KLATEN, CHANEL7.ID – Sebagai bagian dari persiapan Lomba Kreativitas Mewarnai Anak Piala Bupati dan Wakil Bupati Klaten, pertemuan koordinasi telah dilaksanakan di Sanggar Mewarnai Dunia, Palar, Trucuk, Klaten (28/04/2025).
Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pengurus dari kepanitiaan pelaksana diantaranya Thomas Ketua Sanggar Mewarnai Dunia, Ririn dan Arum Perwakilan manajemen pemasaran Koito Resto Group, Dinda Purwanti Perwakilan Dewan Pendidikan dan pengajar TK, Nurbertus Trisno Nugroho, Pembimbing Sanggar Mewarnai Dunia dan Pitut Saputra Guru Pembina Melukis Sanggar Mewarnai Dunia
Kesepakatan dalam Pertemuan:
1.Kategori ABK digabung ke dalam satu kelas umum untuk menciptakan suasana kompetitif yang inklusif.
2.Penjurian dilakukan oleh tiga juri yang bertugas menilai kategori TK, SD, dan ABK.
3.Peserta mendapatkan fasilitas snack, souvenir, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
4.Setiap kelas memiliki tiga juara utama dan tiga nominasi juara harapan, sedangkan kategori ABK memiliki tiga nominasi “Karya Terbaik” dan tiga nominasi “Karya Terpilih”.
5.Media lomba berupa crayon dan pensil warna diatas kertas, dengan peralatan yang dibawa sendiri oleh peserta.
Thomas, Ketua Sanggar Mewarnai Dunia, menyambut antusias pertemuan ini, terutama karena adanya kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk berpartisipasi.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga momen bagi anak-anak ABK untuk menunjukkan bakat mereka. Seni adalah ekspresi universal yang bisa dinikmati semua orang, dan kami senang bisa menjadi bagian dari acara ini,” ujarnya.
Jamed Resto akan jadi tuan rumah dari gelaran Lomba Kreativitas Mewarnai dalam Rangka Hardiknas, pada 18 Mei 2025 mendatang di Delanggu, Klaten. Sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jamed Resto Delanggu adalah satu cabang dari Koi Resto Farm, Klaten, yang akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Mewarnai Anak tersebut dengan Piala Bupati dan Wakil Bupati Klaten sebagai apresiasi bagi para pemenang.
Menurut Ririn, perwakilan dari manajemen pemasaran Koito Resto Group, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kreativitas anak sebagai bagian dari pendidikan.
“Kami ingin Hardiknas tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar berdampak bagi anak-anak. Kreativitas adalah bagian penting dari pendidikan, dan lomba ini bertujuan membuka ruang bagi mereka untuk berkreasi tanpa batas,” ujar Ririn.
Ia juga berharap Dinas Pendidikan turut membantu mendelegasikan sekolah-sekolah untuk ikut serta, sehingga lebih banyak anak untuk ikut mendapat kesempatan berpartisipasi.
“Kami ingin melibatkan lebih banyak anak melalui partisipasi sekolah. Dukungan dari Dinas Pendidikan akan memperluas jangkauan acara ini,” tambahnya.
Sistem Lomba dan Penghargaan:
1.Tanggal Pelaksanaan: Minggu, 18 Mei 2025, mulai pukul 08.00 pagi hingga selesai di Jamed Resto Delanggu.
2.Biaya Pendaftaran: Rp 50.000 per kelas.
3.Fasilitas untuk Peserta: Snack, souvenir, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
4.Kategori dan Penghargaan.
5.Setiap kelas (TK & SD): Tiga juara utama dan tiga nominasi juara harapan.
6.Kategori ABK: Tiga nominasi “Karya Terbaik” dan tiga nominasi “Karya Terpilih”.
7.Ketentuan Teknis:
Media yang digunakan adalah crayon dan pensil warna diatas kertas.
8.Peserta membawa peralatan sendiri untuk pelaksanaan perlombaan.
Menurut Ririn, tujuan utama lomba ini adalah memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak, sekaligus mendorong mereka untuk lebih percaya diri dengan hasil karya mereka.
“Seni mewarnai bukan hanya tentang mengisi gambar, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak mengembangkan imajinasi dan memahami warna sebagai bentuk komunikasi,” jelasnya.
Ke depan, Jamed Resto Delanggu juga akan membuka lebih banyak kegiatan edukatif, termasuk outing class untuk sekolah-sekolah di sekitar Klaten.
Harapan Penyelenggara: Kreativitas sebagai Bagian Penting dari Pendidikan
Sebagai bagian dari Koito Resto Group, Ririn melihat potensi besar dalam kegiatan berbasis seni untuk membangun karakter anak sejak dini.
“Kami percaya bahwa kreativitas adalah elemen penting dalam pendidikan yang sering terabaikan. Padahal, ini adalah fondasi dari berbagai keterampilan lain seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan inovasi. Lomba ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membuka perspektif baru bagi anak-anak melalui seni,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas seni dan instansi pendidikan, kompetisi ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang semakin memperkuat semangat kreativitas dan pembelajaran bagi generasi muda.
Hardiknas tahun ini akan lebih berwarna dan bermakna melalui ajang kreativitas yang menginspirasi.
®Pitut Saputra

