KLATEN, CHANEL7.ID – Jurnalis Chanel7.id Jateng, mendapat update kabar dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang mahasiswi yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan tergabung dalam nama kelompok GIAT 10, di Desa Soropaten Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (13/12/2024)
Berikut adalah Informasi dari CA (Nama inisial) seorang yang mengatasnamakan Relawan Desa dan memberikan informasi pada awak media “Mas sebelumnya mohon maaf, ini info terbaru dari pihak kampus sudah memberikan respon, dan akan menyelesaikan persoalan tersebut, semoga nantinya ada solusi yang terbaik dari kampus, trus tadi juga Kormades dari GIAT 10 sudah mengeluarkan statement via Twitter/X ini saya kirimkan screenshootnya, “ujarnya, namun ketika lebih detail kita tanyakan terkait kapasitasnya ” Saya bukan apa apa mas, cuman teman saya juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Karanganom, tapi bukan di Desa Soropaten, trus saya hanya di suruh sebarin aja, dan ini juga ada video terbaru terduga pelaku yang minta maaf, info yang beredar itu terduga pelakunya mas. “pungkasnya.
Terpisah setelah di telusuri via Twitter, ternyata memang benar ada statement dari Kormades GIAT 10 di Desa Soropaten, (@nabielgunawan) begini statement’nya
” Assalamualaikum, semua kenalin saya Nabil Kormades dari Desa Soropaten di GIAT 10.
- Advertisement -
Baru-baru ini cukup santer kabar soal dugaan pelecehan seksual, yang menimpa salah satu peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa saya. Saya pastikan itu benar adanya, Kronologi yang tersebar di media sosial sudah sudah sesuai dengan kejadian dilapangan, Saya juga turut prihatin dengan kejadian yang menimpa kelompok kami.
Untuk saat ini kasus sudah selesai, upaya penyelesaian sengketa sudah dilakukan pihak keluarga korban, perangkat Desa, dan korban pelaku dilaporkan ke Pusbang KKN (Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata), kita doakan semoga semua bisa menjalankan proses KKN dengan lancar, dan teman teman di. Desa Soropaten, selalu diberikan perlindungan oleh Allah Yang Maha Esa.
Saya sangat berharap bahwa spekulasi liar yang berkembang di media sosial bisa segera diredam, terkadang hal tersebut juga berdampak pada psikis korban, kita hargai semua proses yang sedang berlangsung dan selesai, “begitu keterangan dalam statement’nya di medsos (13/12/2024).
Berganti hari, pagi ini kita bertemu Kepala Desa Soropaten, Hj Sri Wigati serta menkonfirmasi langsung terkait dugaan persoalan pelecehan seksual tersebut, berikut penanganan’nya, “Jadi begini mas, Itu ga semua benar beritanya yang ramai beredar, maksudnya benar memang ada kejadian dugaan pelecehan tersebut, dan saat ini kasusnya sudah di selesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban, pelaku, keluarga dan disaksikan oleh tukang kebun SD tempat lokasi Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu, dan saya juga baru tahu bahwa persoalan’nya sudah diselesaikan secara kekeluargaan, karena kemarin kan saya di beri foto foto dan dokumentasinya, lewat wa, kebetulan kita juga tidak di ikutkan dalam proses perdamaian tersebut, tapi ya ga masalah. Namun Alhamdulliah sudah terselesaikan, kemudian kemarin sudah saya panggil semua dari pihak DPL Dosen Pembimbing Lapangan, trus Perwakilan Peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata), pihak korban, dan keluarga, juga ada Babinsa Pak Erico, pada pertemuan yang kita gelar, bahwasanya di kabarkan kasusnya sudah selesai secara kekeluargaan, saya sendiri dari pihak Desa bukan bermaksud untuk menutup nutupi ya, namun memang persoalan ini kan untuk kejelasan informasi serta beritanya melewati proses, jadi ya kita menunggu dari pihak korban siap dulu, sebab korban kan sempat dibawa pulang keluarganya, untuk pemilihan secara psikis, baru beberapa hari lalu dibawa lagi ke lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata), nah ini karena kita menunggu kesiapan mereka secara psikis, setelah dirasa kuat, baru kita buka buat klarifikasi persoalan, begitu mas ceritanya, jadi bukan kita sengaja menutupi atau tidak mengabarkan ke pihak Babinsa, maupun kepolisian setempat, “paparnya (14/12/2024)
Lebih lanjut Kepala Desa mengatakan “Setelah pihak korban siap kita sudah klarifikasi dan menjelaskan juga pada pihak Babinsa, intinya saat ini kasus sudah selesai dan kita menjaga agar anak anak kembali tenang dalam menjalankan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) begitu mas, terkait persoalan ini tidak di laporkan ke Polsek Karanganom, karena memang secara proses kan belum selesai klarifikasinya, baru setelah korban kemarin sudah datang lagi ke lokasi (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Soropaten, kita panggil untuk klarifikasi, agar persoalan berita yang sudah terlanjur simpang siur di medsos itu bisa diluruskan, nah si ketua GIAT 10 Nabiel katanya kemarin juga sudah memberikan statement klarifikasi lewat Twitter ya sudah, berarti kan sudah selesai. Namun terkait tanggapan pihak Desa itu juga memang perlu di luruskan, karena dalam berita di medsos itu disebutkan bahwa kita menyarankan semacam klenik atau apalah itu tidak benar, saya hanya memberikan air putih yang kadar mineralnya 9, itu pemberian dari guru spiritual saya dan sudah di doakan itu saja, bukan bermaksud apa apa sih cuma sebagai bentuk kepedulian seorang ibu pada anaknya, saya berikan pada korban agar tenang, karena ini sifatnya kan kepercayaan masing masing ya, ini loh airnya saya kasih lihat, jadi bukan seperti yang dikabarkan di medsos tersebut mas, “paparnya
- Advertisement -
Lebih lanjut menutup pembicaraan tadi Bu lurah juga sempat mengatakan “persoalan lokasi posko itu kan dari awal saya sudah menawarkan untuk tinggal disini, di rumah saya, namun karena mereka memilih di SD itu yang dirasa lebih bebas ya sudah kita kan ga memaksa, itu saja mengenai setelah ada kejadian ini ya saya juga sudah menawarkan kembali pada mereka untuk pindah kesini guna kenyamanan, namun mereka tidak mau, ya sudah itu kemauan mereka seperti itu, la kalau ada kerusakan jendela dan lainnya kita kan juga ga bisa memantau terus mas, kalau ada laporan dari mereka ya kita akan segera memperbaiki tentunya, terlebih setelah ada kejadian tak terduga seperti kemarin.” Pungkasnya, ketika ditemui Jurnalis Chanel7.id Jateng
- Advertisement -
®PS

