JAWA TENGAH, CHANEL7.ID –
GERTAK Semarang menyatakan kesiapan penuh untuk bergabung dalam aksi nasional FDTOI (Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia) bertajuk Hari Kebangkitan Transportasi Online Indonesia. Aksi ini merupakan bagian dari seruan Gerakan Tolak Aplikator Kapitalis (GERTAK) dan aliansi driver online Jawa Tengah yang menuntut perubahan kebijakan tarif, regulasi, dan perlindungan hukum bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi (19/05/2026).
Pernyataan Koordinator Aksi
Koordinator aksi, Cak Thomas, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar protes sesaat, melainkan upaya kolektif untuk menegakkan keadilan ekonomi bagi pengemudi. Cak Thomas menegaskan dengan suara tegas bahwa solidaritas adalah kunci keberhasilan aksi. Ia menegaskan
“Jika kita tidak berjuang bersama, siapa lagi yang akan memperjuangkan nasib kita. Satu hari off bid tidak akan membuat keluarga kita kelaparan, tetapi diam berarti menerima ketidakadilan.” jelasnya.
Lebih jauh, Cak Thomas menekankan bahwa tuntutan yang diusung bersifat mendesak dan beralasan. Menurutnya, model bisnis aplikator saat ini menempatkan pengemudi pada posisi rentan, potongan komisi yang tinggi, ketidakjelasan mekanisme tarif, dan minimnya perlindungan hukum. “Kami menuntut tarif yang adil, regulasi yang melindungi, dan undang-undang yang memberi kepastian bagi pekerja platform,” tegasnya.
- Advertisement -
Tuntutan Utama Aksi
Aksi yang dijadwalkan pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang, akan dimulai pada pukul 08.00 hingga selesai ini mengusung tuntutan nasional dan daerah. Tuntutan nasional meliputi:
– Kenaikan tarif layanan untuk penumpang roda dua agar pendapatan pengemudi seimbang dengan biaya operasional.
– Hadirnya regulasi untuk layanan makanan dan barang sehingga hak dan kewajiban jelas antara aplikator, pengemudi, dan konsumen.
– Ketentuan tarif bersih untuk layanan roda empat agar potongan aplikator tidak merugikan pengemudi.
– Percepatan pembahasan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia sebagai payung hukum yang melindungi semua pihak.
Tuntutan daerah menyoroti isu lokal seperti penghapusan opsen pajak yang dianggap membebani pengemudi tanpa kompensasi.
Rencana Aksi dan Logistik
- Advertisement -
Titik kumpul dan rute aksi telah ditetapkan untuk memaksimalkan visibilitas yakni sedari pagi pukul 08.00 Wib dari Wonderia massa aksi akan menuju ke – Dr. Soetomo – Pandanaran – Simpang Lima – dan berakhir di Kantor Gubernur. Peserta diminta mengenakan jaket aplikator masing-masing sebagai dress code untuk menegaskan identitas kolektif. Koordinator lapangan akan mengatur jalannya aksi agar tetap tertib dan aman.
Cak Thomas mengimbau peserta untuk menjaga ketertiban dan keselamatan, “Aksi ini harus damai dan terorganisir. Kita tunjukkan bahwa pengemudi bisa bersuara tanpa mengganggu keselamatan publik.” ujarnya.
Pesan untuk Publik dan Pemerintah
- Advertisement -
GERTAK Jawa Tengah berharap aksi ini membuka ruang dialog konstruktif dengan pemerintah daerah dan aplikator. Cak Thomas menegaskan bahwa tujuan utama adalah negosiasi dan solusi jangka panjang, bukan konfrontasi tanpa hasil. Ia menambahkan “Kami datang untuk berdialog, tetapi kami juga siap bertahan sampai ada perubahan nyata. Jangan anggap remeh suara ribuan pengemudi yang menopang layanan sehari-hari.” terangnya.
Penyelenggara meminta pengertian masyarakat atas potensi gangguan layanan pada hari aksi dan mengajak warga untuk memahami konteks perjuangan pengemudi.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
GERTAK juga menyiapkan komunikasi intensif dengan media lokal dan perwakilan pemerintah untuk memastikan aspirasi tersampaikan secara jelas. Jika dialog berjalan baik, diharapkan tercipta kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. Jika tidak, gerakan kolektif ini akan terus menjadi alat advokasi bagi pengemudi.
Cak Thomas memberikan pernyataan dengan ajakan tegas “Mari kita bersatu, tunjukkan kekuatan solidaritas, dan perjuangkan hak kita dengan cara yang terhormat. Perubahan dimulai dari keberanian kita untuk bersuara.” tegasnya.
Aksi yang direncanakan ini menjadi momentum penting bagi pengemudi transportasi online di Jawa Tengah untuk menuntut keadilan dan kepastian hukum. GERTAK Semarang berharap Hari Kebangkitan Transportasi Online Indonesia menjadi titik balik menuju ekosistem transportasi digital yang lebih adil bagi semua pihak.
Dukungan Pemprov Jateng
Aksi yang juga merupakan bagian dari Pergerakan Nasional FDTOI yang serentak digelar di 16 daerah, menunjukkan bahwa tuntutan untuk tarif adil, regulasi yang melindungi, dan payung hukum transportasi online bukan sekadar aspirasi lokal tetapi gerakan kolektif berskala nasional.
Menurut Koordinator Aksi Semarang Cak Thomas, “Kita juga sudah bertemu dengan Gubernur dan Pemprov Jateng, mereka mendukung penuh Ojol untuk percepatan RUU Transportasi Online” terangnya. Karena itu
momentum ini harus dimanfaatkan untuk membuka dialog nyata dengan pemerintah dan aplikator “Bersatu kita kuat, berdialog kita dapat solusi,” GERTAK Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung perjuangan yang menuntut keadilan bagi ribuan pengemudi yang menopang layanan sehari-hari.
@ Pitut Saputra

