Sulawesi Utara, Chanel7.id – Ratusan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa malam (7/7/2026).
Massa menuntut agar PT Futai segera menutup kembali saluran aliran air sungai yang masuk ke area perusahaan, serta mendesak penegakan hukum terhadap oknum karyawan yang diduga membuka paksa saluran tersebut.
Aksi ini dipicu oleh ketegangan antara warga dan pihak manajemen PT Futai.
Kronologi kejadian bermula ketika sejumlah karyawan perusahaan tersebut membuka saluran air yang sebelumnya telah ditutup oleh warga sebagai bentuk protes terhadap operasional pabrik.
Tindakan sepihak ini memicu kemarahan massa yang merasa hak hidup sehat mereka terancam.
Warga menegaskan bahwa penutupan saluran air merupakan langkah preventif untuk menghentikan aktivitas produksi PT Futai.
Mereka berdalih, jika aliran air dibiarkan masuk ke area pabrik, perusahaan akan kembali beroperasi penuh.
Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan, termasuk polusi udara dan pembuangan limbah cair berbau busuk
“Air di aliran pembuangan sudah membuat gatal kulit warga, terutama anak-anak yang bermain di sekitar sana. Kami tidak ingin kesehatan kami terus dikorbankan demi produksi perusahaan,” ujar Desi warga Tanjung merah.
Menyikapi hal tersebut, para demonstran mendesak Polresta Bitung untuk segera menangkap dan memproses secara hukum individu yang terlibat dalam pembukaan saluran air tersebut. Warga menganggap tindakan itu sebagai provokasi dan pengabaian terhadap keluhan masyarakat.
Terpantau di lapangan, massa memadati jalan utama di depan kantor PT Futai dan sempat menduduki sebagian area perusahaan.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya dapat diredam berkat kehadiran ketat personel Polres Bitung dan Kodim 1310/Bitung.
Aparat gabungan melakukan pendekatan persuasif untuk mencegah bentrokan fisik sambil memfasilitasi dialog antara warga dan perwakilan perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif meski tensi masih tinggi.
Warga menunggu respons konkret dari pihak kepolisian dan manajemen PT Futai terkait tuntutan penutupan saluran air dan penanganan dampak pencemaran lingkungan.
®Steven

