SUMUT, CHANEL7.ID – Memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Forum Silaturahmi (Forsi) menggelar bakti sosial berupa donor darah dan pemberian tali asih kepada kaum duafa di Aula Sampali Bangkit, Kompleks Kantor Desa Sampali, Jalan Irian Barat No. 1, Dusun XX, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Langkat tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hingga kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 100 orang telah mendonorkan darahnya. Panitia dan petugas PMI pun berharap partisipasi warga terus meningkat guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah.
“Kami masih menunggu warga Sampali untuk datang mendonorkan darahnya,” ujar salah seorang petugas PMI di sela-sela kegiatan.
Sejak pukul 08.15 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk mendaftarkan diri dan menjalani tahapan pemeriksaan sebelum mendonorkan darah. Para peserta menunggu giliran di Aula Sampali Bangkit yang menjadi pusat kegiatan sosial tersebut.
Acara resmi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, diawali sambutan pembawa acara dan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat ketika para kaum duafa yang hadir turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ketua Forsi, Irawan, mengatakan bahwa bakti sosial tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sengaja dilakukan lebih awal karena adanya kesempatan yang baik untuk menggelar aksi sosial bersama masyarakat.
“Sebagai wujud kasih sayang kita sebagai satu bangsa dan satu tanah air, dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kegiatan ini kami laksanakan lebih awal karena hari ini ada kesempatan yang baik,” ujar Irawan.
Ia menjelaskan, kegiatan donor darah dan pemberian tali asih kepada kaum duafa bukanlah aksi sosial pertama yang dilakukan Forsi. Sejak dibentuk pada 9 Februari 2019, organisasi tersebut terus berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Irawan menegaskan, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan kegiatan sosial. Selama masih ada waktu, kesempatan, dan kemampuan, Forsi berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
“Ke depan, kegiatan Forsi akan terus kita lakukan meskipun dengan keterbatasan yang ada. Kapan pun ada waktu dan kesempatan, kita akan berupaya mengadakan bakti sosial,” katanya.
Ia juga memohon dukungan dan doa masyarakat agar Forsi dapat terus menjalankan berbagai kegiatan sosial serta memperluas manfaatnya bagi warga yang membutuhkan.
“Kami dari pengurus Forsi memohon dukungan dan doa masyarakat agar kami tetap bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia pun berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar Forsi dapat terus menjalankan kegiatan sosial serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua Panitia, Dedy, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sampali beserta jajaran yang telah menyediakan tempat dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai, peringatan Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan melalui tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Atas nama keluarga besar Forsi, kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sampali yang telah menyediakan tempat dan memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap kegiatan bakti sosial ini memberikan manfaat bagi kaum duafa di lingkungan kita sekaligus menjadi momentum untuk merenungkan kembali makna Sumpah Pemuda,” kata Dedy.
Dedy turut mengapresiasi kehadiran dan dukungan komunitas Pujakesuma Family serta Srikandi Jelita. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pendonor darah, khususnya ibu-ibu warga Sampali, serta kaum duafa yang telah hadir dan berpartisipasi.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua,” tuturnya.
Kepala Desa Sampali, Ruslan, menyambut baik inisiatif Forsi yang menghadirkan kegiatan donor darah dan pemberian tali asih kepada kaum duafa di wilayahnya.
Ia menyampaikan terima kasih karena Desa Sampali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini Forsi hadir langsung untuk melaksanakan kegiatan sosial. Terima kasih kepada Forsi yang telah memilih Desa Sampali sebagai tempat pelaksanaan bakti sosial dan donor darah,” ujar Ruslan.
Mewakili masyarakat setempat, Ruslan mengapresiasi kepedulian Forsi yang diwujudkan melalui kegiatan sosial tersebut. Ia juga mengingatkan para penerima tali asih agar tidak menilai bantuan semata-mata berdasarkan jumlah maupun bentuknya, melainkan melihat ketulusan dan kepedulian di balik pemberian tersebut.
“Bapak dan Ibu, apa pun yang diberikan nanti, jangan dilihat dari bentuk dan berapa banyaknya. Namun, lihatlah keikhlasan serta kepedulian Forsi kepada warga,” tegasnya.
Ruslan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semangat gotong royong, persaudaraan, dan kepedulian sosial semakin kuat di tengah masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adela Sari Lubis.
Dalam sambutannya, Bupati Deli Serdang mengapresiasi Forsi dan seluruh pihak yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, donor darah dan pemberian tali asih kepada kaum duafa merupakan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, saya menyampaikan apresiasi kepada Forsi dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan ini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Bupati dalam sambutan.
Bupati juga menekankan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Setiap darah yang disumbangkan berpotensi membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.
Sementara itu, pemberian tali asih kepada kaum duafa mencerminkan solidaritas dan perhatian terhadap masyarakat yang memerlukan dukungan.
Menurut Bupati, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kesediaan masyarakat untuk saling membantu.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada hari ini saja. Kepedulian harus terus kita bangun, baik melalui aksi sosial, gotong royong, maupun perhatian terhadap masyarakat di lingkungan kita masing-masing,” pesan Bupati dalam sambutan yang dibacakan Adela Sari Lubis.
Bakti sosial yang digelar Forsi menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan seremoni. Nilai persatuan, solidaritas, serta semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama.
Melalui donor darah dan pemberian tali asih kepada kaum duafa, Forsi berupaya menanamkan semangat berbagi sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian, mempererat persaudaraan, dan membangun budaya gotong royong demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis.
Momentum Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, melainkan menjadi penggerak bagi setiap orang untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan, sekecil apa pun kontribusinya.
®Ambrosius

