F-PRB Kabupaten Pamekasan Susun Program Melalui Sarasehan

0
IMG-20240126-WA0019

Foto : F-PRB Kabupaten Pamekasan, menggelar penyusunan program kerja Tahun 2024, di Ruang Rapat Kantor PUPR, Kamis (25/01/2024).

Bagikan Berita

Pamekasan, Chanel7.id/news – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Pamekasan, menggelar penyusunan program kerja Tahun 2024, yang dikemas dalam acara sarasehan di Ruang Rapat Kantor PUPR, pada Kamis (25/01/2024).

Hadir dalam sarasehan tersebut perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandi, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, serta dari unsur Masyarakat.

Selain itu, sarasehan ini pun melibatkan pengurus Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur, yang selama ini proaktif membantu pelaksanaan program BPBD Provinsi Jawa Timur dalam momen Sosialisasi pengurangan risiko bencana.

Wahyudi, salah seorang pengurus SRPB Jatim mengatakan, kegiatan sarasehan berlangsung dinamis. “Lewat ajang dialog mereka saling berbagi informasi, tentu dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat Pamekasan khususnya dalam menghadapi bencana,” ucapnya.

Statemen lain juga disampaikan Dadang Iqwandy. Menurutnya, penanggulangan bencana itu ada tiga fase (Tahapan) yakni, tahap Pra Bencana, Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Kata Dadang, semua relawan yang tergabung dalam F-PRB maupun SRPB dapat memainkan perannya di semua fase sesuai kapasitasnya, dibawah koordinasi BPBD selaku leading sektor.

“Keberadaan relawan merupakan hal yang penting dalam membantu BPBD. Termasuk dalam mendukung peningkatan IKD (Indeks Kapasitas Daerah) setempat,” ujarnya.

Masalah bencana adalah urusan kita bersama, lanjut Dadang. Dalam artian bahwa keberadaan relawan merupakan potensi besar dan harus dibina untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi ketika terjadi bencana.

Koordinator SRPB, Wawan (sapaannya) menilai bahwa, sarasehan yang di inisiasi F-PRB Kabupaten Pamekasan ini sangatlah strategis dalam membangun kebersamaan antar elemen pentahelix. Sekaligus ajang untuk melaporkan Program SPAB yang menjadi salah satu prioritas BPBD Provinsi Jawa Timur, yang selama ini dilakukan oleh SRPB di beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

Selain itu, kata Wawan, sarasehan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dan kritik membangun bagi pengurus SRPB Jatim, dalam melibatkan organisasi mitra untuk meningkatkan kapasitas relawan dan kwalitas program, serta memperluas kemitraan dengan berbagai pihak terkait.

“Salah satu upaya peningkatan kapasitas relawan adalah berencana mengadakan pelatihan fasilitator. Salah satu nara sumbernya diambilkan dari pengurus F-PRB Jawa Timur yang mumpuni di bidangnya,” Kata Wawan, yang saat ini menjabat sebagai fasilitator Survival Skills tingkat Nasional.

Sementara Ketua F-PRB Pamekasan, Suprijanto, berterimakasih kepada BPBD Pamekasan, yang telah membantu suksesnya sarasehan. Dengan bekal wawasan baru itu, diharapkan pengurus F-PRB dapat menyusun rencana program kerja melalui rapat pengurus.

“Alhamdulillah, dengan sarasehan ini kami makin paham apa tugas dan fungsi F-PRB sebagai mitra BPBD. Apalagi tadi juga dibahas banyak masalah pola kemitraan dan dukungan elemen pentahelix untuk kemajuan F-PRB kedepannya,” tegasnya optimis.

Diharapkan dengan adanya sarasehan ini, Suprijanto menambahkan, para pengurus FPRB Pamekasan bisa membuat dan menyusun program kerja yang baik untuk dijalankan sebagai rencana strategis (Restra) tahun ini. Diantaranya program mitigasi bencana melalui penghijauan di kawasan hulu dan bantaran sungai, yang dapat dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Khususnya BPBD dan Dinas terkait lainnya.

 

 

®Syaiful Bahri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *