KLATEN,CHANEL7.ID – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten menerima Penghargaan OPD Layak Anak Tingkat Madya Tahun 2026 yang diserahkan oleh Bupati Klaten pada peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Klaten di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten. Penghargaan tersebut diterima oleh Digdo Wilarto, Kepala Subsi Bimbingan Klien Anak (Kasubsi BKA), yang hadir mewakili Kepala Bapas Kelas II Klaten. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Klaten atas komitmen dan kontribusi Bapas dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak melalui pelayanan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak (21/07/2026).
Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Bapas Kelas II Klaten memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam praktiknya, Bapas berfokus pada pendampingan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) pada setiap tahapan proses peradilan, mulai dari penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pengawalan pelaksanaan diversi, hingga pembimbingan dan reintegrasi sosial pasca-penanganan. Penghargaan tingkat madya ini menegaskan bahwa upaya Bapas untuk menerapkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan keadilan restoratif telah mendapat pengakuan di tingkat kabupaten.
Penerapan layanan ramah anak menjadi salah satu indikator utama penilaian. Bapas Kelas II Klaten telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dan keluarga yang mengakses layanan. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang layanan yang dirancang ramah anak, ruang konsultasi yang menjamin privasi, serta prosedur pelayanan yang sensitif terhadap kebutuhan psikologis dan sosial anak. Selain itu, peningkatan kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan menjadi prioritas melalui pelatihan khusus penanganan perkara anak, pembelajaran tentang hak anak, dan kolaborasi lintas sektor dengan dinas sosial, dinas pendidikan, aparat penegak hukum, serta lembaga perlindungan anak.
Dalam sambutannya, Kepala Bapas Kelas II Klaten menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima dan menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan yang holistik dan berkelanjutan bagi anak. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan setiap anak memperoleh pendampingan, pembimbingan, serta perlindungan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Kepala Bapas Kelas II Klaten. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen institusi untuk tidak hanya mempertahankan standar yang telah dicapai, tetapi juga memperluas jangkauan layanan bagi anak yang rentan.
- Advertisement -
Digdo Wilarto, yang menerima penghargaan mewakili Kepala Bapas, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama internal dan dukungan mitra kerja. Ia menyebutkan bahwa Litmas yang disusun oleh Pembimbing Kemasyarakatan menjadi alat penting untuk merumuskan rekomendasi intervensi yang tepat bagi anak dan keluarganya. Selain itu, pengawalan diversi menjadi langkah preventif yang mengutamakan pemulihan dan reintegrasi sosial, sehingga proses hukum tidak selalu berujung pada pemidanaan yang dapat merugikan masa depan anak.
Dampak penghargaan ini diharapkan lebih dari sekadar pengakuan simbolis. Dengan meningkatnya kualitas layanan, masyarakat diharapkan memperoleh kepercayaan lebih besar terhadap sistem peradilan anak dan layanan pemasyarakatan. Pendekatan restoratif yang diterapkan Bapas bertujuan mengurangi stigma terhadap ABH, menurunkan angka residivisme, dan memperkuat jaringan perlindungan anak di tingkat lokal. Koordinasi lintas sektor yang semakin baik juga memungkinkan penanganan kasus anak menjadi lebih komprehensif, melibatkan aspek pendidikan, kesehatan mental, dukungan keluarga, dan pemulihan sosial.
Ke depan, Bapas Kelas II Klaten berencana memperkuat program pencegahan melalui kegiatan edukasi hak anak dan penyuluhan hukum bagi remaja, memperluas akses layanan konseling, serta meningkatkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan intervensi yang diberikan efektif. Pengembangan kapasitas Pembimbing Kemasyarakatan akan terus dilakukan agar penanganan kasus anak semakin profesional dan berorientasi pada pemulihan. Selain itu, Bapas akan terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal untuk membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Penghargaan OPD Layak Anak Tingkat Madya Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Bapas Kelas II Klaten. Pengakuan ini diharapkan mendorong inovasi layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak dan memperkuat peran Bapas sebagai lembaga yang menjunjung tinggi hak anak dalam setiap proses peradilan. Dengan komitmen yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, Bapas Kelas II Klaten berpotensi menjadi contoh bagi unit pelaksana teknis lain dalam mewujudkan sistem peradilan anak yang adil, manusiawi, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
@ Pitut Saputra

