KOTA BEKASI, CHANEL7.ID – Dalam rangka Pujawali Pura Agung Tirta Bhuana (PATB) Bekasi yang ke 59 tahun 2024, Panitia pujawali menggelar acara Baksos dan Bansos pada Minggu, 21/07/2024. Acara yang bersamaan dengan agenda ngayah umum pujawali kali ini melibatkan sekitar 800 orang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas, bahwa salah satu kegiatan yaitu Bakti Sosial (Baksos) pemeriksaan kesehatan yang digelar dari pagi hingga siang hari bekerja sama dengan Siloam Hospital Sepanjang Jaya Kota Bekasi, Apotik Ratna, para dokter di Banjar Bekasi, Palang Merah Indonesia, serta melibatkan Sekeha Teruna Teruni Yowana Bagassasi (STTYB) Bekasi.
Selain bakti sosial donor darah, Satgas Banjar Bekasi Peduli dipimpin oleh Ketua Satgas, Putu Hadiatmika, menyalurkan tali kasih berupa bea siswa bagi anak yatim piatu, dan bingkisan bagi keluarga pra sejahtera.
“Dalam kegiatan menjelang pujawali kali ini, Satgas Banjar Bekasi Peduli membagikan program bea siswa berjalan yang ke 3 utk periode Juli- September 2024 untuk membantu anak yatim – piatu dan keluarga prasejahtera yang ada di lingkungan Banjar Bekasi”, ujarnya.
- Advertisement -
Lebih lanjut Hadiatmika, tingkatan yang saat ini dibantu adalah mulai dari Sekolah Dasar – Sekolah Menengah Atas total sebanyak 27 orang.
Selain pemberian beasiswa, kegiatan Bansos disaksikan oleh tokoh FKUB juga memberikan santunan/bingkisan bagi warga prasejahtera yang tinggal di sekitaran PATB.
Salah seorang umat Hindu yang ikut terlibat dalam mendukung kegiatan dimaksud, I Wayan Paris, saat diwawancarai mengatakan bahwa pelaksanaan baksos dan bansos sebagai wujud nyata dari implementasi cinta kasih dalam ajaran Agama Hindu.
Wayan menjelaskan bahwa piodalan PATB ke 59 yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2024 mendatang, dimaknai sebagai momentum ajaran agama , salah satunya adalah Tri Hita Karana.

Lebih lanjut menurut sosok anggota Polri aktif di Bekasi ini juga menjelaskan bahwa konsep Tri Hita Karana dalam Agama Hindu mengajarkan untuk memperoleh hidup bahagia maka wajib untuk: pertama, menjaga keharmonisan hubungan kepada Ida Sang Hyang Widhi Washa atau Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya harmonis dan cinta kasih antar sesama manusia. Serta, menjaga keseimbangan dan merawat alam semesta baik secara skala maupun niskala.
- Advertisement -
“Dalam ajaran Tri Hita Karana disebutkan dengan Parahyangan, Pawongan dan Palemahan,” tutup Wayan Paris yang juga diketahui aktif ngayah sebagai pengurus Sub Banjar Narogong Bekasi.
- Advertisement -
®Biro Humas & Antar Lembaga : Dewa

