Independent, Sawaluddin Ludfie Jurnalis Hebat dari Madura Juragan Besi Tua

0
Screenshot_20240131_101620

Foto : Sang Jurnalis Sawaluddin Ludfie saat berada di salah satu gudang besi tua miliknya di Pamekasan, Rabu 31 Januari 2024.

Bagikan Berita

Pamekasan, Chanel7.id/news – Sawaluddin Ludfie, (35), pria yang berasal dari Bumi Raden Ronggo Sukowati ini sungguh luar biasa. Dia adalah seorang Jurnalis kawakan,  tidak tanggung-tanggung, Ludfie merupakan Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Pamekasan dan Penasehat Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan, 2 jabatan yang tak sembarang orang bisa mengembannya.

Tidak itu saja, Ayah 2 anak yang tinggal di Jalan K. Amiruddin No 12 Desa Kertagena Laok Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan ini, menggeluti usaha jual beli besi tua dan kawan-kawannya (kardus, tembaga, dll)

Baca juga : Lapas Pamekasan Didatangi Segerombolan Oknum yang Mengaku Wartawan

Perjalanan singkat hingga jadi jurnalis dan besi tua berawal keprihatinan Ludfie yang lulusan Universitas Widyagama Malang ini, terhadap lingkungan yang semakin lama mulai tercemar dengan sampah baik organik dan non organik.

Menurut pengakuannya, dia memulai bisnis di dunia besi tua sejak Tahun 2015 hingga sekarang pria cerdas ini sudah mempunya 2 gudang besi tua di desanya.

Baca juga : F-PRB Kabupaten Pamekasan Susun Program Melalui Sarasehan

“Sebenarnya malu karena waktu pertama kali merintis tukang sampah juga menjadi seorang jurnalis di kabupaten Pamekasan. Namun rasa gengsi itu dibuang untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan dari sampah,” kata Ludfie menceritakan kisahnya.

*Alhamdulillah, jumlah karyawan saat ini 20 orang,’ imbuhnya seraya mengenang pahit manis perjalan usahanya.

Baca juga : Bupati Sampang Hibahkan Tanah untuk Pendirian Batalyon Brimob Jatim

Oreng Temor (julukan warga Pamekasan) ini, berharap semoga pemerintah daerah dapat juga ikut serta memperhatikan para pengusaha muda yang ada di Kabupaten Pamekasan, dia menunggu pemerintah menyalurkan berbagai program yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di Akhir sesi, penulis yang tetap aktif di media ini mengkritik pemerintah. Menurutnya seharusnya pemerintah ebih memperhatikan para anak muda yang mempunyai usaha mandiri, lebih-lebih usaha di bidang sampah yang tentunya membuka lapangan pekerjaan, mengangkat perekonomian dan secara tidak langsung usaha itu berperan dalam bidang kebersihan lingkungan hidup.

Baca juga :Jaga Marwah Organisasi, Persatuan Wartawan Sampang Adakan Rakor di Mojokerto

 

 

®Pegas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *