KLATEN, CHANEL7.ID
Pemerintah Kabupaten Klaten terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai penopang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu proyek prioritas yang kini dalam tahap pengerjaan adalah rehabilitasi Jalan Lingkar Barat Delanggu. Plt. Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, turun langsung meninjau progres pekerjaan di lapangan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target mutu dan waktu (02/11/2026).
Peninjauan Jalan Lingkar Barat Delanggu dilakukan di ruas Karang, Sribit, dan Krecek, Kecamatan Delanggu, yang menjadi lokasi penanganan. Ruas jalan sepanjang 1.760 meter tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan antar desa di Delanggu, sekaligus menjadi penghubung kawasan permukiman padat, lahan pertanian produktif, dan sentra industri kecil konveksi yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Delanggu.
Dalam peninjauan tersebut, Plt Bupati yang akrab disapa Mbak Linda didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Klaten, Camat Delanggu, serta pelaksana proyek. Ia melihat langsung proses penghamparan, pemadatan aspal, hingga penguatan bahu jalan. “Alhamdulillah, progres rehabilitasi Jalan Lingkar Barat Delanggu sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai maksimal 11 Desember. Kami berharap sebelum pergantian tahun, jalan ini sudah dapat dilalui masyarakat dengan nyaman,” ujar Mbak Linda.
Ia menegaskan, peninjauan lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat memastikan pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas. Menurutnya, Jalan Lingkar Barat Delanggu memiliki beban lalu lintas yang cukup tinggi dan tidak boleh dikerjakan asal-asalan.
Rehabilitasi jalan ini menjadi sangat krusial mengingat perannya dalam mendukung kelancaran mobilitas menjelang libur akhir tahun. Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah Delanggu biasanya meningkat tajam. Jalan yang mantap akan sangat membantu kelancaran angkutan umum, angkutan barang, dan kendaraan pribadi.
Lebih dari itu, Jalan Lingkar Barat Delanggu memiliki fungsi strategis sebagai jalur pengalihan arus lalu lintas saat Lebaran. Jalur ini disiapkan untuk mengurai kepadatan di jalur nasional Solo-Yogyakarta yang setiap tahun menjadi titik macet saat arus mudik dan balik Lebaran. “Jalan Lingkar Barat Delanggu juga memiliki peran penting sebagai jalur pengalihan arus lalu lintas saat Lebaran guna mengurangi kepadatan di jalur Solo-Yogyakarta. Kalau jalannya sudah baik, pengalihan arus akan lebih lancar, pemudik lebih aman, dan warga lokal tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu macet,” jelas Mbak Linda.
Kondisi jalan sebelumnya memang dikeluhkan warga. Beberapa titik mengalami keretakan, bergelombang, dan berlubang, terutama saat musim hujan. Hal tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, beban kendaraan berat, serta kontur tanah di wilayah Karang dan Sribit yang di beberapa titik bersifat labil dan mudah tergerus air.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Klaten menerapkan metode konstruksi baru yang berbeda dari metode rehabilitasi konvensional sebelumnya. Pada proyek kali ini, digunakan metode pengaspalan dengan lapisan aspal baru setebal sekitar 2 sentimeter yang diperkuat dengan campuran semen pada lapis pondasinya.
Metode tersebut dipilih setelah dilakukan kajian teknis oleh DPUPR. Campuran semen diharapkan mampu meningkatkan daya dukung tanah dasar, membuat struktur jalan lebih rapat, kedap air, dan stabil terhadap perubahan suhu dan beban.
“Dengan metode baru ini, kami berharap hasil perbaikan lebih rapat, aman, dan tidak mudah mengalami pergeseran. Walaupun nantinya diperlukan pemeliharaan, kerusakannya diharapkan tidak terlalu signifikan maupun membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Inovasi konstruksi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Klaten untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan struktur yang lebih kuat, umur pelayanan jalan diharapkan lebih panjang, sehingga anggaran pemeliharaan di tahun-tahun mendatang dapat dialihkan untuk pembangunan ruas lain yang juga membutuhkan perhatian.
Dari sisi ekonomi, dampak rehabilitasi jalan ini akan sangat dirasakan masyarakat. Delanggu dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan aktivitas pertanian dan UMKM konveksi yang tinggi. Akses jalan yang mulus akan mempermudah petani di Sribit dan Krecek mengangkut hasil panen padi dan palawija ke pasar induk Delanggu dan pasar-pasar di sekitarnya. Begitu pula pelaku UMKM konveksi yang setiap hari melakukan pengiriman barang ke Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Jalan yang baik akan menekan biaya logistik, mengurangi risiko kerusakan kendaraan, serta mempercepat waktu tempuh. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk lokal Klaten. Warga sekitar menyambut positif rehabilitasi ini. Mereka berharap setelah jalan selesai, pemerintah juga melengkapi dengan marka jalan, rambu lalu lintas, serta penerangan jalan umum (PJU) agar keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari, semakin terjamin.
Menanggapi harapan warga, Mbak Linda memastikan bahwa kelengkapan jalan akan menjadi tahap lanjutan yang diperhatikan. Pihaknya telah meminta DPUPR untuk segera menginventarisir kebutuhan marka dan rambu setelah pekerjaan fisik utama rampung.
“Terakhir, kami berharap rehabilitasi Jalan Lingkar Barat Delanggu dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus transportasi, khususnya menjelang libur akhir tahun dan Lebaran. Mohon dukungan masyarakat Delanggu agar pekerjaan ini lancar dan bisa segera dimanfaatkan,” pungkas Mbak Linda.
DPUPR Klaten sendiri optimistis target 30 persen sisa pekerjaan yang meliputi finishing, pemadatan akhir, perapian bahu jalan, dan pembersihan material proyek dapat diselesaikan sebelum 11 Desember 2026, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
@ Pitut Saputra

