CIREBON, CHANEL7.ID – Pemerintah Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, tengah mengajukan program pembangunan embung multifungsi ke Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk mengatasi ancaman kekeringan di musim kemarau serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
“Kami sudah mengajukan rekomendasi kepada PJ Bupati Cirebon untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), “ujar Kuwu Desa Matangaji, Rusnadi, di kantornya, Senin, 9 Desember 2024.
Rusnadi menjelaskan, embung seluas 2,5 hektare yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2025 hingga selesai 2026 ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam penyediaan air untuk pertanian.
“Jika embung ini terealisasi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Desa Matangaji, tetapi juga desa-desa lain yang membutuhkan suplai air bersih. Desa kami adalah salah satu desa penyangga air, sehingga keberadaan embung ini sangat penting, “ungkapnya.
- Advertisement -
Rusnadi memperkirakan pembangunan embung membutuhkan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Ia meyakini bahwa embung ini akan menjadi infrastruktur vital dalam mendukung ketahanan pangan dan mendongkrak produksi pertanian.
“Penduduk kami mayoritas adalah petani. Untuk itu, sarana dan prasarana seperti embung harus benar-benar diperhatikan. Nantinya embung ini akan terhubung dengan saluran sekunder seperti Paniis, Lebak, hingga saluran di PPL 6 hingga PPL 11. Jadi, tidak ada lagi kendala air bagi lahan pertanian,” paparnya.
Program ini, lanjut Rusnadi, juga selaras dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional. “Tujuan utama embung ini adalah mendukung program ketahanan pangan.
Kami harap Kementerian Pertanian dapat segera merealisasikan program ini untuk membantu para petani di Desa Matangaji dan sekitarnya, “tambahnya.
Selain membahas program embung, Rusnadi juga menegaskan komitmen Pemdes Matangaji dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kami selalu menomorsatukan pelayanan masyarakat. Kantor desa kami buka selama 24 jam untuk melayani berbagai kebutuhan administrasi warga tanpa dipungut biaya, “tegasnya.
- Advertisement -
Ia menekankan bahwa pelayanan di Desa Matangaji sepenuhnya gratis dan transparan. “Kami pastikan tidak ada pungutan biaya sepeser pun untuk administrasi di desa kami. Pelayanan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan kemudahan bagi warga,” jelasnya.
Melalui berbagai upaya ini, Pemdes Matangaji berharap dapat membawa perubahan yang signifikan bagi warganya, baik dari segi infrastruktur pertanian maupun pelayanan masyarakat yang lebih baik dan transparan.
- Advertisement -
®Hadiyanto

