CIREBON, CHANEL7.ID – Kenaikan harga kantong plastik di pasaran mulai mencekik para pedagang kecil di wilayah Cirebon. Ketidakpastian situasi geopolitik global disinyalir menjadi pemicu utama meroketnya biaya modal operasional mereka.
Ali, seorang pedagang es yang akrab disapa Oncom, mengaku sangat terpukul dengan kondisi ini. Ia mengeluhkan harga plastik yang merangkak naik tajam dari harga semula Rp30.000 per kilogram menjadi di atas Rp40.000 per kilogram.
“Saya jualan es, dengan kenaikan harga plastik otomatis pengeluaran untuk modal kita bertambah,” keluh Ali saat ditemui pada Minggu (12/04/2026) malam.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi agar harga kembali normal.
“Harapan saya harganya turun lagi supaya usaha tidak terbebani. Kalau harga stabil, modal kita tidak membengkak,” tambahnya.
Senada dengan Ali, Arif, seorang pedagang buah di lokasi berbeda, juga merasakan dampak serupa. Menurut analisisnya, kenaikan ini merupakan efek domino dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan perang tersebut dinilai mengganggu pasokan bahan baku plastik dunia.
Arif merinci kenaikan signifikan pada plastik pembungkus buah. Satu pak plastik yang biasanya dibanderol Rp7.500, kini melonjak ke kisaran Rp12.500 hingga Rp13.000, atau naik sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 per pak.
“Otomatis pengeluaran modal kita bertambah. Kami memohon kepada pemerintah agar ada solusi konkret supaya harga plastik kembali stabil seperti biasanya,” terang Arif.
Para pedagang berharap stabilitas harga dapat segera terwujud agar keberlangsungan usaha kecil di daerah tetap terjaga di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
®Jaka

