SUMEDANG, CHANEL7.ID – Halaman rumah sederhana milik Dana Sutisna di Dusun Sukatani, Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, tampak lebih ramai dari biasanya. Sepuluh anggota Saudagar Z-mart Wilayah Cimalaka berkumpul, membawa senyum dan cerita masing-masing. Mereka hadir untuk Anjang Sono, pertemuan rutin yang untuk kedua kalinya digelar sejak kelompok ini terbentuk.
Bagi para pemilik warung kecil ini, Anjang Sono bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang berbagi cerita kehidupan. Satu per satu anggota menceritakan suka duka dalam mengelola usaha setelah menerima bantuan modal dari program Z-mart BAZNAS Sumedang. Ada yang berkisah soal omzet yang naik perlahan, ada pula yang bercerita tentang tantangan bersaing dengan minimarket modern.
“Kalau ada kendala, biasanya kita bicarakan bersama. Jadi rasanya tidak sendirian menghadapi masalah,” ujar salah satu anggota dengan penuh syukur.
Diskusi yang hangat semakin bermakna dengan hadirnya Dwie, pendamping program Saudagar Z-mart Sumedang. Ia tidak hanya mendengar, tapi juga memberi masukan praktis tentang cara mengatur pemasukan dan pengeluaran, strategi belanja stok, hingga bagaimana menjaga pelanggan tetap setia.
- Advertisement -
Namun, Anjang Sono tidak berhenti pada urusan usaha. Pertemuan ini juga menjadi wadah menumbuhkan solidaritas. Sesuai kesepakatan sejak awal, setiap anggota menyisihkan infaq sukarela. Hingga pertemuan kedua ini, terkumpul dana Rp324.000 yang kemudian dititipkan melalui BAZNAS Sumedang untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun kecil, infaq ini ibarat tetes air yang bisa menyuburkan tanah gersang. Kami ingin usaha kami tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tapi juga bagi orang lain,” ungkap Dana Sutisna, Ketua Kelompok Saudagar Z-mart Cimalaka.
Semangat yang terpancar dari pertemuan sederhana itu menjadi bukti bahwa program Z-mart tidak hanya menyalakan bara kemandirian ekonomi, tetapi juga menumbuhkan jiwa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat kecil.
- Advertisement -
®Opik

