KLATEN, CHANEL7.ID – Lonjakan kunjungan wisata pada libur Lebaran 2026 menempatkan Kabupaten Klaten sebagai runner up kunjungan wisata di Jawa Tengah, hanya satu tingkat di bawah Kabupaten Kebumen. Data resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 501.862 pengunjung pada 2025 menjadi 555.460 wisatawan pada momen Lebaran 2026, atau naik sekitar 11 persen. Kenaikan ini tidak hanya tercermin pada angka total, tetapi juga pada membludaknya pengunjung di sejumlah destinasi unggulan seperti Candi Prambanan, Umbul Kemanten, Rowo Jombor, Umbul Pelem, dan khususnya Object Mata Air Cokro (OMAC) di Desa Cokro, Kecamatan Tulung (04/04/2026).
Salah satu magnet wisata yang mencatat lonjakan kunjungan adalah Candi Prambanan, dengan angka tertinggi mencapai 130.640 wisatawan. Namun, sorotan kali ini tertuju pula pada OMAC Cokro dan wahana petualangan yang berada di satu area, yakni wahana Cokro River Tubing, yang menarik perhatian pengunjung terutama setelah viral di media sosial. OMAC Cokro sendiri mencatat 24.287 pengunjung selama periode libur Lebaran, sementara Cokro River Tubing menjadi pilihan favorit bagi pencari sensasi adrenalin dan petualangan alam.
Menurut Lusinta Agustina yang akrab disapa Sinta, salah seorang pengelola wahana Cokro River Tubing, antusiasme pengunjung sangat tinggi terutama pada akhir pekan dan momen libur panjang. “Wahana Cokro River Tubing ini memang selalu ramai khususnya pada weekend Sabtu dan Minggu, mereka ingin menjajal wahana cokro river tubing yang sempat viral di medsos kemarin,” ujar Sinta.
Ia menambahkan bahwa pada momen Lebaran wahana tersebut sempat dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke OMAC Cokro untuk menikmati keseruan tubing. “Wahana Cokro River Tubing sendiri menjadi favorit pilihan pengunjung karena menawarkan trek dengan panjang sekitar 2,5 kilometer perjalanan di sepanjang aliran sungai Pusur dari hulu di Omac hingga hilir sampai ke belakang pabrik aqua Wangen Polanharjo,” jelasnya.
- Advertisement -
Sinta menegaskan bahwa kesiapan pengelola menjadi kunci dalam menyambut lonjakan pengunjung. “Kami tentunya sudah mempersiapkan segalanya, baik dari sisi areal wahana maupun kesempatan untuk para pedagang UMKM berjualan di sekitar, yang tak kalah penting adalah faktor pengamanan dan kenyamanan pengunjung saat berwisata.
Semuanya sudah kita persiapkan dan antisipasi sehingga tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, bahkan ketika pengunjung membeli tiket masuk di Omac itu juga sudah termasuk include jaminan keselamatan,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pengelola untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas UMKM.
Lebih jauh, Sinta menggambarkan bagaimana dampak positif lonjakan pengunjung terasa bagi berbagai pihak. “Selama moment libur lebaran kemarin memang ada lonjakan pengunjung yang luar biasa di tempat kami, dan itu membawa keberkahan pada semuanya baik pengelola, pekerja, pemandu, pedagang, dan masyarakat sekitar yang ikut berusaha di sekitar lokasi wisata,” paparnya.
Sinta juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama. “Karenanya tidak lupa kami juga turut rutin menjaga sungai dan sumber mata air ini yang telah memberi kemanfaatan bagi banyak pihak. Jadi setiap Kamis atau Jumat, kami juga rutin melakukan bersih sungai dan merapikan serta menata kembali trek tubing yang karena banyaknya pengunjung terkadang jadi agak berantakan, ya kita rapikan kembali agar kesempatan dan kenyamanan pengunjung tetap terjamin,” imbuh Sinta.
Deskripsi pengalaman river tubing yang disampaikan Sinta menggambarkan daya tarik alam yang memadukan adrenalin dan keindahan panorama riparian. Pengunjung bisa meluncur menggunakan ban berikat tali pengaman dan menyusuri arus deras sepanjang 2,5 kilometer, melewati pusaran, jeram-jeram menantang, dan bebatuan alami, sambil menikmati kejernihan air Sungai Pusur. Kombinasi pengalaman petualangan dan panorama alam ini menjadi alasan mengapa Cokro River Tubing cepat populer dan menjadi destinasi yang favorit dan banyak dicari wisatawan.
- Advertisement -
Dengan capaian posisi kedua di Jawa Tengah, Klaten diharapkan terus mengembangkan potensi pariwisata berkelanjutan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, serta menjaga kualitas layanan agar manfaat ekonomi dari kunjungan wisata dapat dirasakan lebih luas.
Sinta menutup sesi wawancara dengan awak media dan menegaskan bahwa keberhasilan Klaten bukan sekadar angka, melainkan buah dari kesiapan pengelola, keselamatan pengunjung, dan kepedulian lingkungan. Dirinya turut mengundang wisatawan untuk datang merasakan sendiri sensasi Cokro River Tubing dan kesegaran OMAC Cokro “Bagi para wisatawan baik di Klaten khususnya dan Indonesia umumnya yang belum sempat menjajal wahana river tubing ini dan berenang di OMAC Cokro bisa menyempatkan datang kesini guna pengalaman dan petualangan yang tak terlupakan,” pungkasnya.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

