JABAR, CHANEL7.ID – Kunjungan Kang Dedi Mulyadi (KDM) ke Yogyakarta memicu gelombang penolakan dari pelaku wisata lokal. Gubernur Jawa Barat itu disambut dengan spanduk-spanduk bernada sindiran di sejumlah titik strategis, menyusul kebijakan kontroversialnya yang melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya.
Kebijakan Larangan Study Tour Jadi Pemicu, KDM sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra yang melarang sekolah di Jawa Barat mengadakan study tour ke luar daerah. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak relevan dengan kurikulum dan berpotensi membebani orang tua siswa secara ekonomi.
Namun kebijakan ini berdampak langsung pada sektor pariwisata di Yogyakarta, yang selama ini menjadi tujuan utama rombongan pelajar dari Jawa Barat. Menurut pelaku wisata, pembatalan massal dari sekolah-sekolah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.
Dampak Ekonomi: Ratusan Juta Rupiah Melayang, Asosiasi pelaku wisata di Sleman menyebutkan bahwa sekitar 35% pesanan wisata dari Jawa Barat dibatalkan. Total uang muka yang harus dikembalikan kepada konsumen mencapai Rp700 juta. Banyak pelaku UMKM, pemandu wisata, dan penyedia transportasi lokal yang terdampak langsung.
Aksi Simbolik: Spanduk Sindiran di Ring Road Utara, Saat KDM menghadiri acara Konser Kebangsaan di Sleman pada 5 Agustus, sejumlah spanduk terpampang di sepanjang Ring Road Utara dan jalur menuju lokasi acara. Beberapa di antaranya bertuliskan:
– “Selamatkan Pariwisata dari Gubernur Pencitraan KDM”
– “KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar Karena Ulahmu!!!”
Spanduk tersebut menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Sebagian mendukung kebijakan KDM sebagai bentuk efisiensi pendidikan, sementara lainnya menilai kebijakan tersebut merugikan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Respons Pelaku Wisata, Forum Wisata Jogja Jateng disebut-sebut berada di balik aksi tersebut, namun beberapa asosiasi wisata membantah keterlibatan resmi. Mereka menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk spontanitas dari pelaku usaha yang merasa terancam.
Menurut informasi yang dihimpun, Kunjungan KDM ke Jogja yang semula bertujuan mempererat hubungan antar daerah justru menjadi sorotan karena dampak kebijakan yang meluas. Polemik ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang keseimbangan antara kebijakan pendidikan dan keberlangsungan ekonomi lokal.
®Yusef

