Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Jangan Asal “Yes Boss”: Tata Kawasan Pemerintahan Harus Tunduk Pada Hukum, Bukan Selera Pribadi
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Opini > Jangan Asal “Yes Boss”: Tata Kawasan Pemerintahan Harus Tunduk Pada Hukum, Bukan Selera Pribadi
Opini

Jangan Asal “Yes Boss”: Tata Kawasan Pemerintahan Harus Tunduk Pada Hukum, Bukan Selera Pribadi

®Pendapat Penulis.

Chanel7.id
Chanel7.id  - ©By.Redaksi Published Juli 31, 2025
Share
4 Min Read
Compress 20250731 174901 1002
Laporan Photo, Oleh Opik (Chanel7.id) Lebih ironis lagi jika pekerjaan awal seperti pembongkaran pagar PPS disebut-sebut menggunakan dana pribadi.
SHARE
Bagikan Berita

SUMEDANG, CHANEL7.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana mempercantik Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Kabid Cipta Karya, Hendra Nugraha, menyebut pagar akan dibongkar, taman diperindah, trotoar diperluas, dan wajah depan kawasan pemerintahan akan ditata ulang. Semua karena keinginan Bupati: agar PPS tampil lebih estetik di mata publik.

Niatnya boleh jadi mulia. Tapi persoalan pemerintahan bukan soal niat semata ini soal aturan, prosedur, dan akuntabilitas. Negara ini bukan milik perseorangan. Pemerintahan bukan panggung pertunjukan yang bisa dipoles seenaknya, apalagi atas dasar “perintah lisan” atau sekadar kehendak penguasa lokal.

Read More

Chanel7.id 3 13
Mayday dan Perjuangan Pekerja Lintas Sektor
Upaya Sadar Pria Dalam Perencanaan Keluarga
Praktisi Hukum Rembang Ingatkan Bahaya ASN Pimpin Ormas
Catatan Kecil Warga Untuk Polri Terkait Upaya Memulihkan Wibawa Institusi

Pemerintahan Bukan Panggung Feodalisme

Satu hal yang harus dipahami: aset negara bukan milik pribadi kepala daerah. Setiap jengkal tanah, tiap batu yang dipindah, dan setiap sen dana yang digunakan harus tunduk pada aturan hukum dan mekanisme resmi. Bila benar proyek ini dimulai tanpa Detailed Engineering Design (DED), tanpa proses perencanaan dan persetujuan anggaran, maka ini bukan sekadar kesalahan administratif. Ini adalah penyimpangan kekuasaan.

- Advertisement -

Lebih ironis lagi jika pekerjaan awal seperti pembongkaran pagar PPS disebut-sebut menggunakan dana pribadi. Ini bukan kebanggaan, ini alarm pelanggaran prinsip tata kelola pemerintahan. Negara ini tidak boleh dikelola dengan gaya patronase: siapa berkuasa, dia bebas menentukan.

Perencanaan Bukan Formalitas

UU No. 23 Tahun 2014 dan Permendagri No. 86 Tahun 2017 sudah sangat tegas: setiap pembangunan fisik wajib tertuang dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD. Harus ada kajian teknis, lelang terbuka, serta pengawasan DPRD dan BPK. Ini bukan formalitas birokrasi — ini adalah pagar etika dan hukum agar kekuasaan tidak liar.

Jika pagar bisa dibongkar tanpa DED, tanpa anggaran, hanya karena “maunya bupati”, maka ada satu pertanyaan krusial: di mana peran Dinas Teknis? Di mana suara DPRD? Di mana fungsi pengawasan internal?

Kalau semua hanya mengangguk dan mengeksekusi, maka birokrasi telah berubah dari pelayan publik menjadi pelayan pribadi kekuasaan.

- Advertisement -

CSR Bukan Uang Tak Bertuan

Menggunakan CSR sebagai pembenaran? Itu logika keliru. CSR bukan dana bebas pakai. Sesuai PP No. 47 Tahun 2012, dana CSR harus masuk dalam rencana pembangunan daerah dan diawasi penggunaannya. Bila dana CSR digunakan tanpa dokumen resmi, tanpa transparansi, itu tetap pelanggaran. Jangan bungkus ketidakteraturan dengan embel-embel “tanggung jawab sosial”.

CSR bukan celah untuk menghindari aturan. Mengandalkan CSR tanpa mekanisme adalah pengabaian akuntabilitas dan potensi celah korupsi terselubung, apalagi bila tidak ada audit publik.

- Advertisement -

Budaya “Asal Bapak Senang” Harus Diberantas

Birokrasi yang baik bukan yang cepat tunduk pada keinginan atasan, tapi yang berani meluruskan jalan ketika kuasa mulai menyimpang. Seorang kepala dinas yang hanya berkata “Siap, Pak”, tanpa bertanya “Apakah ini sudah sesuai aturan?” bukanlah pelayan publik, ia sedang mempertaruhkan martabat institusinya demi citra atasan.

Keindahan kota bukan alasan untuk melanggar prosedur. Estetika tidak boleh dibayar dengan amputasi akal sehat hukum. Jangan korbankan prinsip hanya demi proyek yang “cepat kelihatan hasilnya”.

Penutup: Hukum Harus Jadi Panglima, Bukan Selera

Tata ulang kawasan pemerintahan memang perlu. Tapi harus disusun, direncanakan, dan dilaksanakan secara sah, terbuka, dan bertanggung jawab. Pemerintahan yang sehat tidak dibangun dengan “inisiatif dadakan”, melainkan dengan prosedur yang rapi dan transparan.

Baik Sumedang dan daerah manapun harus waspada terhadap gejala “otoritarianisme kosmetik”, di mana estetika dijadikan tameng untuk menyembunyikan cacat prosedur. Jangan sampai taman yang indah tumbuh dari tanah yang dibasahi pelanggaran hukum.

 

©Disclaimer: Artikel Ini Berdasarkan Pendapatan Penulis.

 

 

 

®Opik

About Author

Chanel7.id

Chanel7.id

See author's posts

TAGGED: "Yes Bos", Hendra Nugraha, Kabid, Provinsi Jawa Barat Indonesia
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise0
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Compress 20250731 171439 9835 Revitalisasi Gapura Bali: Kesederhanaan yang Berbuah Kebermanfaatan
Next Article Compress 20250731 202030 0378 Penyamaran Polisi Wuhan Di Jakarta Selatan Terbongkar
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

IMG 20261012 164209
Pelantikan Wakil Bupati Klaten Jadi Titik Balik Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Berita Oktober 12, 2026
Compress 20261012 134605 5559
OMK Paroki Santo Mikhael Pangururan Raih Juara Umum Festival Mudifra Regio Tapanuli 2026
Daerah Oktober 12, 2026
Compress 20261009 230926 6523
Kapolres Samosir Temui RN di Dairi, Minta Maaf atas Dugaan Kekerasan oleh Oknum Polisi
Berita Oktober 9, 2026
IMG 20261009 164359
Sosialisasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana di Klaten Selatan
Daerah Oktober 9, 2026

Baca Juga

Chanel7.id 3 13
Opini

Mayday dan Perjuangan Pekerja Lintas Sektor

Mei 1, 2026 206 Views
IMG 20260414 WA0007
Opini

Upaya Sadar Pria Dalam Perencanaan Keluarga

April 13, 2026 7.9k Views
Compress 20260301 195423 3790
Opini

Praktisi Hukum Rembang Ingatkan Bahaya ASN Pimpin Ormas

Maret 1, 2026 9k Views
Compress 20260223 233212 2769
Opini

Catatan Kecil Warga Untuk Polri Terkait Upaya Memulihkan Wibawa Institusi

Februari 23, 2026 5.4k Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?