JAKARTA, CHANEL7.ID – Dunia diplomatik Indonesia dikejutkan oleh kematian tragis seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dari beberapa sumber informasi yang dihimpun, Kronologi Penemuan, Jenazah Arya ditemukan oleh penjaga indekos sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi mengenaskan, kepala terlilit lakban dan tubuh tertutup selimut. Pintu kamar terkunci dari dalam, dan tidak ditemukan barang hilang atau tanda kekerasan fisik.
Penyelidikan Awal Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk lakban, kantong plastik, dan obat-obatan. Rekaman CCTV menunjukkan Arya sempat keluar kamar membawa kantong plastik hitam sebelum kembali masuk. Sidik jari yang ditemukan di lakban identik dengan korban, memunculkan dugaan bahwa kematian bisa jadi bukan pembunuhan.
Analisis Kriminolog Adrianus Meliala dari Universitas Indonesia menyebut kemungkinan bahwa lakban digunakan oleh korban sendiri untuk menutup jalan napasnya, diduga dibantu oleh obat-obatan. Meski terdengar janggal, skenario ini sedang dianalisis lebih lanjut oleh pihak forensik.
- Advertisement -
Proses Forensik dan Target Penyelesaian Polda Metro Jaya telah mengambil alih kasus ini dan menargetkan penyelidikan rampung dalam waktu satu minggu. Pemeriksaan terhadap lima saksi, termasuk istri korban, telah dilakukan. Polisi juga mendalami riwayat kesehatan Arya yang diketahui memiliki penyakit GERD dan kolesterol.
®Patrick

