YOGYAKARTA, CHANEL7.ID – Kabar penting datang dari Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB). Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerima permohonan audiensi yang diajukan organisasi pengemudi ojek online tersebut. Wuri Rahmawati mengatakan pada Jurnalis, bahwa Konfirmasi resmi diberikan melalui komunikasi antara perwakilan FOYB dan pihak Kemenkomdigi, yang menyatakan bahwa Dirjen berkenan menerima delegasi FOYB, pada pertemuan tatap muka yang dijadwalkan di Jakarta pada Selasa, 30 September 2025 pukul 10.00–11.00 WIB. “ terangnya. Keputusan untuk menggelar audiensi secara langsung ini menandai titik penting dalam upaya advokasi pengemudi ojol yang selama ini menuntut kepastian dan perlindungan hak ekonomi mereka (25/09/2025).
Latar Belakang dan Isi Permintaan FOYB
Lebih lanjut Wuri mengatakan, “Sejak beberapa waktu lalu FOYB aktif menyuarakan dua isu utama. Pertama, organisasi ini menanyakan progres pemanggilan pihak Grab oleh Kemenkomdigi terkait praktik bisnis dan kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan pengemudi. Kedua, FOYB meminta kepastian jadwal audiensi agar aspirasi para driver dapat disampaikan secara formal ke tingkat kementerian. Komunikasi terbaru menunjukkan bahwa kedua hal tersebut mendapat respons nyata, selain jadwal audiensi, FOYB juga diminta mengkonfirmasi kehadiran delegasi.” papar Wuri
FOYB selama ini menyoroti satu tuntutan sentral yang menyentuh langsung pendapatan pengemudi, penghapusan biaya langganan pada program layanan Grabbike Hemat berbayar. Biaya langganan tersebut dinilai membebani pengemudi yang pendapatannya fluktuatif dan sering kali tipis setelah memotong biaya operasional harian. Bagi banyak driver, biaya berlangganan mengurangi margin keseluruhan dan menambah ketidakpastian pendapatan.
Persiapan dan Koordinasi Lokal
Menanggapi undangan tersebut, Wuri Ketua umum FOYB bergerak cepat untuk mempersiapkan delegasi yang akan berangkat ke Jakarta. Ketua dan pengurus diminta memonitor perkembangan administratif dan logistik, mulai dari konfirmasi peserta, pengaturan perjalanan, hingga materi tuntutan yang akan disampaikan. Sebagai langkah koordinasi, FOYB juga berkomunikasi intensif dengan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY untuk memfasilitasi jalur komunikasi dan dukungan lokal.
Awalnya terdapat opsi pertemuan daring melalui Zoom untuk memudahkan proses dan menjangkau lebih banyak perwakilan, namun pihak Kemenkomdigi menegaskan bahwa pertemuan harus dilakukan secara tatap muka. Keputusan ini membuka peluang bagi FOYB untuk menyampaikan argumen secara langsung, memperlihatkan dokumentasi, dan memperkuat pesan kolektif mereka di hadapan pejabat kementerian.
Makna Audiensi bagi Gerakan Pengemudi Ojol
Bagi Wuri “Audiensi tatap muka dengan Dirjen Kemenkomdigi bukan sekedar momen simbolis. Pertemuan ini memiliki potensi strategis untuk membuka dialog kebijakan antara regulator dan pekerja platform yang selama ini sering kali tidak terdengar. Jika berjalan efektif, audiensi dapat menjadi jalan bagi peninjauan praktik bisnis platform besar, penegasan hak-hak pengemudi, dan rumusan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja sektor digital.” ujarnya.
Bagi FOYB, audiensi ini adalah kesempatan untuk menempatkan isu penghapusan biaya langganan dalam kerangka perlindungan sosial dan keberlanjutan mata pencaharian. Selain tuntutan utama, delegasi FOYB berpotensi mengangkat rekomendasi terkait transparansi algoritma, mekanisme kompensasi ketika ada gangguan layanan, dan akses terhadap program jaminan sosial. Pendekatan yang terstruktur dan data dukung yang kuat akan menentukan seberapa jauh hasil audiensi dapat berbuah kebijakan konkrit.
Ajakan dan Harapan dari FOYB
FOYB telah meminta dukungan moral dan solidaritas dari seluruh driver ojol di Yogyakarta. Bentuk dukungan yang diminta mencakup doa, penyebaran informasi, dan semangat perjuangan agar suara pengemudi benar-benar tersampaikan pada tingkat nasional. Ketua FOYB menekankan pentingnya keberadaan delegasi yang kuat dan terkoordinasi serta penyusunan materi tuntutan yang ringkas, jelas, dan berbasis bukti untuk memperkuat posisi negosiasi.
Terakhir harapan yang disuarakan FOYB lebih jauh, adalah bahwa pertemuan dengan Kemenkomdigi akan membuka pintu dialog berkelanjutan antara regulator, platform, dan perwakilan pekerja. FOYB berharap kementerian tidak hanya mendengar, tetapi juga mendorong langkah-langkah pengawasan dan kebijakan yang melindungi kesejahteraan pengemudi dalam ekosistem layanan transportasi berbasis aplikasi.
Langkah Selanjutnya dan Ekspektasi Publik
Setelah konfirmasi kehadiran dikirimkan oleh FOYB, fokus organisasi akan beralih pada finalisasi agenda audiensi, penyusunan dokumen tuntutan, dan koordinasi logistik. FOYB juga akan terus berkomunikasi dengan Diskominfo DIY untuk memastikan dukungan lokal tetap mengalir. Publik dan para pemangku kepentingan diharapkan mengikuti perkembangan hasil audiensi yang berpotensi mempengaruhi jutaan pengemudi dan pengguna layanan.
Wuri menegaskan “Audiensi ini merupakan momen yang patut diikuti dengan harapan realistis. Keberhasilan tidak hanya diukur dari janji-janji, tetapi dari langkah konkret yang diterjemahkan menjadi perubahan kebijakan dan praktik. Untuk itu, pengawalan publik dan soliditas solidaritas driver akan tetap menjadi faktor penentu agar suara pekerja platform tidak hilang di ruang negosiasi.” tegasnya
FOYB dan seluruh driver yang diundang memiliki keyakinan kuat untuk tetap bersiap, terorganisir, dan optimis bahwa pertemuan ini dapat membawa langkah maju bagi keadilan ekonomi pengemudi ojol di Indonesia.
®Pitut Saputra

