SUMEDANG, CHANEL7.ID – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana kemerdekaan terasa begitu kental di jalur legendaris Cadas Pangeran, Sumedang. Di lokasi yang menyimpan jejak sejarah perjuangan rakyat, ribuan warga bersama jajaran Polres Sumedang, TNI Kodim 0610, Pemerintah Kabupaten Sumedang, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat membentangkan bendera merah putih raksasa sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (15/8/2025) ini diawali dengan berjalan kaki sejauh 1 kilometer sambil membentangkan bendera merah putih berukuran panjang 1.000 meter dan lebar 1 meter. Sepanjang rute, para peserta melantunkan lagu-lagu perjuangan seperti “Indonesia Raya” dan “Hari Merdeka” dengan penuh semangat, memadukan rasa khidmat dan kebanggaan nasional.
Cadas Pangeran: Saksi Sejarah yang Hidup, Cadas Pangeran bukan sekadar jalur penghubung Sumedang–Bandung. Kawasan ini menyimpan kisah heroik rakyat Sumedang di bawah pimpinan Pangeran Kornel yang menolak tunduk pada kebijakan kolonial Hindia Belanda di abad ke-19. Setiap tebingnya menjadi saksi bisu kegigihan masyarakat mempertahankan harga diri dan kedaulatan.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menegaskan, dipilihnya Cadas Pangeran sebagai lokasi pembentangan bendera bukanlah tanpa alasan. “Ini bukan sekadar rangkaian acara peringatan kemerdekaan, tetapi sebuah pengingat bagi seluruh masyarakat akan besarnya jasa para pahlawan, khususnya pejuang-pejuang asal Sumedang, yang telah berkorban demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.
- Advertisement -
Makna yang Melekat di Setiap Helai Merah Putih, Bendera merah putih yang membentang sejauh mata memandang menjadi simbol persatuan, keberanian, dan pengorbanan. Warna merah yang melambangkan keberanian berpadu dengan putih yang bermakna kesucian hati rakyat Indonesia. Di tengah tantangan zaman modern, momen ini mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar sejarah sekaligus terus berkontribusi membangun negeri.
“Momentum ini adalah simbol persatuan, kebanggaan, dan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan. Kami ingin mengajak generasi penerus untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik bagi bangsa,” pungkas AKBP Sandityo.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama di kaki tebing Cadas Pangeran, memohon kekuatan untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan yang sama seperti para pahlawan dahulu. Di wajah para peserta, tersirat rasa bangga sekaligus tekad untuk terus mengibarkan merah putih, bukan hanya di langit, tetapi juga di hati.
- Advertisement -
®Opik

