JAKARTA, CHANEL7.ID – Dikabarkan Menteri Keuangan RI yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menjalani rapat kerja perdana bersama Komisi XI DPR RI dengan suasana yang penuh dinamika. Dalam forum yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Keuangan tahun 2026, Purbaya langsung mendapat teguran dan sindiran dari anggota dewan terkait gaya komunikasinya dan isu utang negara.
Purbaya membuka rapat dengan memperkenalkan dirinya sebagai mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan mengakui bahwa kini ia harus lebih berhati-hati dalam berbicara. “Dulu waktu di LPS, saya katanya ngomongnya agak koboi. Tapi sebagai Menkeu, saya akan lebih disiplin dengan teks yang sudah dipersiapkan,” ujarnya, disambut tawa peserta rapat.
Namun suasana berubah ketika anggota DPR mulai mencecar Purbaya soal strategi pemerintah dalam menangani utang negara dan pemulihan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab tekanan ekonomi adalah kebijakan fiskal dan moneter yang kurang optimal, termasuk dana pemerintah yang sempat mengendap hingga Rp500 triliun di Bank Indonesia.
Purbaya juga menyindir balik DPR, mempertanyakan mengapa kritik terhadap kebijakan fiskal tidak muncul saat era Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani. “Pertanyaan saya di sini, Komisi XI kan rapatnya dengan Menteri Keuangan berapa ratus kali dalam setahun. Kenapa pertanyaan itu tidak muncul dulu?” ucapnya.
Pernyataan Purbaya soal tuntutan rakyat 17+8 yang sempat viral juga dibahas. Ia menyebut bahwa tuntutan tersebut hanya berasal dari sebagian kecil masyarakat, yang menurutnya belum puas dengan kondisi ekonomi saat ini⁽³⁾. Pernyataan ini menuai kritik publik dan memicu permintaan maaf dari Purbaya beberapa hari kemudian.
Meski diwarnai teguran dan sindiran, Purbaya menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi anggaran dan memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan parlemen. Ia juga optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh hingga 6% dalam waktu dekat.
®Patrick

