KLATEN, CHANEL7.ID –
Suasana kawasan Candi Sewu pecah oleh gelombang warna dan tawa saat Parade Sepeda Kostum Unik menjadi puncak acara Klaten Cycling Festival 2026 atau KLIC Fest pada Minggu, 24 Mei 2026. Ribuan pesepeda berkumpul sejak pagi, menyiapkan kostum dan sepeda masing-masing, lalu bergerak bersama mengelilingi rute yang melintasi desa-desa di sekitar Kecamatan Prambanan. Acara ini bukan sekadar ajang bersepeda, ia menjadi panggung kreativitas, kebersamaan, dan pertukaran budaya antar wilayah (24/05/2026).
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, secara resmi membuka acara dengan mengibarkan bendera start. Ia tampak antusias menyaksikan ragam kostum yang dikenakan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Panitia mencatat lebih dari sepuluh ribu peserta mengikuti parade, sebuah angka yang melampaui ekspektasi dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bersepeda yang dikemas dengan unsur seni dan budaya.
Kostum yang ditampilkan beragam dan kreatif. Ada peserta yang mengenakan busana tradisional dari berbagai provinsi, seperti kebaya, batik, dan pakaian adat lainnya, ada pula yang memilih gaya vintage lengkap dengan sepeda onthel, sementara kelompok lain menampilkan tema-tema fantasi, pahlawan sejarah, hingga kostum lucu yang mengundang tawa penonton.
Dari Pasuruan, Jawa Timur, dua peserta menarik perhatian. Arifin, seorang onthelis, tampil mengenakan kostum Presiden Soekarno lengkap dengan peci dan jas kebesaran. “Saya pakai pakaian Bung Karno, saya bangga dan senang,” ujarnya sambil melambaikan tangan kepada penonton. Rekan seangkatannya, Sukirno, membuat kostum Garuda sendiri yang memukau. Ia bercerita menghabiskan waktu berhari-hari merancang sayap dan hiasan agar tampak megah saat melintas di depan kerumunan.
- Advertisement -
Kelompok dari Kalimantan Tengah juga hadir dengan pakaian Dayak yang penuh warna. Imada, salah satu peserta, mengatakan bahwa rombongan mereka ingin mempresentasikan kekayaan budaya provinsi asalnya kepada warga Klaten. Ia menambahkan bahwa sambutan hangat warga sepanjang rute memberi energi tambahan bagi para pesepeda. “Paling berkesan saat naik sepeda keliling tadi, para masyarakat ikut menyapa dan memberikan semangat. Jadi kita tambah semangat yang bersepeda,” ujarnya.
Selain parade kostum, KLIC Fest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti bazar produk lokal, pertunjukan musik, dan parade sepeda untuk anak-anak. Stand-stand UMKM memamerkan kerajinan tangan, makanan khas, dan produk olahan yang menarik minat pengunjung. Panitia berharap acara ini dapat menjadi kalender tahunan yang mempromosikan pariwisata dan ekonomi lokal. Kepala panitia menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas sepeda, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci sukses penyelenggaraan.
Selama rute, petugas keamanan dan relawan berjaga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan peserta. Layanan medis juga disiagakan di beberapa titik untuk mengantisipasi kondisi darurat. Warga setempat tampak antusias menyambut parade. Anak-anak melambaikan tangan, pedagang kecil menawarkan jajanan, dan para tetua desa berdiri di teras rumah menyaksikan pawai yang penuh warna itu.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang kategori kostum terbaik dan apresiasi bagi komunitas yang berpartisipasi. Suasana penutupan dipenuhi tepuk tangan dan sorak sorai, menandai keberhasilan KLIC Fest 2026 sebagai perayaan olahraga, seni, dan kebudayaan. Para peserta pulang dengan kenangan dan foto-foto kostum yang unik. Banyak yang berharap kegiatan serupa terus digelar agar semakin banyak orang terinspirasi untuk bersepeda sambil melestarikan budaya.
KLIC Fest 2026 meninggalkan jejak positif bagi Klaten, wajah kota yang lebih ramah pesepeda, geliat ekonomi mikro yang meningkat, dan ruang bagi ekspresi budaya yang inklusif. Tahun depan, panitia menargetkan partisipasi yang lebih besar dan inovasi tema kostum yang lebih beragam. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, Parade Sepeda Kostum Unik di Puncak KLIC Fest 2026 menjadi bukti bahwa olahraga dapat berpadu harmonis dengan seni dan tradisi. Candi Sewu dan sekitarnya kini menyimpan memori indah yang akan dikenang oleh peserta dan warga selama bertahun-tahun.
- Advertisement -
Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk mendukung kegiatan serupa dengan memperbaiki infrastruktur jalur sepeda, menambah fasilitas publik, dan memfasilitasi pelatihan keselamatan bersepeda. Dukungan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan peserta tetapi juga mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Komunitas sepeda lokal berencana mengadakan workshop pembuatan kostum ramah lingkungan dan pelatihan mekanik sepeda untuk anak muda. Inisiatif ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menumbuhkan keterampilan praktis yang berguna.
Beberapa peserta mancanegara menyampaikan kekaguman atas kehangatan warga dan keindahan situs cagar budaya yang menjadi latar acara. Mereka berharap dapat kembali dan membawa lebih banyak teman untuk merasakan pengalaman serupa. KLIC Fest 2026 menutup hari dengan janji untuk terus mengembangkan program yang inklusif, aman, dan kreatif sehingga olahraga bersepeda menjadi bagian hidup masyarakat lintas generasi. Semoga tradisi ini terus hidup.
@ Pitut Saputra

