SUMUT, CHANEL7.ID – Warga kampung Korem dalam, Desa Mekar Bahalat, kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara, tewas dalam keadaan mengenaskan. Pria yang berinisial BM (41) warga Desa Korem dalam, tewas pada hari Senin, tanggal 22/09/2025 sekira pukul 04:00 WIB.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat melihat, “Bahwa sebelumnya pada pukul 01:30 WIB. korban (BM) Inisial, dibawa oleh Provider dan Badan Kendali Operasi (BKO) kebun unit Bah Jambi PTPN IV, karena diduga kedapatan mencuri buah sawit di Afdeling 2 lahan Hak Guna Usaha (HGU) kebun unit Bah Jambi.”Ujarnya.
Lanjutnya, “Informasinya begitu yang kami dengar, pada hari Senin ditanggal 22/09/2025, sekitar pukul 01:30 WIB. korban yaitu BM telah kedapatan mencuri buah sawit milik perkebunan Bah Jambi, yang berada dilokasi Afdeling 2 dan ketahuan sama Provider, ” Tuturnya.
Ia juga menambahkan,”Kemudian setelah melakukan pengejaran terhadap korban yaitu BM akhirnya korban BM tertangkap dan langsung dibawa oleh Provider dan BKO entah kemana,” Pungkasnya.
- Advertisement -
Lanjutnya,”Saya menduga BM mengalami kekerasan dari Provider unit kebun Bah Jambi, sehingga akhirnya BM mengalami kondisi kritis dan korban langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit, yang berada didaerah Pematang Siantar, Namun pada pukul 04:00 WIB. korban BM, dikembalikan ke rumah kediamannya sudah dalam keadaan tidak bernyawa, “Paparnya.
“Masih kata warga yang enggan disebutkan namanya, “Dengan kejadian tersebut keluarga dan warga tau kalau BM sudah meninggal pada hari Senin itu sekitar pukul 04:00 WIB, sewaktu jenazah korban dibawa ke rumah dengan menggunakan mobil Ambulance. Dan informasinya si korban BM sempat juga dilarikan oleh Provider itu ke salah satu rumah sakit yang berada di Pematang Siantar, ”Tuturnya.
Sewaktu akan melakukan pembersihan terhadap Jenazah korban BM, keluarga mulai curiga karena dari telinga, hidung dan mulut korban mengeluarkan darah segar. Setelah itu seluruh keluarga dan warga melakukan diskusi atau rencana untuk pengebumian terhadap Jenazah korban pagi itu dibatalkan.
“Jadi pagi itu rencananya akan dimakamkan setelah diantarkan oleh Provider itu, namun pas mau membersihkan telinga, hidung dan mulut BM mengeluarkan darah. Keluarga dan warga curiga kalau BM adalah menjadi korban kekerasan maka disepakati penguburan dibatalkan dan Jenazah dibawa oleh keluarga korban ke Polsek Tanah Jawa, “Ungkapnya SLH.
Usai menerima laporan dari keluarga korban, pihak Polsek Tanah Jawa membawa jenazah korban untuk di autopsi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Djasamen Saragih Pematang Siantar. Usai melakukan autopsi, jenazah akhirnya dikebumikan pada pukul 22:00 WIB. di Pemakaman Desa Mekar Bahalat.
- Advertisement -
Suparjo salah seorang keluarga korban membenarkan, “Ini lagi diautopsi dan hasil autopsinya belum keluar,” bilang Suparjo saat dihubungi, Selasa (23/09/2025). Saat dilakukan autopsi didapati di sekujur tubuh Korban luka lebam dan pada kaki tampak luka seperti bekas diseret. “lugasnya
Suparjo menambahkan, “Tewasnya BM yang diduga akibat mendapat penganiayaan dari Provider dan BKO kebun unit Bah Jambi PTPN IV menjadi sontak dan menggemparkan warga. Dan banyak warga menganggap perlakuan Provider tersebut tidak manusiawi lagi tindakan mereka itu sampai mengakibatkan kematian. “Jelas Suparjo
Salah satu warga SLH, Inisial Juga Menambahkan, “Dan kami berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas, harus diproses termasuk Manager kebun Bah Jambi dan para petinggi yang berwenang karena mempekerjakan Provider yang tidak memiiki hati dan perasaan,”
- Advertisement -
Reza Haris Siregar Manajer unit kebun Bah Jambi perkebunan PTPN IV Ketika beberapa kali dikonfirmasi oleh Jurnalis, guna memvalidasi informasi terkait kematian BM yang mengakibat kekerasan dari salah seorang Provider Kebun, hingga saat berita ini diterbitkan reza belum memberikan tanggapan.
®Joko S

