SUMUT, CHANEL7.ID – Protes sejumlah masyarakat terkait pendirian tempat koperasi merah putih (KMP) yang berada dilapangan sepak bola Rambung Merah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Senin, tanggal 22 Desember 2025 berakhir ricuh, Keributan ini terjadi, yang diduga setelah seorang warga dipukul oleh anak kepala desa sehingga memicu emosi massa.
Insiden mencekam itu berawal dari aksi massa yang berkumpul di depan kantor kepala desa Rambung Merah, yang letaknya berada di belakang lapangan sepak bola.
Terpantau dilokasi oleh jurnalis,Yang hadir dalam kegiatan rapat tersebut, Camat Siantar M. Iqbal, Kepala Desa Rambung Merah Tumpal Sitorus, Kapolsek Bangun AKP R. Simarmata Dan Perwakilan masyarakat dan pemuda dari Desa (Nagori).
Awalnya, rapat berjalan kondusif namun situasi semangkin memanas ketika seorang warga berinisial DP yang mengaku datang atas undangan rapat, tidak diperkenankan masuk ke ruangan. Dan DP menyebut dirinya justru mendapat perlakuan kekerasan.
“Kami datang memenuhi undangan dan membawa aspirasi agar lapangan bola dikembalikan fungsinya untuk kepentingan umum dan olahraga,” ujar DP
Lanjutnya,” Tapi saat hendak masuk, kami dihalangi dan saya dipukul oleh anak dari kepala desa,” ujar DP.
Peristiwa pemukulan tersebut disaksikan ratusan warga yang hadir di lokasi. Massa yang diperkirakan hampir 200 orang kemudian tersulut emosi dan nyaris melakukan aksi anarkis.
Dikarenakan untuk meredam situasi, Kapolsek Bangun AKP R. Simarmata melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara.
Terkonfirmasi dilapangan Kapolsek Bangun AKP R Simarmata mengatakan,“ Tembakan peringatan kami lakukan karena sudah terjadi pemukulan dan massa mulai tidak terkendali. Dengan langkah ini kami ambil agar tidak ada korban jiwa lebih lanjut,” tegas AKP R. Simarmata di lokasi kejadian.
Usai tembakan peringatan, aparat dari kepolisian langsung mengamankan korban dan terduga pelaku pemukulan. Kerusuhan akhirnya dapat dikendalikan, meski rapat tidak dapat dilanjutkan.
Kepala Desa Rambung Merah Tumpal Sitorus langsung meninggalkan lokasi setelah insiden tersebut, sementara itu, Maujana Desa Rambung Merah, Buyung Irawan Tanjung, menegaskan kehadiran mereka dalam rapat adalah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.
“Setiap pembangunan di fasilitas strategis Desa (Nagori) seharusnya melalui musyawarah Desa dan ditetapkan dalam peraturan desa (Perdes), bukan dilakukan sepihak tanpa musyawarah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Rambung Merah dilaporkan telah kembali kondusif, sementara pihak kepolisian masih mendalami insiden pemukulan yang memicu kericuhan tersebut.
®Joko S

