KLATEN,CHANEL7.ID –
Desa Pesu, Kecamatan Wedi, menjadi tuan rumah Penilaian Lomba Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026, di Balai Desa Pesu. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembinaan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui integrasi program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat (11/05/2026).
Acara dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimcam Kecamatan Wedi, perangkat desa, kader KB, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok kegiatan masyarakat setempat. Tim penilai dari Provinsi Jawa Tengah mengikuti proses penilaian secara daring melalui platform Zoom, sementara presentasi dan paparan capaian dilakukan langsung di Balai Desa Pesu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program Kampung KB.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Desa Pesu, dilanjutkan pemaparan profil Kampung KB Desa Pesu dan capaian program oleh tim penyusun. Presentasi mencakup pelaksanaan Bangga Kencana, kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta pelaksanaan Unit Pengelola Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UPPKA). Penilaian dilakukan melalui sesi tanya jawab dan verifikasi dokumen yang disiarkan langsung, serta pemeriksaan bukti kegiatan, dokumentasi pelatihan, dan laporan capaian indikator program.
Metode penilaian kombinasi antara presentasi luring dan verifikasi daring ini dimaksudkan untuk memastikan transparansi dan akurasi data yang disampaikan oleh pihak desa. Tim penilai juga memberikan kesempatan bagi masyarakat dan kader untuk menyampaikan testimoni langsung mengenai manfaat program di lapangan.
- Advertisement -
Desa Pesu menonjolkan beberapa capaian penting. Pelaksanaan Bangga Kencana terintegrasi dengan layanan kesehatan dasar dan penyuluhan KB sehingga partisipasi meningkat. Program BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), dan BKL ( Bina Keluarga Lansia) berjalan rutin dengan kader lokal yang mendapat pelatihan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembinaan keluarga di berbagai rentang usia. UPPKA fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, dan pembentukan kelompok usaha bersama.
Kolaborasi lintas sektor antara dinas terkait, puskesmas, dan lembaga swadaya masyarakat memperkuat pelaksanaan program. Dokumentasi kegiatan, data capaian, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi bukti nyata yang ditampilkan kepada tim penilai. Inovasi lokal seperti pelatihan kewirausahaan berbasis potensi desa dan program pemasaran produk UPPKA mendapat perhatian khusus sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga.
Kepala Desa Pesu, Budi Hartono menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang selama ini turut berkontribusi dalam pengembangan Kampung KB di wilayahnya. Ia mengatakan, Desa Pesu terus berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi guna meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kami berharap melalui penilaian ini Desa Pesu mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi contoh dalam pelaksanaan program Kampung KB di Kabupaten Klaten maupun tingkat Provinsi Jawa Tengah,” katanya. Kepala desa menegaskan bahwa komitmen pemerintah desa tidak hanya pada saat lomba, melainkan pada upaya berkelanjutan untuk memperkuat layanan kesehatan reproduksi, pembinaan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi. Ia juga menambahkan rencana penguatan sistem pencatatan, peningkatan frekuensi pelatihan kader, serta pengembangan jejaring pemasaran produk UPPKA agar manfaat program lebih terasa oleh seluruh keluarga.
Kepala Dinas Dissop3appkb Klaten, Puspo Enggar Hastuti, berharap Desa Pesu menjadi model replikasi di Kabupaten Klaten. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader, peningkatan kualitas data, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan. “Kami berharap inovasi lokal yang telah berjalan di Desa Pesu dapat dikembangkan dan direplikasi di desa lain. Pemerintah kabupaten akan mendorong sinergi antar OPD, memperkuat monitoring, dan memberikan pendampingan teknis agar program ini berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.
- Advertisement -
Enggar menambahkan bahwa rekomendasi dari tim penilai provinsi harus dimanfaatkan untuk memperbaiki aspek teknis dan manajerial, termasuk mekanisme pelaporan, indikator keberlanjutan, serta strategi pembiayaan mikro yang inklusif. Ia juga mendorong penguatan kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga keuangan mikro untuk membuka akses modal bagi kelompok UPPKA sehingga usaha keluarga dapat tumbuh dan menyerap tenaga kerja lokal.
Pelaksanaan Kampung KB di Desa Pesu diharapkan memberikan dampak nyata berupa peningkatan akses pelayanan KB, peningkatan kapasitas kader, dan penguatan ekonomi keluarga. Dukungan lintas sektor di tingkat kecamatan dan kabupaten diharapkan terus diperkuat agar program dapat ditingkatkan skalanya dan direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Klaten.
Penilaian ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus mempromosikan praktik baik. Hasil penilaian akan diumumkan oleh panitia provinsi setelah proses verifikasi selesai, dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan memperkuat langkah pembinaan serta pengembangan Kampung KB di Jawa Tengah.
- Advertisement -
( Pitut Saputra )

