KLATEN, CHANEL7.ID – Kecamatan Delanggu bekerja sama dengan PMI Kabupaten Klaten menggelar kegiatan donor darah rutin di aula kantor Kecamatan Delanggu. Kegiatan yang digelar pada hari itu berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari aparatur kecamatan, tokoh masyarakat, pelajar, hingga para pekerja informal. Suasana yang semula tenang berubah menjadi ramai ketika warga berdatangan untuk mendaftar, menjalani skrining kesehatan singkat, dan akhirnya mendonorkan darahnya demi membantu sesama yang membutuhkan (10/02/2026)..
Panitia pelaksana dari pihak kecamatan bersama PMI menata alur kegiatan dengan rapi, meja pendaftaran, pemeriksaan awal, ruang pengambilan darah, serta area pemulihan pasca donor. Petugas medis PMI tampak sigap memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, dan menanyakan riwayat kesehatan singkat kepada setiap calon pendonor. Proses yang terorganisir membuat antrian bergerak lancar dan memberi rasa aman bagi peserta. Selain itu, panitia juga menyiapkan fasilitas dasar seperti air mineral dan camilan ringan untuk membantu pemulihan setelah donor.
Antusiasme warga terlihat dari beragamnya latar belakang peserta. Ibu-ibu dari kelompok posyandu, pemuda karang taruna, guru sekolah dasar, hingga pengemudi ojek online ikut ambil bagian. Kehadiran berbagai lapisan masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan donor darah bukan lagi aktivitas yang eksklusif, melainkan bagian dari budaya gotong royong yang hidup di Delanggu. Banyak peserta datang berkelompok, saling mengajak teman atau keluarga, sehingga suasana menjadi lebih akrab dan mendukung. Beberapa relawan lokal juga membantu mengarahkan peserta dan memberikan informasi singkat tentang manfaat donor darah serta tata cara pendaftaran.
Salah seorang peserta yang menarik perhatian adalah Marjoko, seorang driver ojek online yang kebetulan melintas di sekitar kantor kecamatan. Ketika mengetahui ada kegiatan donor darah, ia langsung mematikan aplikasinya dan menyempatkan diri untuk ikut mendaftar. “Kebetulan bulan ini memang jadwal saya untuk donor,” ujar Marjoko saat ditemui awak media. Keputusan spontan Marjoko mencerminkan kesadaran sosial yang tinggi meski aktivitasnya sehari-hari menuntut mobilitas tinggi. Bagi para pekerja seperti Marjoko, menyisihkan waktu untuk berdonor menjadi bentuk kepedulian sederhana namun berdampak besar bagi orang lain.
Marjoko menambahkan bahwa rutin berdonor membuat tubuhnya terasa lebih segar dan ringan. Ia mengaku berdonor setiap tiga bulan sekali, mengikuti anjuran umum tentang frekuensi donor yang aman. “Setelah donor badan terasa enak, ringan, dan segar. Saya merasa lebih sehat,” katanya sambil tersenyum. Pengalaman pribadi seperti ini seringkali menjadi motivator bagi orang lain untuk mencoba berdonor, karena selain membantu orang lain, donor darah juga memberi kepuasan batin dan rasa kebersamaan.
PMI Kabupaten Klaten dalam kesempatan ini menegaskan pentingnya ketersediaan stok darah yang aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah sekitarnya. Stok darah yang memadai sangat krusial terutama untuk penanganan darurat, operasi, dan perawatan pasien dengan kondisi kronis yang memerlukan transfusi berkala. Oleh karena itu, kegiatan donor darah massal seperti yang digelar di Delanggu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan darah di bank darah lokal.
Selain aspek kemanusiaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momen edukasi publik. Petugas PMI memberikan informasi tentang golongan darah, pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum donor, serta mitos-mitos yang sering membuat orang ragu untuk mendonorkan darah. Edukasi semacam ini membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat dan meningkatkan partisipasi. Panitia juga mengimbau calon pendonor untuk menjaga pola makan dan hidrasi sebelum dan sesudah donor agar proses pemulihan berjalan lancar.
Kegiatan donor darah di aula kantor Kecamatan Delanggu juga mendapat dukungan dari pihak kecamatan yang menyediakan fasilitas dan koordinasi. Dukungan pemerintah daerah setempat memperlihatkan sinergi antara lembaga pemerintahan dan organisasi kemanusiaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini mempermudah penyelenggaraan acara, mulai dari perizinan, penyediaan tempat, hingga sosialisasi kepada warga melalui jaringan kelurahan dan desa.
Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan antar warga. Banyak peserta yang datang bukan hanya untuk berdonor, tetapi juga untuk bertemu tetangga, berbagi cerita, dan saling memberi semangat. Kehadiran relawan muda yang energik menambah nuansa positif, sementara tokoh masyarakat yang ikut berdonor memberi contoh yang baik bagi generasi muda. Momentum seperti ini memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan dapat menjadi perekat sosial yang efektif.
Menutup kegiatan, panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, termasuk para pendonor, relawan, dan petugas medis. Mereka juga mengingatkan bahwa kebutuhan darah bersifat berkelanjutan, sehingga partisipasi masyarakat secara rutin sangat diperlukan. Bagi warga yang belum sempat datang, panitia berjanji akan menggelar kegiatan serupa di waktu mendatang dan menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dari kecamatan dan PMI.
Kegiatan donor darah di Delanggu bukan sekadar aksi sekali jadi, ia adalah wujud nyata solidaritas yang terus dipupuk. Dari Marjoko yang spontan menyempatkan diri hingga para relawan yang setia membantu, semua elemen menunjukkan bahwa ketika komunitas bersatu, kebutuhan mendesak seperti ketersediaan darah dapat terpenuhi. Semoga semangat ini terus hidup dan menginspirasi lebih banyak warga untuk menjadi pendonor tetap demi keselamatan sesama.
®Pitut Saputra

