SUMUT, CHANEL7.ID – Warga Desa Bangun 17, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lahan perkebunan kelapa sawit yang akan dijadikan lokasi tempat pemakaman umum (TPU), Sabtu (4/4/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai dusun di Desa Bangun. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya manajemen PTPN IV Regional II Kebun Bahjambi, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan relawan.
Manajer Kebun Bahjambi, Budi Darmawan, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme warga mencerminkan semangat kebersamaan lintas kelompok.
“Kami merasa bangga melihat masyarakat yang kompak, baik dari kalangan Muslim maupun Kristiani, bersama-sama bergotong royong mempersiapkan lahan ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
- Advertisement -
Senada dengan itu, Manajer Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Ari Gunawan juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat dalam penyediaan fasilitas pemakaman yang layak.
Menurut Budi, rencana pembangunan TPU ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pemakaman bagi berbagai pemeluk agama di Desa Bangun. “Harapannya, tempat ini bisa dimanfaatkan bersama oleh masyarakat dari berbagai agama yang ada di desa ini,” katanya.
Kepala Desa Bangun, Muhammad Azhar, mengatakan bahwa keberadaan TPU tersebut direncanakan menjadi fasilitas bersama bagi warga. Ia menekankan pentingnya nilai persatuan dalam pembangunan fasilitas tersebut.
“Di Desa Bangun terdapat beberapa agama, dan melalui rencana ini kami ingin menunjukkan bahwa seluruh warga adalah satu kesatuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan relawan yang juga staf dari anggota DPR RI, Talib Khan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penyediaan tempat pemakaman yang layak bagi generasi saat ini dan mendatang.
- Advertisement -
Ia juga menyampaikan bahwa anggota DPR RI, Hinca Panjaitan, yang sebelumnya direncanakan hadir, berhalangan karena agenda lain di Jakarta. Namun demikian, menurutnya, yang bersangkutan tetap memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.
Sementara itu, salah satu tokoh agama setempat menyampaikan harapannya agar pembangunan TPU ini dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi simbol kebersamaan antarumat beragama.
Selain kegiatan gotong royong, acara juga diisi dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol peresmian awal rencana pembangunan TPU.
- Advertisement -
Pemerintah desa menyebutkan bahwa proses selanjutnya akan melibatkan perencanaan teknis, termasuk penataan lokasi dan akses jalan menuju area pemakaman.
Dengan adanya inisiatif ini, masyarakat berharap TPU yang direncanakan dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Desa Bangun.
®Joko S

