JABAR, CHANEL7.ID – Sejumlah pengguna di Indonesia menilai platform media sosial TikTok tidak konsisten dalam menerapkan panduan komunitas yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat media sosial, Matthew Pasaribu, serta kreator konten seni, Nai Humalaput.
Pemilik akun @matthewpasaribu yaitu Matthew Pasaribu mengungkapkan adanya dugaan perlakuan tidak adil terhadap sejumlah pengguna, khususnya para host siaran langsung yang menghadirkan konten hiburan, edukasi, dan konsultasi. Menurutnya, beberapa kreator mengeluhkan adanya peringatan pelanggaran yang dinilai tidak jelas.
“Banyak host live yang mengaku mendapatkan peringatan tanpa penjelasan rinci, bahkan ada yang mengalami penangguhan fitur gift hingga akun diblokir secara permanen,” ujarnya.
Hal serupa juga dialami oleh Nai Humalaput, yang aktif sebagai penggiat seni melalui siaran langsung. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada menurunnya jumlah penonton di ruang-ruang siaran yang bersifat positif.
- Advertisement -
Di sisi lain, sejumlah pengguna menilai bahwa konten siaran langsung yang diduga melanggar norma, seperti mengandung unsur pornografi, kekerasan, maupun ujaran tidak pantas, justru masih ditemukan dan relatif mudah diakses di platform tersebut.
Matthew Pasaribu juga menyampaikan kritiknya melalui akun media sosial miliknya. Ia mendorong pihak TikTok untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem moderasi konten agar lebih adil dan transparan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak TikTok terkait tudingan tersebut.
Sejumlah pihak berharap adanya klarifikasi serta langkah konkret dari TikTok guna memastikan penegakan aturan berjalan sesuai dengan panduan komunitas yang berlaku serta menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.
- Advertisement -
®Jefri

