SIMALUNGUN, CHANEL7.ID – Festival Anak Sholeh sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi digelar di SD Negeri 091692 Afdeling IV Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri kepala sekolah, para guru, orang tua peserta, serta warga setempat. Kegiatan mengusung semangat pendidikan dengan tema “Guru Merdeka Mengajar dengan Cinta, Murid Bahagia Belajar.”
Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bosar Maligas, Benni Marsal, S.Ag., mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai akhlak sejak usia dini.
Menurut Benni, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
- Advertisement -
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui perayaan Maulid secara lahiriah, tetapi juga memahami sifat-sifat Rasulullah, seperti jujur, penyayang, dan mengasihi sesama. Ini menjadi salah satu fondasi dalam membangun generasi yang berakhlak,” ujar Benni.
Dalam festival tersebut, terdapat empat cabang perlombaan yang diikuti para peserta, yakni lomba mewarnai, hafalan surah pendek, busana Muslim, serta pidato Pendidikan Agama Islam dan Muamalah.
Benni menjelaskan, pemilihan cabang perlombaan tersebut disesuaikan dengan aspek perkembangan anak, mulai dari kreativitas, kemampuan menghafal, kepercayaan diri, hingga kemampuan menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
Kegiatan tahun ini juga mengusung semangat “Anak Sholeh, Cinta Al-Qur’an, Bangga Berakhlak.” Menurut Benni, perkembangan zaman perlu diimbangi dengan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak.
Pelaksanaan festival mendapat dukungan dari berbagai pihak. Para guru terlibat dalam persiapan kegiatan, orang tua mendampingi anak-anak dalam berlatih, sementara masyarakat turut membantu menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
- Advertisement -
“Ini bukan milik Korwil saja. Ini milik seluruh warga Afdeling IV Gunung Bayu. Kekuatan utama kegiatan ini ada pada kebersamaan,” kata Benni.
Kepada para peserta, Benni juga berpesan agar mereka tidak menjadikan perolehan juara atau piala sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, keberanian anak-anak untuk tampil dan mengikuti perlombaan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
- Advertisement -
“Keberanian kalian melangkah ke panggung ini sudah merupakan kemenangan. Jangan takut salah dan jangan malu untuk tampil. Usaha dan doa kalian sudah membuat kami bangga,” ujarnya.
Benni berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan pada tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta dari berbagai nagori maupun desa di Kecamatan Bosar Maligas.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama dan pembentukan akhlak dalam proses pendidikan anak.
“Pendidikan agama bukan pelengkap, melainkan fondasi. Kami berharap setiap sekolah tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an pada jam pelajaran, tetapi juga menanamkan akhlak dalam berbagai kesempatan,” pungkasnya.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta kemudian melakukan sesi foto bersama dengan Benni Marsal, S.Ag., serta sejumlah guru dan pendamping.
Festival tersebut berlangsung dengan melibatkan puluhan guru, para orang tua, dan warga setempat.
®M Tresno

