SUMEDANG, CHANEL7.ID – Tak pernah terlintas dalam benak Pak Andy, seorang warga asal Kecamatan Paseh, bahwa hidupnya akan berubah drastis setelah perpisahan dengan sang istri. Sejak saat itu, kehidupan Pak Andy mulai dilanda kesunyian dan keterpurukan yang mendalam.
Perceraian itu bukan hanya memisahkan rumah tangga, tapi juga menghancurkan semangat hidupnya. Dalam diam, ia bergulat dengan gangguan mental yang menghantuinya selama lebih dari tiga tahun. Hari-harinya dijalani tanpa harapan, hanya bersandar pada kedua orangtuanya yang bekerja serabutan, dengan penghasilan yang bahkan tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun di balik gelapnya hidup Pak Andy, cahaya harapan datang mengetuk pintu. Tim BAZNAS Sumedang hadir, membawa bantuan sembako dan kebutuhan pokok untuk meringankan beban hidup yang telah lama dipikul sendirian.
“Kami percaya, setiap bantuan yang diberikan adalah bentuk kasih sayang yang nyata. Semoga ini menjadi penyemangat baru bagi Pak Andy untuk bangkit kembali,” ungkap perwakilan BAZNAS Sumedang.
Kisah Pak Andy adalah cermin dari banyak jiwa yang terluka dalam diam. Ia mewakili mereka yang tengah berjuang, mereka yang hampir menyerah, namun tetap memiliki secercah harapan.
Melalui program-program sosial yang terus berjalan, BAZNAS Sumedang berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tak hanya untuk memberi, tapi juga untuk mendengarkan, menemani, dan memberdayakan. Mulai dari bantuan untuk keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga program pemberdayaan ekonomi lokal, semuanya dilandasi satu semangat: peduli dan berbagi.
Mari kita jaga semangat kepedulian ini tetap menyala. Karena sekecil apapun bantuan, bisa menjadi penyambung hidup bagi mereka yang nyaris tak memiliki apa-apa lagi.
®Opik

