokasi, serta mengajukan proposal sederhana kepada pemerintah desa maupun sponsor untuk dukungan fasilitas dasar. Kegiatan memancing rutin ini akan menjadi alat komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan secara santai dan mudah diterima, sehingga edukasi tidak terasa menggurui.” paparnya.
- Advertisement -
Pada akhirnya keberhasilan inisiatif ini tentu sangat bergantung pada konsistensi dan kemampuan membangun jaringan. Jika pembersihan dan agenda rekreasi dapat dipertahankan, Dam Kali Pleret berpotensi menjadi contoh pengelolaan ruang publik berbasis komunitas yang dapat direplikasi di lokasi lain. Proyek kecil ini menyiratkan pesan besar, perubahan lingkungan yang berarti seringkali dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama.
Upaya menghidupkan kembali Dam Kali Pleret bukan hanya soal mempercantik sebuah lokasi, melainkan tentang membangun kembali hubungan antara warga dan lingkungan mereka. Ketika masyarakat merasa memiliki, mereka akan lebih giat merawat. Silaturahmi Mancing Mania adalah wujud nyata dari semangat itu, gabungan antara kerja bakti, rekreasi, dan solidaritas sosial yang memberi harapan baru bagi Dam Kali Pleret dan komunitas serta warga di sekitarnya.
@ Pitut Saputra

