Jabar, Chanel7.id — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, membantah tudingan yang menyebut dirinya mendanai Roy Suryo dan pihak lain dalam polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menegaskan informasi yang beredar di berbagai platform digital tersebut tidak benar.
Dari beberapa informasi yang dihimpun Dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Ahad (5/4), Jusuf Kalla menyatakan tidak pernah memberikan dana, termasuk klaim sebesar Rp5 miliar sebagaimana yang beredar. “Saya pastikan itu tidak benar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Jusuf Kalla menyampaikan rencananya untuk melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan itu, menurutnya, akan diajukan melalui kuasa hukum pada Senin (6/4).
Jusuf Kalla juga menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam polemik ijazah Presiden Joko Widodo, termasuk dengan pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut, seperti Rismon Sianipar. Ia menjelaskan bahwa pertemuan yang sempat berlangsung di kediamannya pada bulan Ramadan lalu merupakan diskusi terbuka bersama sejumlah akademisi dan profesional.
- Advertisement -
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan memberikan masukan terkait kondisi bangsa dan tidak berkaitan dengan isu ijazah. Ia menambahkan bahwa hasil diskusi tersebut ditujukan sebagai saran kebijakan kepada Presiden saat ini, Prabowo Subianto.
Sementara itu, kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, menyatakan bahwa laporan yang akan diajukan berpotensi terkait dugaan pencemaran nama baik. Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas tudingan yang dinilai merugikan kliennya.
“Pak JK sebenarnya tidak ingin memperpanjang hal-hal seperti ini, namun karena sudah menjadi perhatian publik, maka perlu disikapi secara serius,” ujar Abdul.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang menyebarkan tudingan tersebut.
- Advertisement -
®Yusef Ferry S

