SUMUT, CHANEL7.ID – Sebagai upaya mencegah dan menanggulangi terjadinya penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat,Pemerintah Desa Bahjoga yaitu berkerja sama dengan Puskesmas Marihat Bayu yaitu Pustu Bahjoga (Puskesmas Pembantu Bahjoga) melaksanakan kegiatan Fogging Focus di rumah-rumah dan lingkungan warga Desa Marihat Bayu Kecamatan Jawa Maraja.
Kegiatan Fogging yang dilaksanakan di Desa Marihat Bayu Kecamatan Jawa Maraja pada Selasa (12/11/2024) teresebut dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas yang turut hadir didalam kegiatan penyemprotan atau penghasapan untuk datang kerumah warga Nagori marihat Bayu yang berada di Pustu Bahjoga (Puskesmas Pembantu Bahjoga) yaitu :
1.Pangulu Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja yaitu Yuki beserta jajarannya.
2.Camat Kecamatan Jawa Maraja yaitu Sudiono.
3.Harwin.At Babinsa kodim 0207 Kecamatan Jawa Maraja.
3.Anthony Polsek Tanah jawa Bhakamtibmas Kecamatan Jawa Maraja.
4.Gamot (Kepala Dusun) Marihat Bayu yaitu Amit.
5.Dr. Puskesmas Bahjoga yaitu Dr Erik F.S Sidabutar Kecamatan Jawa Maraja beserta jajarannya.
Berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh Kepala Desa Bahjoga, Yuki menyampaikan” Bahwa kegiatan fogging dilakukan sebagai upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah DBD.
“Terima kasih kepada pihak Puskesmas Pustu Bahjoga (Pukesmas Pembantu Bahjoga) yang telah bersedia berkerja sama dan membantu kami untuk melaksanakan kegiatan ini” pungkasnya.
Kegiatan fogging ini merupakan upaya dari Pemerintah Desa Bahjoga untuk mencegah penyebaran DBD di masyarakat yang berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, ada beberapa warga kami yang terpapar DBD.” Ungkap Yuki
Lebih lanjut Yuki menyampaikan bahwa kegiatan fooging yang dilakukan hari ini akan dilaksanakan di semua rumah dan lingkungan masyarakat yang ada di Desa Marihat Bayu yang ada di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi.
“Fogging ini akan dilakukan ke semua rumah warga, Kegiatan ini juga dilakukan di rumah-rumah dan fasilitas umum lainnya yang ada di Desa Marihat Bayu.”Untuk proses pengasapan dilakukan di dalam hingga halaman rumah warga serta selokan di sekitar pemukiman warga.”tutur Yuki.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat bahwa pencegahan DBD membutuhkan dukungan dari masyarakat melalui program 3M Plus yaitu menutup wadah penampungan air, mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menguras atau mengganti air di penampungan air.
Dan hal lain yang juga bisa mencegah terjadinya DBD yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk yaitu menggunakan kelambu saat tidur dan menggunakan racun nyamuk dan kami juga menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing.“ Tutup Yuki Pangulu.
Saat dikonfirmasi oleh Wartawan Chanel7.id salah satu warga Nagori Marihat Bayu bernama Nasib mengatakan, “Ya kami berterima kasih kepada pemerintahan Nagori dan kepada pangulu Desa Bah Joga yang membantu masyarakat Desa Marihat Bayu melakukan fogging ataupun pengasapan kerumah warga dan perduli dengan masyarakatnya cepat mengambil tindakan agar tidak menyebar penyakit DBD.”tandasnya
Nasib menambahkan, “Iya Inilah lebih dan bagus untuk mencegah dan nyamuk-nyamuk itu diberantas habis” tutupnya.
Dan wartawan mengkonfirmasi Yuki Pangulu Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja mengatakan” Dan saya tambahkan lagi intinya kita menghambat penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Aedes aegypti yaitu nyamuk ini berukuran kecil dan berwarna hitam dengan loreng-loreng putih di seluruh tubuhnya. Meskipun berukuran kecil, nyamuk Aedes aegypti memiliki daya jangkau yang cukup jauh dengan kemampuan terbang setinggi 10 meter dan sejauh 400 meter,”ujarnya.
Yuki yang sebagai pangulu Nagori Bah Joga menambahkan,”Yang sangat perlu kita waspadai, hal ini dikarenakan DBD merupakan masalah kesehatan serius yang mampu mengancam nyawa seseorang. Penyebab penyakit DBD sendiri adalah akibat dari gigitan nyamuk aedes Aegypti, “Paparnya.
Lanjutnya, “Nyamuk aedes aegypti justru lebih senang berada di air bersih yang dibiarkan tergenang. Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan masalah DBD adalah masalah lingkungan dan nyamuk DBD lebih sering berada di air bersih. ”Nyamuk DBD hidup di air bersih yang tergenang.”tutupnya.
Dan Wartawan Chanel7.id mengkonfirmasi juga Camat Kecamatan Jawa Maraja Sudiono mengatakan” Iya kegiatan ini penghasapan DBD di rumah-rumah warga Nagori Marihat Bayu agar tidak terjangkit DBD ataupun gigitan Nyamuk aedes aegypti, “himbaunya.
Camat Kecamatan Jawa Maraja Sudiono menambahkan” Bisanya ciri-ciri DBD Pada Orang Dewasa yakni tiba-tiba demam tinggi hingga sekitar 41°C.Sakit kepala yang berat, pembengkakan kelenjar getah bening,nyeri pada sendi dan otot yang berat dan munculnya ruam kulit (di antara 2 – 5 hari setelah demam awal), “ucapnya.
Dr Erik F.S Sidabutar Kecamatan Jawa Maraja Puskesmas Nagori Bahjoga mengatakan” Penghasapan atau penyemprotan DBD ini sangat penting dikarenakan untuk mencegah datangnya nyamuk aedes aegypti, “tandasnya.
Dr Erik F.S Sidabutar menambahkan” Biasanya nyamuk tersebut mengigit di saat terang mulai jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi dan menjelang sore jam 15.00 sampai 17.00. pada jam tersebutlah nyamuk paling aktif mengigit,” tutur dr.Erik F.S Sidabutar
Lanjut” Hal ini karena nyamuk DBD biasanya menghampiri dari belakang tubuh dan menggigit di bagian siku atau pergelangan kaki. Tak heran jika penyebaran virus dengue dapat terjadi hingga jarak yang jauh dari tempat nyamuk bersarang dan Jika terdapat anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala DBD, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama adalah :
1.Tirah baring (bedrest)
2.Perbanyak minum air minimal 2 liter per hari.
3.Kompres hangat.
4.Berikan obat pereda demam, jika demam tinggi.
“Dan kita harus salah satu asupan yang diperlukan untuk mencegah agar tidak tertular virus DBD adalah vitamin C. dan jenis vitamin ini dikenal sebagai agen alami yang mampu mengatasi infeksi virus sehingga secara efektif akan mencegah dan mengatasi penyakit demam berdarah yang disebabkan infeksi virus dengue, “ucapnya.
®Joko S

