KLATEN, CHANEL7.ID – Pada peringatan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80, berbagai daerah menggelar lomba tradisional untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan. Di antara berbagai kegiatan perayaan itu, Cokro River Tubing tampil menggelar serangkaian kegiatan di bawah grojogan sungai Pusur yang mengalir di Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Cokro (16/08/2025)
Ini adalah kegiatan perlombaan yang tak kalah menarik perhatian dari rangkaian perlombaan unik yang digelar di berbagai daerah. Para pemuda setempat memadukan adrenalin dan kearifan lokal lewat Cokro River Tubing, sambil menghadirkan ragam atraksi mulai dari tepuk bantal hingga panjat tebing. Suasana kampung penuh tawa dan decak kagum seolah menghadirkan kembali gigihnya perjuangan para pahlawan pendahulu.
Pemuda umum dan warga sekitar dibagi dalam beberapa tim yang menyemarakkan area tepi Sungai Pusur. Lomba tepuk bantal memacu kelincahan dan ketangkasan anak-anak, sementara panjat tebing menantang keberanian remaja dan dewasa. Setiap lantunan sorak Sorai penonton mengingatkan kita akan kerja sama yang pernah bertumbuh dalam kalbu pejuang kemerdekaan. Lewat gelaran sederhana, esensi pantang menyerah dan solidaritas terpancar nyata, membuktikan bahwa kegembiraan bisa membangkitkan semangat berjuang di segala zaman.
Para peserta tampak bersemangat menjalani setiap tantangan. Musik perjuangan mengiringi langkah mereka, menciptakan irama yang memacu adrenalin. Wajah-wajah ceria dan sorot mata penuh tekad menyerupai gambaran perjuangan abad lalu, dimana tiap langkah kecil punya makna besar. Dialog ringan antar tim sesekali tercium, menguatkan nilai kebersamaan di samping kompetisi yang berlangsung. Warna-warni bendera merah putih berkibar di latar pepohonan hijau, mengingatkan tujuan utama perayaan, memupuk cinta tanah air.
Puncak keseruan disuguhkan lewat lomba panjat pinang yang dipasang tepat di bawah aliran deras Sungai Pusur. Bambu tinggi diolesi oli untuk menambah tantangan, memaksa setiap tim mencari strategi paling efektif. Air terjun kecil mencipratkan kesejukan, seolah menguji ketangguhan peserta dalam menghadapi rintangan tak terduga. Suasana basah dan licin semakin menguji kekompakan tim, karena satu kesalahan sekecil apa pun bisa membuat seluruh usaha melorot kembali.
Setiap tim terdiri atas tiga orang dewasa atau empat orang anak-anak, yang bekerja sama mendapatkan hadiah yang ditancapkan di puncak bambu. Peran para peserta untuk meraih bendera merah putih terlihat begitu antusias, sementara anak-anak menempati posisi rawan keberuntungan, namun penuh keceriaan. Kebersamaan antar generasi ini menjadi daya tarik tersendiri, menyimbolkan warisan semangat juang yang berlanjut dari orang tua ke anak.
Tim yang berhasil mengambil bendera yang tertancap di atas bambu dan mengibarkan bendera dan mengibarkannya otomatis berhak atas hadiah utama berupa uang tunai senilai 500 ribu rupiah. Selain itu, setiap anggota tim memperoleh enam amplop berisi beragam hadiah hiburan, mulai dari uang tunai 100 ribu hingga 300 ribu rupiah sampai souvenir menarik. Mekanisme pembagian amplop di pilih sendiri para peserta yang berhasil mencapai puncak dan meraih amplop amplop yang tergantung di sana, menciptakan ketegangan positif, di mana rasa penasaran dan kebahagiaan berbaur dalam setiap tantangan yang ada.
Salah seorang Wakil Ketua DPRD Klaten, Bahtiar Joko Widagdo, S.P , yang ikut menyaksikan jalannya perlombaan dengan penuh antusiasme, memuji esensi filosofi yang terkandung dalam lomba panjat pinang licin di bawah air terjun. Menurutnya, generasi muda perlu meneladani semangat pantang menyerah yang tercermin saat satu sama lain saling menopang dan berstrategi mencapai puncak. “Inilah bentuk nyata perpaduan kegigihan, kerja sama, dan visi bersama untuk mencapai mimpi,” ujarnya di sela-sela sorak penonton.
Bahtiar Joko Widagdo, S.P , yang akrab dipanggil Bahtiar Koko menambahkan bahwa kegiatan positif semacam ini turut memperkuat identitas masyarakat dan nama baik keluarga, lingkungan, serta daerah. Bukan sekadar seremonial HUT RI, lomba juga sarat pesan moral tentang bagaimana merangkai langkah bersama demi kemajuan. Harapannya, momentum sederhana ini mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan keberanian mengambil resiko dalam mencapai tujuan besar bangsa.
Suasana sorak sorai penonton melengkapi kemeriahan lomba, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Tepuk tangan bergemuruh setiap kali tim melesat dan sorot mata haru kala peserta berhasil menahan napas sebelum mencapai puncak. Kerumunan muda tua bak gelombang kecil yang setia memberi semangat tanpa henti. Meski hadiah bukan tujuan utama, kebahagiaan terpancar dari rasa terhubung satu sama lain dalam sebuah perayaan.
Dibalik kesederhanaan lomba, tersimpan makna mendalam tentang solidaritas dan kerja keras bersama. Lomba panjat pinang di bawah derasnya aliran sungai ini bukan sekadar permainan, melainkan simbol bagaimana setiap langkah perjuangan butuh dukungan orang lain. Bambu licin adalah tantangan nyata yang mewakili kondisi tak terduga dalam kehidupan, namun bila dihadapi dengan kompak, puncak kemenangan dapat diraih.
Panitia Cokro River Tubing berharap atraksi budaya ini mampu memperkenalkan Cokro River Tubing di OMAC Cokro ke khalayak luas. Kehadiran wisatawan semakin meningkat tatkala mereka mengetahui tradisi lokal dipadukan dengan petualangan arung jeram. Kearifan lokal seperti panjat pinang di bawah air terjun menjadi daya tarik unik yang tidak ditemui di obyek wisata lain. Semangat pantang menyerah dan kebersamaan ini menjadi warisan budaya yang layak dilestarikan dan dipromosikan.
Menjelang sore, seluruh rangkaian lomba selesai digelar dan berganti dengan simulasi upacara bendera yang akan dilaksanakan besok pagi di tempat yang sama. Panitia mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bergabung, mengenang jasa para pahlawan, serta merayakan kemerdekaan dengan khidmat. Harapan bersama, tentang kebersamaan semakin menjalar ke momen resmi esok, mempererat rasa cinta tanah air di hati setiap warga.
Dari OMAC Cokro, cerita inspiratif dan edukatif terbentuk lewat gemuruh tawa, tetes keringat, serta gemercik air Pusur. Panjat pinang di bawah derasnya aliran sungai menyuguhkan makna perjuangan yang relevan bagi anak muda zaman now. Terima kasih kepada Pak Ipunk Ngantilalicaraneturu Tour guide Community yang telah mengajak kami menyaksikan keseruan lomba ini dan menggugah rasa bangga dalam setiap langkah perjuangan di hari kemerdekaan.
®Pitut Saputra

