JAKARTA, CHANEL7.ID – Dikabarkan Pemerintah Indonesia resmi menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank milik negara sebagai bagian dari strategi memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kebijakan ini dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian. Dana tersebut berasal dari saldo anggaran lebih (SAL) yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia dan kini dialihkan ke bank komersial agar bisa segera digunakan untuk pembiayaan sektor riil.(11/09/2025)
Dari beberapa informasi yang dihimpun Rincian Penyaluran Dana, Berikut alokasi dana ke masing-masing bank:
Bank Jumlah Dana (Rp)Bank Mandiri 55 triliun Bank Rakyat Indonesia (BRI)55 triliun Bank Negara Indonesia (BNI)55 triliun Bank Tabungan Negara (BTN)25 triliun Bank Syariah Indonesia (BSI)10 triliun BSI menjadi satu-satunya bank syariah penerima dana karena memiliki akses pembiayaan di wilayah Aceh.
Dana ini ditempatkan dalam bentuk deposito on call dengan tenor enam bulan dan bunga sekitar 4,02 persen, lebih rendah dari rata-rata bunga simpanan dan kredit di pasar. Pemerintah menegaskan bahwa dana tersebut tidak boleh digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN), melainkan harus disalurkan sebagai kredit produktif.
Purbaya menekankan bahwa skema ini menguntungkan kedua belah pihak: pemerintah memperoleh imbal hasil yang kompetitif, sementara bank terdorong untuk menyalurkan kredit agar tidak menanggung biaya bunga tanpa manfaat.
Dampak Ekonomi, Kebijakan ini diharapkan dapat:
– Meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil
– Memperkuat likuiditas perbankan nasional
– Mendorong pertumbuhan UMKM dan investasi lokal
– Menyebarkan manfaat ekonomi hingga ke daerah seperti Aceh melalui BSI
Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
©Patrick

