SURAKARTA, CHANEL7.ID
Aksi damai yang digelar Mitra Driver Maxim Car Soloraya di depan Kantor Maxim, Gajahan, Kota Surakarta, menyisakan momen hangat yang jarang terlihat dalam unjuk rasa serupa. Alih-alih menempatkan diri di balik garis pengamanan, Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko memilih duduk lesehan bersama para peserta aksi. Sikap sederhana itu mengubah nuansa aksi dari konfrontatif menjadi dialogis, membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara aparat, pengemudi, dan pihak manajemen (20/10/2026)
Aksi yang berlangsung tertib tersebut dihadiri puluhan driver Maxim Car Soloraya yang menyampaikan keluhan terkait tarif, mekanisme kerja, serta kebutuhan komunikasi yang lebih responsif dari pihak platform. Beberapa peserta membawa spanduk dan selebaran, sementara yang lain memilih berbicara langsung kepada perwakilan manajemen yang hadir. Di tengah kerumunan, kehadiran Kapolresta yang duduk berdampingan menjadi magnet perhatian dan sekaligus penyejuk suasana.
Dalam pertemuan informal itu, Kapolresta menegaskan bahwa peran kepolisian bukan semata untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan pelayanan dan pendampingan. “Kami di sini bukan untuk mengamankan, tetapi untuk melayani dan mendampingi rekan-rekan peserta aksi dalam mengemukakan pendapat kepada pimpinan Maxim.” tegasnya.
Kata-kata tersebut bukan sekadar retorika. Dengan duduk lesehan bersama, Kapolresta Surakarta menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan humanis dapat meredam potensi ketegangan dan memfasilitasi penyampaian aspirasi secara lebih efektif. Sikap ini juga menegaskan penghormatan terhadap hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus memastikan proses berlangsung aman dan tertib.
- Advertisement -
Para driver Maxim Car bergantian menyampaikan pengalaman sehari-hari mereka, dari keluhan soal penurunan pendapatan akibat perubahan algoritma, ketidakjelasan kebijakan tarif, hingga kebutuhan perlindungan keselamatan saat bertugas. Beberapa pengemudi menyoroti pentingnya saluran pengaduan yang responsif dan transparansi kebijakan dari pihak platform agar hubungan kerja menjadi lebih adil dan berkelanjutan.
Respon dari pihak kepolisian dan perwakilan manajemen Maxim cenderung mendengarkan secara seksama. Kehadiran Kapolresta yang duduk bersama memberi kesempatan bagi pengemudi untuk berbicara lebih lugas tanpa rasa terintimidasi. Interaksi ini membuka peluang bagi tindak lanjut berupa pertemuan koordinasi antara perwakilan driver Maxim car, manajemen Maxim, dan pihak kepolisian untuk membahas solusi konkret.
Sikap terbuka aparat mendapat apresiasi dari peserta aksi. Salah seorang perwakilan, Lilik Zeliq, menyampaikan terima kasih atas pengamanan dan pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran Polresta Surakarta membantu menjaga suasana tetap kondusif sehingga aspirasi Mitra driver Maxim Car dapat disampaikan dengan jelas dan tanpa gangguan.
Lebih jauh, beberapa peserta berharap momen ini menjadi titik awal perbaikan komunikasi antara mitra pengemudi Maxim Car dan perusahaan platform. Mereka menginginkan adanya forum rutin untuk menyampaikan keluhan dan masukan, serta mekanisme penyelesaian masalah yang lebih cepat dan transparan. Harapan tersebut mencerminkan kebutuhan akan tata kelola hubungan kerja yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Peristiwa aksi Mitra driver Maxim Car di Gajahan menyiratkan beberapa pelajaran penting. Pertama, pendekatan humanis dari aparat dapat menurunkan eskalasi dan mempercepat proses penyampaian aspirasi. Kedua, dialog langsung antara pengemudi dan manajemen, difasilitasi oleh pihak ketiga yang netral seperti kepolisian, berpotensi menghasilkan solusi yang lebih realistis dan dapat ditindaklanjuti. Ketiga, perusahaan platform perlu memperkuat mekanisme komunikasi dan transparansi kebijakan untuk mencegah akumulasi ketidakpuasan yang berujung pada aksi.
- Advertisement -
Dari sisi kebijakan publik, model pengamanan yang mengedepankan pelayanan dan pendampingan dapat menjadi contoh bagi penanganan unjuk rasa serupa di daerah lain. Pendekatan ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sebagai pelayan masyarakat.
Aksi damai Mitra Driver Maxim Car Soloraya di Surakarta lebih dari sekadar tuntutan, ia menjadi cermin bagaimana komunikasi yang hangat dan terbuka mampu mereduksi ketegangan dan membuka jalan bagi solusi. Kehadiran Kapolresta AKBP Condro Sasongko yang duduk lesehan bersama peserta aksi menegaskan bahwa keamanan publik tidak harus dipisahkan dari empati dan pelayanan. Ketika aparat, masyarakat, dan pihak swasta bersedia duduk bersama, secara harfiah dan figuratif, ruang untuk dialog dan penyelesaian masalah menjadi lebih luas, dan itu adalah langkah kecil namun penting menuju tata kelola publik yang lebih manusiawi.
@ Pitut Saputra

