CIAMIS, CHANEL7.ID – SDN 3 Jelegong Desa Sukasari Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa Barat digeruduk SubKon dan supplier bersama dengan beberapa pekerja bangunan yang diduga belum mendapatkan bayaran dari CV Polos . Selasa 23-05-2023
karena tidak adanya titik temu dari polemik tersebut mereka berniat mengambil aset mereka yang belum dibayar yakni dengan membongkar bangunan sekolah tersebut
Menurut Dedi Cahyono (40) dirinya ingin membuktikan ucapannya untuk mengambil asetnya pada supplier dan para pekerja bahwa selama ini belum mendapatkan uang sepeser pun dari Herman (CV Polos)
” Saya ingin membuktikan ke supplier dan pekerja kalau selama ini belum dibayar, adapun uang yang Rp 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta) itu adalah uang muka selebihnya belum dibayar sepeser pun oleh Herman, sedangkan total uang yang harus dibayar Rp 360.000.000,-(Tiga Ratus Enam Puluh Juta) karena tidak ada solusi saya mau mengambil aset saya yang belum dibayar ” ungkapnya
Ditempat yang sama Patoni (38) selaku supplier mengaku dirinya juga belum mendapatkan pembayaran atas materialnya dari SubKon sehingga dia sepakat dengan apa yang akan dilakukan oleh Dedi cahyono
“Saya juga sama belum dibayar sepeserpun padahal nilainya Rp 168.000.000,-(Seratus Enam Puluh Delapan Juta) “ujarnya
Sementara Kepsek SDN 3 Jelegong Rosdianti dirinya merasa dibodohi oleh pihak CV Polos
” Saya merasa aneh ketika pihak CV Polos menanyakan pihak sekolah akan ngasih apa untuk kerugian pihak CV Polos” ujarnya
Ucapan Kepsek dibantah oleh Dedi ,
“rugi kenapa? kan dari awal juga pihak CV tidak mengeluarkan uang sepeser pun” bantahnya
Lebih lanjut Rosdianti menambahkan dirinya tidak pernah menerima uang untuk pemasangan WiFi, Listrik sampai pekerjaan selesai tidak kunjung dibayar,
” Saya tidak pernah menerima untuk pemasangan wifi senilai Rp 600 000,- ( Enam Ratus Ribu) ditambah bayaran bulanannya Rp 175 .000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu) selama 4 bulan,” katanya
“belum lagi listrik karena pakai pompa air sama selama 4 bulan , cuma ngasih uang 300 ribu melalui pak Asep (Guru) setelah dikasih tahu oleh Dedi bahwa dikwitansi tertulis nilai satu juta setengah, maka saya minta tambahan nya walaupun masih nombok. ” Pungkasnya
Sementara menurut informasi bahwa dinas pendidikan sudah membayar uang muka senilai Rp 90 juta.
🔴Dede S

