KLATEN, CHANEL7.ID –
Klaten, sebuah kabupaten yang kaya akan warisan budaya dan lanskap pedesaan di Jawa Tengah, akan menjadi tuan rumah Klaten International Cycling Festival (Klicfest) yang akan berlangsung pada 17–24 Mei 2026. Puncak akademis dari rangkaian acara ini adalah International Cycling History Conference (ICHC) ke-35, sebuah forum internasional yang sejak 1990 mempertemukan sejarawan, peneliti, kolektor, desainer, dan penggemar sepeda dari seluruh dunia. Terpilihnya Klaten sebagai tuan rumah ICHC menandai momen penting, bukan sekadar perayaan sepeda, melainkan peluang strategis untuk menempatkan Klaten pada peta dunia sebagai destinasi budaya, riset, dan pariwisata bersepeda (16/05/2026).
Konferensi dan Tema
ICHC ke-35 akan berlangsung selama tiga hari penuh dengan rangkaian presentasi ilmiah, diskusi panel, lokakarya, dan kunjungan lapangan ke situs-situs warisan lokal. Tema yang diusung, “Budaya bersepeda, menjembatani sejarah, kemanusiaan, dan keberlanjutan”, menegaskan bahwa sepeda lebih dari alat transportasi, ia adalah simbol perubahan sosial, inovasi teknologi, dan praktik hidup berkelanjutan. Para peserta diharapkan membawa perspektif lintas-disiplin yang mengaitkan sejarah material sepeda, desain, praktik komunitas, hingga kebijakan mobilitas ramah lingkungan.
Rangkaian Festival Publik
- Advertisement -
Rangkaian acara publik melengkapi agenda akademis. Setelah sesi konferensi, festival berlanjut dengan International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally, rute bersepeda yang menelusuri lanskap budaya di sekitar Candi Prambanan dan Candi Sewu, beserta All Bike Classic Day Out, festival komunitas yang menampilkan pameran sepeda klasik, parade kostum, lokakarya restorasi, dan pasar kreatif. Pengunjung dapat menikmati perpaduan antara kajian sejarah, estetika sepeda klasik, dan pengalaman wisata budaya yang otentik. Program ini dirancang untuk menarik wisatawan domestik dan internasional sekaligus memberi ruang bagi komunitas lokal untuk berpartisipasi aktif.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Dampak penyelenggaraan acara ini bagi Klaten bersifat multidimensi. Dari sisi ekonomi, festival diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong perputaran ekonomi di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan kerajinan lokal. Bazar dan pameran memberi ruang bagi pengrajin sepeda, pembuat aksesori, serta pelaku ekonomi kreatif untuk memamerkan karya mereka kepada audiens global. Secara sosial, keterlibatan sekolah, komunitas sepeda lokal, dan relawan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap acara, sekaligus membuka peluang pendidikan tentang sejarah dan konservasi warisan budaya.
Keberlanjutan dan Pendidikan
Penyelenggaraan Klicfest 2026 menonjolkan nilai-nilai keberlanjutan. Rute-rute bersepeda dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan pada situs-situs bersejarah, sementara lokakarya membahas peran sepeda dalam mengurangi jejak karbon dan memperkuat mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan. Program edukatif untuk pelajar dan masyarakat setempat akan memperkenalkan sejarah sepeda serta pentingnya konservasi warisan budaya, sehingga manfaat acara ini diharapkan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
- Advertisement -
Pernyataan Bupati Klaten
Pernyataan Bupati Klaten menjadi Inti pesan, Hamenang Wajar Ismoyo, menempatkan inti visi penyelenggaraan Klicfest dan ICHC ke-35 dalam satu pernyataan yang tegas, “Acara ini bukan hanya tentang sepeda, ini tentang bagaimana kita merawat sejarah, memperkuat komunitas, dan membangun masa depan yang lebih hijau,” ujarnya. Kalimat itu merangkum tiga tujuan strategis, yakni pelestarian warisan budaya, penguatan kohesi sosial, dan komitmen terhadap keberlanjutan, yang menjadi landasan kebijakan daerah dalam menyambut delegasi internasional dan publik global.
Ajakan dan Harapan
- Advertisement -
Lebih dari sekadar retorika, Bupati Hamenang turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif, menyambut tamu dengan keramahan, menjaga kebersihan, dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sehingga Klaten bisa menjadi tuan rumah yang berkesan. Harapannya jelas, para peserta membawa pulang cerita tentang Klaten, nama daerah semakin dikenal, dan kunjungan wisata meningkat, sebuah visi pembangunan lokal yang menghubungkan manfaat ekonomi kreatif dengan tanggung jawab budaya dan lingkungan.
Pengalaman bagi Peserta dan Pengunjung
Bagi peserta konferensi yang berasal dari berbagai negara, agenda kedepan akan dipenuhi dengan presentasi penelitian, diskusi panel tematik, dan lokakarya praktis tentang konservasi sepeda klasik serta desain berkelanjutan. Kunjungan lapangan ke museum lokal, bengkel restorasi, dan situs cagar budaya memberi konteks nyata bagi diskusi akademis. Sementara itu, wisatawan dan komunitas lokal dapat menikmati parade sepeda klasik, kompetisi restorasi, pertunjukan seni tradisional, dan pasar kuliner yang menampilkan cita rasa khas Klaten.
Warisan Generasi Mendatang
Ketika roda-roda berputar di jalan-jalan bersejarah Klaten, mereka mengangkut lebih dari sekadar pengendara, mereka membawa cerita masa lalu yang terpatri di batu candi, harapan untuk masa depan yang lebih hijau, dan semangat kolektif untuk merawat bumi, di setiap kayuhan terjalin kenangan, kebersamaan, dan tekad untuk menjadikan mobilitas berkelanjutan sebagai warisan yang diwariskan kepada generasi mendatang.
@ Pitut Saputra

