ENDE, CHANEL7.ID – Bukannya menjadi panutan, seorang Kepala Dusun (Kadus) di Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, justru menjadi pemantik kegaduhan di tengah masyarakat. Kepala Dusun Nioniba bernama Idihari diduga menghasut sejumlah warganya untuk mengadukan salah satu fungsionaris adat Suku Kebhi ke Kabupaten Ende.
Belum diketahui secara pasti pihak mana di Ende yang menjadi tujuan pengaduan tersebut. Namun, aksi Idihari disebut-sebut berkaitan dengan ketidakpuasannya terhadap Stefanus Mbera, salah satu fungsionaris adat Suku Kebhi, yang dianggap tidak adil dalam menerapkan kewajiban adat penyerahan upeti berupa ayam, uang, dan moke dalam pelaksanaan ritual Po’o.
Ritual Po’o sendiri merupakan tradisi penting Suku Kebhi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan leluhur sekaligus permohonan turunnya hujan. Setiap warga yang menggarap kebun atau sawah di atas tanah milik Suku Kebhi diwajibkan berpartisipasi dalam ritual tersebut.
Menurut informasi yang diterima jurnalis dilokasi, sebagian besar warga yang berhasil dihasut oleh Idihari untuk turut serta dalam pengaduan adalah perempuan.
- Advertisement -
Selain isu penghasutan, Idihari juga pernah tersandung dugaan penyalahgunaan dana pembangunan Masjid Nurul Akbar Nioniba, yang berujung pada penurunan paksa dirinya dari jabatan Imam Masjid oleh warga setempat. Warga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memanggil dan memeriksa Idihari terkait pertanggungjawaban penggunaan dana pembangunan masjid tersebut.
Kepala Desa Kebirangga, Yoakim Sumbi, mengaku sama sekali tidak mengetahui keberangkatan Idihari bersama sejumlah warga ke Ende.
“Saya tidak tahu kalau mereka pergi ke Ende untuk mengadukan fungsionaris adat dan warga Nioniba. Sebagai kepala wilayah, saya sangat menyayangkan tindakan itu,” ujar Yoakim kepada CHANEL7.ID, Senin (20/10/2025).
Yoakim menegaskan, urusan adat semestinya diselesaikan melalui mekanisme adat yang berlaku.
“Kalau pun pengaduannya ditujukan kepada bupati, pada akhirnya akan kembali juga ke lingkaran penyelesaian secara adat. Jadi seharusnya bisa dibicarakan baik-baik di tingkat kampung,” tambahnya.
- Advertisement -
Dihubungi terpisah, fungsionaris adat Suku Kebhi, Stefanus Mbera, mengaku terkejut dengan adanya pengaduan ke pemerintah daerah.
Menurutnya, jika ada keberatan atas keputusan adat, seharusnya hal itu dibahas dalam forum adat, bukan dibawa ke pemerintah kabupaten, apalagi aparat penegak hukum.
“Sebagai kepala dusun, Idihari seharusnya menjadi contoh, bukan justru menciderai eksistensi Suku Kebhi dengan tindakan seperti ini,” tegas Stefanus.
- Advertisement -
Hingga berita ini diturunkan, Idihari belum berhasil dimintai keterangan.
HAK JAWAB:
Terkait Pemberitaan Dugaan Penyalahgunaan Dana Pembangunan Masjid Nurul Akbar Nioniba
®M Yasin

