KLATEN, CHANEL7.ID – Pada Senin malam, suasana Desa Sidowayah di Polanharjo, Klaten, dipenuhi gegap gempita dukungan ketika Daryatmo Aribowo ST. MBA resmi mendeklarasikan diri sebagai calon kepala desa. Acara yang digagas relawan, pendukung, dan simpatisan setianya ini berlangsung setelah shalat Isya di pelataran Resto Sri Kumbang. Lulusan magister Universitas Gadjah Mada ini dikenal sebagai sosok humble, tegas, dan selalu ramah kepada siapa saja. Deklarasi ini menjadi tonggak awal perjuangan politik yang diharapkan mampu menggugah seluruh lapisan masyarakat Sidowayah untuk berpartisipasi aktif (15/09/2025).
Cerita Bowo tentang Keputusan Maju
Dalam sesi jumpa pers usai deklarasi, Bowo sapaan akrab Daryatmo, mengungkapkan pada awak media chanel7.id bahwa keputusan mencalonkan diri lahir dari aspirasi warga yang merasa yakin dengan kompetensinya. Ia menerima amanah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk membawa perubahan nyata di desanya. Bowo menegaskan bahwa keterlibatan relawan dan dukungan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan. Seruan kebersamaan yang disuarakan malam itu memancarkan tekad bulat semua pihak untuk bergerak selaras.
Profil Unggul Daryatmo Aribowo
- Advertisement -
Daryatmo Aribowo menapaki jenjang pendidikan sarjana Teknik Sipil sebelum meraih gelar S2 di UGM dan melanjutkan studi MBA. Sebagai anggota aktif Kagama, ia rutin menyelenggarakan diskusi tentang pengabdian masyarakat dan memfasilitasi kolaborasi antar pakar untuk proyek pemberdayaan desa. Bowo terkenal karena kemampuannya mendengar setiap aspirasi warga dengan seksama dan merumuskan solusi yang realistis. Kepeduliannya terhadap lingkungan, ke berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup menjadi magnet bagi relawan yang optimis Sidowayah dapat berkembang tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Persiapan Relawan dan Semangat Gotong Royong
Sejak pagi, puluhan relawan dari berbagai dusun di Sidowayah bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Pemasangan spanduk, penataan kursi, pembangunan panggung, hingga instalasi sound system berlangsung secara bergiliran. Kerja sama lintas generasi antara warga tua dan muda menegaskan bahwa persiapan deklarasi adalah gerakan kebersamaan, bukan sekadar tugas panitia. Antusiasme ini mencerminkan tekad semua elemen masyarakat untuk mendukung perjalanan politik Bowo.
Suasana Malam di Resto Sri Kumbang
Resto Sri Kumbang yang terletak di batas Desa Sidowayah dan Desa Wunut berubah menjadi pusat perhatian setelah Isya. Sekitar 400 tamu memenuhi payung-payung tenda dan belasan baris kursi yang tertata rapi. Sorot lampu menyoroti spanduk putih bergaris merah dengan tulisan nama Daryatmo Aribowo ST. MBA, sementara aroma aneka snack tradisional menguar menggoda. Musik akustik mengalun lembut, menciptakan nuansa hangat dan intim sebelum pidato visi-misi dimulai. Kedatangan para tokoh masyarakat dan petinggi desa sejak bada Maghrib menegaskan dukungan penuh mereka terhadap calon pemimpin ini.
- Advertisement -
Kesaksian Karyawan Sri Kumbang
Budi, salah satu karyawan, menceritakan keseharian bekerja bersama Mas Bowo. Baginya, Daryatmo memperlakukan staf seperti keluarga, memastikan setiap upah dibayar tepat waktu dan membuka ruang diskusi untuk setiap persoalan. Rekan rekan di resto kerap menyebut empat sikap utama yang melekat pada diri Mas Bowo.
Ramah kepada semua level staf,
tegas dalam menetapkan standar kualitas pelayanan, jujur dan transparan dalam pengelolaan keuntungan, empatik, cepat menangani kendala kerja
- Advertisement -
Kesaksian ini semakin mengokohkan citra Bowo sebagai pemimpin yang siap mendengar dan melindungi warganya.
Visi: Membangun Desa dari Hati untuk Kemajuan Tiada Henti
Visi “Membangun Desa dari Hati untuk Kemajuan Tiada Henti” merangkum tekad menjadikan pembangunan desa lahir dari ketulusan, empati, dan keadilan. Daryatmo Aribowo menegaskan bahwa setiap program dirancang untuk melibatkan warga sebagai subjek utama, bukan sekadar objek kebijakan. Pendekatan humanis ini diharapkan mengokohkan nilai kebersamaan dan moral di tengah perubahan zaman. Ia yakin, dengan berlandaskan hati, Sidowayah akan tumbuh maju secara infrastruktur sekaligus kokoh dalam nilai budaya.
Misi: Gandheng Renteng Mbangun Deso Bareng-bareng Ngunduh Berkahing Gusti
Untuk menerjemahkan visi tersebut, Bowo merumuskan lima pilar misi yang saling melengkapi:
– Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
– Penguatan struktur internal pemerintahan desa
– Pemberdayaan sektor pertanian dan UMKM
– Pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal
– Pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik
Serta berbagai varian detail persoalan lainnya.
Dengan semangat “gandheng renteng” warga dan pemerintah, setiap pilar akan diimplementasikan secara partisipatif untuk memanen berkah bersama.
Hiburan dan Kehangatan Budaya
Gelaran deklarasi semakin semarak dengan penampilan akustik Jawa yang dipadu sinden bersuara merdu. Tembang-tembang klasik mengalun penuh makna, membalut pertemuan malam itu dengan kehangatan budaya. Penonton tampak terhanyut dalam syahdu lirik tradisional, seolah meresapi harapan baru bagi Sidowayah. Kemeriahan budaya ini menegaskan bahwa politik bisa bersanding harmonis dengan tradisi lokal.
Dukungan dan Langkah Strategis Berikutnya
Setelah deklarasi, relawan dan pendukung berkomitmen menyebarluaskan visi-misi secara door-to-door dan melalui platform digital. Diskusi rutin di tiap RT/RW direncanakan untuk menampung aspirasi warga secara langsung. Persiapan saksi dan tim pemantau pada hari pemilihan juga menjadi fokus agar proses demokrasi berjalan jujur dan transparan. Setiap langkah ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Daryatmo Aribowo lebih dari sekadar seremoni kampanye.
Harapan Warga Menuju Sidowayah yang Sejahtera
Warga berharap program-program Bowo segera terealisasi sebagai langkah awal membangun ekonomi desa yang kokoh. Gabungan pengalaman teknik dan manajemen dianggap modal kuat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Jalan desa yang mulus, usaha warga yang berkembang, dan birokrasi bersih menjadi visi bersama. Dengan memilih Mas Bowo, Sidowayah diyakini akan melangkah menuju masa depan lebih baik, berlandaskan gotong royong, keadilan, dan keberlanjutan.
®Pitut Saputra

