Ngalap Berkah di Punden Mbah Jenggot, Keramatnya Surabaya

Foto : Punden Mbah Jenggot di Dukuh Kuwukan Kec. Sambikerep Surabaya Barat, destinasi wisata religi pilihan.
Surabaya, Chanel7.id/news – Surabaya Barat memilik tempat keramat. Punden Mbah Jenggot dipercaya merupakan Petilasan Raden Iman Sudjono, digunakan warga untuk berdoa dan ngalap berkah. Suasana mistis dan wingit masih terasa meskipun tempatnya berdekatan dengan pemukiman.
Mbah Jenggot atau Raden Imam Sudjono adalah tokoh yang memiliki hubungan sejarah dengan tempat keramat Kraton Gunung Kawi di Malang.

Baca juga : Indramayu Miliki Kawasan Wisata Menarik Untuk Dikunjungi Para Wisatawan
Petilasan Mbah Jenggot di Kampung Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambi Kerep, Kota Surabaya ini bisa menjadi destinasi wisata religi pilihan.
Muhari, salah satu tokoh dan sesepuh Kampung Dukuh Kuwukan menjelaskan, bahwa bangunan yang mirip tempat berdoa, beserta sendang atau telaganya, dipercaya merupakan tempat Raden Imam Sudjono atau dikenal dengan nama Mbah Jenggot singgah dan menetap sebelum melanjutkan pengembaraannya ke Gunung Kawi.
Baca juga : Jembatan Suramadu Destinasi Wisata Pilihan Penghubung 2 Pulau
“Setelah dari sini (Kuwukan) beliau melanjutkan perjalanan, dan dimakamkan di daerah Gunung Kawi,” jelas Muhari Minggu, (11/2/2024).

Mbah Jenggot oleh warga sekitar, dipercaya sebagai nenek moyang dan orang pertama yang babat alas Kampung Dukuh Kuwukan.
“Punden Mbah Jenggot ini keramat mas, wingit, digunakan oleh warga untuk kepentingan Nazar, misalnya ada anak yang sakit, keluarga berdoa di sana, kalau sembuh akan memenuhi nazar begini dan begitu,” papar Muhari.
Baca juga : Patroli Obyek Wisata, Polsek Pujut Berikan Rasa Aman dan Nyaman Kepada Pengunjung
Peziarah biasanya melakukan ritual dengan menebar uang koin dipinggiran telaga tersebut, seraya merapal doa.
Punden Mbah Jenggot ramai dikunjungi warga pada hari-hari dan bulan-bulan tertentu. Seperti pada saat menjelang bulan puasa.
Punden mbah Jenggot itu selalu dikunjungi pejabat secara rutin, sebagai rangkaian acara sedekah bumi yang dilaksanakan setiap tahun di Dukuh Kuwukan. Tempat keramat itu, hingga kini mendapatkan perawatan yang baik dari warga setempat.
®Pegas
