KLATEN,CHANEL7.ID – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Klaten tahun ini menghadirkan nuansa berbeda yang memadukan tradisi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan. Di halaman Pendopo Pemkab Klaten, ratusan warga menyaksikan lomba peragaan busana berbahan kain perca berpadu motif lurik khas Jawa yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati hari Kartini dan jasa emansipasi perempuan. Acara yang berlangsung meriah itu menampilkan 60 peserta dari berbagai organisasi wanita dan perwakilan desa binaan, menegaskan bahwa kreativitas lokal mampu tampil dengan kelas yang semakin tinggi (20/04/2026).
Kain perca, yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa bahan, namun kali ini menjadi sumber inspirasi. Potongan-potongan kain yang disusun dengan cermat menghasilkan busana bernilai seni tinggi, estetika yang kuat, dan fungsi yang layak dipasarkan. Sentuhan motif lurik menambah identitas lokal sehingga setiap rancangan tidak hanya indah dipandang tetapi juga sarat makna budaya. Penonton tampak antusias menyaksikan model-model melenggang di atas panggung, sementara juri menilai dari aspek kreativitas, teknik pengolahan, kesesuaian motif, dan nilai komersial.
Ketua TP PKK Kabupaten Klaten sekaligus ketua dewan juri, Fahrani Hamenang, menyatakan kekagumannya terhadap kualitas karya peserta. Menurutnya, tampilan busana kali ini menunjukkan peningkatan signifikan. “Ini luar biasa, baju-bajunya bagus, ini kelasnya bukan Kabupaten lagi tetapi sudah seperti tingkat nasional,” ujarnya. Fahrani memberi apresiasi khusus kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan desa-desa binaan yang aktif berpartisipasi, sehingga ragam desain dan teknik pengolahan perca semakin beragam dan inovatif.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissosp3appkb) Kabupaten Klaten, Enggar Puspo Hastuti, menegaskan bahwa lomba ini memiliki tujuan ganda, menumbuhkan semangat kreativitas perempuan sekaligus mengubah paradigma terhadap limbah tekstil. “Kami ingin menunjukkan bahwa limbah kain perca dapat diolah menjadi produk bernilai guna, membuka peluang ekonomi, dan mendorong inovasi busana yang ramah lingkungan,” kata Puspo. Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Kartini di Klaten dirancang tidak hanya sekadar seremonial, melainkan berorientasi pada kesehatan, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
- Advertisement -
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak beberapa hari lalu dengan acara pembuka senam sehat massal tersebut menjadi bukti pendekatan holistik penyelenggara. Senam massal yang digelar di halaman Pemkab tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga simbol kebersamaan dan promosi gaya hidup sehat bagi perempuan dan keluarga. Puspo menjelaskan bahwa “Kegiatan lanjutan termasuk fashion show hari ini serta sesi peningkatan kapasitas public speaking yang dijadwalkan besok, bertujuan guna memperkuat kemampuan perempuan tampil di ruang publik dan meningkatkan rasa percaya diri organisasi perempuan.” ujarnya.
lebih lanjut dipaparkan “Peserta fashion show hari ini berasal dari berbagai organisasi wanita, antara lain TP PKK Kabupaten Klaten, Dharma Wanita Persatuan, Gayatri Wara, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Adhyaksa Dharmakarini, serta perwakilan dari 48 desa binaan.” ujarnya.
Keberagaman peserta ini memperkaya tampilan dan turut menunjukkan jaringan pemberdayaan perempuan yang kuat di tingkat kabupaten. Banyak peserta yang mengaku bangga dapat memadukan nilai tradisi dan inovasi dalam karya mereka, beberapa berharap hasil karya dapat menembus pasar provinsi bahkan nasional.
Penjurian berjalan ketat dengan kriteria yang jelas, kreativitas desain, teknik penyusunan perca, keselarasan motif lurik, serta nilai estetika dan fungsionalitas busana. Pada akhir acara, panitia mengumumkan pemenang :
Juara I diraih oleh Vida Salsabila (No. 49), Juara II Fasikah (No. 18), dan Juara III Dessy Aprillianti (No. 12). Selain itu, panitia memberikan penghargaan harapan kepada Ny. Eka W Sigid (Harapan I, No. 52), Eny (Harapan II, No. 39), dan Salshabilla Arilla (Harapan III, No. 37). Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi peserta lain untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha berbasis kain perca.
- Advertisement -
Dampak ekonomi dari kegiatan ini mulai terlihat. Beberapa pengunjung membeli produk yang dipamerkan, sementara panitia berencana mendokumentasikan seluruh karya untuk keperluan promosi dan bahan pelatihan. Dokumentasi tersebut diharapkan memudahkan replikasi model usaha di desa-desa lain serta membuka akses ke pasar yang lebih luas melalui pameran dan platform digital. Puspo menekankan perlunya dukungan berkelanjutan berupa pelatihan keterampilan, akses permodalan, dan fasilitasi pemasaran agar usaha kreatif perempuan dapat tumbuh menjadi sumber penghasilan yang stabil.
Beberapa tokoh masyarakat dari desa binaan yang hadir menyatakan kesiapan mendukung program lanjutan. Mereka berharap generasi muda tertarik mempelajari teknik menjahit dan desain sehingga keberlanjutan usaha dapat terjaga. Wakil ketua GOW menilai pertukaran pengalaman antar organisasi dan desa binaan menjadi kunci percepatan adopsi teknik baru serta perluasan pasar produk kreatif berbasis perca.
Penyelenggara menutup acara dengan komitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program, sehingga peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis tetapi juga wadah nyata pemberdayaan perempuan di Kabupaten Klaten. Dengan kreativitas yang terus diasah dan dukungan terpadu, kain perca dan lurik bukan lagi sekadar bahan, melainkan peluang ekonomi dan kebanggaan budaya yang memancarkan kilau baru bagi perempuan Klaten.
- Advertisement -
( Pitut Saputra )

