Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Ayam “Memakan” Sertifikat dan BPKB: Peternak Solo Raya Desak Solusi Lonjakan Biaya Pakan
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Berita > Ayam “Memakan” Sertifikat dan BPKB: Peternak Solo Raya Desak Solusi Lonjakan Biaya Pakan
Berita

Ayam “Memakan” Sertifikat dan BPKB: Peternak Solo Raya Desak Solusi Lonjakan Biaya Pakan

Editor 1
Editor 1 Published Agustus 5, 2026
Share
5 Min Read
IMG 20260805 144955
Laporan Photo Oleh Pitut Saputra (Chanel7.id)
SHARE
Bagikan Berita

SURAKARTA, CHANEL7.ID – Aksi damai yang digelar Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya di kawasan Gladak, Surakarta, bukan sekadar unjuk rasa biasa. Adegan teatrikal yang menampilkan seekor ayam “memakan” sertifikat tanah dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) menjadi simbol kuat dari tekanan ekonomi yang kini menimpa peternak kecil. Simbolisme itu dipilih sebagai metafora untuk menggambarkan betapa beratnya beban biaya pakan hingga memaksa peternak mengorbankan aset pribadi demi mempertahankan usaha mereka (05/08/2026).

Penanggung jawab aksi, Krishandrika Imanuel Raharjo, menjelaskan bahwa aksi tersebut lahir dari keputusasaan kolektif. Menurut Kris, banyak peternak di Solo Raya yang sudah melakukan berbagai upaya efisiensi, namun kenaikan harga pakan tetap melampaui kemampuan mereka. “Kami sudah mencoba menekan biaya, mencari alternatif pakan, bahkan menunda investasi. Namun ketika harga jagung di tingkat peternak mencapai Rp 6.800–Rp 7.000 per kilogram sementara harga acuan pemerintah Rp 5.500, ruang gerak kami semakin sempit,” ujarnya.

Read More

COLLAGE 20260804 230926
Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkot dan Polres Bitung Gelar Apel Tanggap Bencana El Nino
Kebakaran Hutan Lindung Gunung Soputan, Pangdam XIII/Merdeka Imbau Masyarakat Jangan Membakar Hutan
Diduga Gunakan Seragam Dinas untuk Urusan Pribadi, Pegawai KSOP Bitung Dilaporkan, Pimpinan Siapkan Klarifikasi
CRM Craft Membuka Peluang Kerjasama Industri Kerajinan Tangan Rumahan

Kris juga menyoroti kebijakan impor yang dibatasi dan mekanisme impor tunggal melalui BUMN tertentu, yang menurut peternak justru memperburuk situasi. Ia menilai kebijakan tersebut berkontribusi pada kenaikan harga pakan sekitar Rp 2.000 per kilogram dalam enam bulan terakhir. Dampak kenaikan tidak hanya terasa pada jagung, tetapi juga pada bungkil kedelai, suplemen pakan, dan komponen lain yang menyusun struktur biaya peternakan.

Pakan selama ini menyumbang porsi terbesar dalam biaya produksi peternakan rakyat. Ketika harga pakan melonjak, margin keuntungan peternak kecil langsung tergerus bahkan berubah menjadi negatif. Kondisi ini memaksa sebagian peternak mengambil keputusan sulit, menjual tanah, menggadaikan kendaraan, mengurangi jumlah ternak, atau menutup usaha yang diwariskan turun-temurun. Beberapa keluarga bahkan menghadapi ancaman putus sekolah bagi anak-anak mereka karena pendapatan keluarga yang menurun drastis.

- Advertisement -

Dalam aksi di Gladak, para peternak juga membagikan 50 ekor ayam petelur sebagai bentuk protes simbolis. Kris menjelaskan, pembagian itu bukan sekadar aksi dramatis, melainkan cerminan realitas, ketika peternak menjual ayam untuk menutup biaya pakan, mereka sebenarnya sedang menjual masa depan usaha. “Peternak kalau mau jual ayamnya karena sudah nggak bisa ngasih makan juga rugi. Jadi mau maju kena, mundur juga kena, makanya dibagikan saja,” kata Kris.

Peternakan rakyat memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Kehilangan peternak kecil berpotensi mengurangi keberagaman pelaku usaha, menurunkan pasokan lokal, dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga pangan di pasar. Peralihan produksi ke skala industri besar mungkin menyelesaikan masalah efisiensi biaya, tetapi berisiko mengikis kemandirian pangan, mengurangi kesempatan kerja di tingkat desa, dan menghilangkan praktik-praktik kearifan lokal yang selama ini menopang ketahanan pangan.

Pemerintah sejauh ini memang telah menyalurkan bantuan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, menurut para peternak, intervensi tersebut belum terasa efektif di tingkat lapangan. Kris menilai bantuan yang ada belum menyasar komponen biaya yang paling memberatkan peternak kecil, serta belum mampu menurunkan harga pakan secara signifikan. Ia menuntut agar implementasi kebijakan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran, termasuk mekanisme subsidi atau insentif yang langsung menyentuh peternak rakyat.

Selain tuntutan kebijakan, peternak juga meminta adanya kemudahan akses bahan baku pakan alternatif, dukungan riset untuk pakan lokal yang lebih murah dan bergizi, serta program pembiayaan mikro yang tidak memberatkan. Dukungan pelatihan manajemen usaha dan akses pasar juga dianggap penting agar para peternak dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing tanpa harus mengorbankan aset keluarga.

Aksi di Gladak menjadi peringatan keras bahwa tanpa intervensi cepat dan terarah, banyak keluarga peternak akan kehilangan mata pencaharian. Kris menegaskan bahwa suara peternak kecil harus diakomodasi dalam perumusan kebijakan publik, bukan hanya sebagai objek bantuan sementara. “Menjaga keberlangsungan peternakan rakyat berarti menjaga ketahanan pangan, menjaga lapangan kerja, dan mempertahankan kearifan lokal,” ujarnya.

- Advertisement -

Respons dari pemerintah dan pemangku kepentingan lain menjadi penentu apakah tekanan ini akan mereda atau justru memicu gelombang penutupan usaha peternakan rakyat. Solusi yang diharapkan peternak mencakup peninjauan kebijakan impor, percepatan distribusi bantuan, subsidi pakan yang tepat sasaran, serta dukungan untuk pengembangan pakan lokal. Tanpa langkah-langkah tersebut, simbol ayam yang “memakan” sertifikat tanah dan BPKB bisa berubah menjadi kenyataan pahit bagi banyak keluarga.

Aksi damai di Gladak bukan sekadar protes, ia adalah seruan agar kebijakan pangan dan pertanian lebih berpihak pada pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan pangan lokal. Jika suara mereka diabaikan, bukan hanya usaha yang hilang, tetapi juga nilai-nilai sosial dan ekonomi yang menopang komunitas pedesaan akan terkikis. Kini, harapan peternak sederhana, kebijakan yang adil, bantuan yang efektif, dan ruang hidup yang cukup untuk terus memberi makan negeri.

@ Pitut Saputra 

- Advertisement -

About Author

Editor 1

Editor 1

See author's posts

TAGGED: Aksi, Peternak, Surakarta
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise0
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article COLLAGE 20260804 230926 Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkot dan Polres Bitung Gelar Apel Tanggap Bencana El Nino
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

COLLAGE 20260804 230926
Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkot dan Polres Bitung Gelar Apel Tanggap Bencana El Nino
Berita Agustus 4, 2026
Compress 20260804 164336 6384
Kebakaran Hutan Lindung Gunung Soputan, Pangdam XIII/Merdeka Imbau Masyarakat Jangan Membakar Hutan
Berita Agustus 4, 2026
Polish 20260804 162428158
Diduga Gunakan Seragam Dinas untuk Urusan Pribadi, Pegawai KSOP Bitung Dilaporkan, Pimpinan Siapkan Klarifikasi
Berita Agustus 4, 2026
IMG 20260803 200935
CRM Craft Membuka Peluang Kerjasama Industri Kerajinan Tangan Rumahan
Pendidikan Agustus 3, 2026

Baca Juga

COLLAGE 20260804 230926
Berita

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkot dan Polres Bitung Gelar Apel Tanggap Bencana El Nino

Agustus 4, 2026 7.7k Views
Compress 20260804 164336 6384
Berita

Kebakaran Hutan Lindung Gunung Soputan, Pangdam XIII/Merdeka Imbau Masyarakat Jangan Membakar Hutan

Agustus 4, 2026 8.8k Views
Polish 20260804 162428158
Berita

Diduga Gunakan Seragam Dinas untuk Urusan Pribadi, Pegawai KSOP Bitung Dilaporkan, Pimpinan Siapkan Klarifikasi

Agustus 4, 2026 10k Views
IMG 20260803 200935
Pendidikan

CRM Craft Membuka Peluang Kerjasama Industri Kerajinan Tangan Rumahan

Agustus 3, 2026 29 Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?