KLATEN, CHANEL7.ID – Pengumuman resmi dari Shopee Food mengenai Bonus Hari Raya (BHR) 2026 yang tiba lewat pesan blast di aplikasi pengemudi sore ini memicu gelombang reaksi beragam dari komunitas mitra pengemudi Shopee Food. Program yang digelar menyambut Idul Fitri 1447 H ini menjanjikan pencairan saldo tunai ke dompet mitra secara bertahap bagi mereka yang memenuhi kriteria performa dan kinerja. Bagi sebagian pengemudi, notifikasi itu menjadi napas lega setelah sekian lama menunggu, bagi sebagian lain, kabar tersebut justru menimbulkan kecemasan menanti kepastian apakah mereka termasuk penerima atau tidak (09/03/2026).
Skema BHR 2026 dibagi dalam beberapa level JOS (Jaket Orange Shopee Food) dengan persyaratan yang cukup ketat. JOS 1 menuntut rata-rata 300 pesanan per bulan, 300 jam online per bulan, tingkat penyelesaian 95% dan rating rata-rata 4.9, dengan nominal BHR sebesar Rp850.000. JOS 2 mensyaratkan 280 pesanan dan 280 jam online per bulan, tingkat penyelesaian 90% dan rating 4.9, dengan nilai BHR Rp425.000. JOS 3 mensyaratkan 260 pesanan dan 260 jam online per bulan, tingkat penyelesaian 90% dan rating 4.9, dengan BHR Rp250.000. Ada pula JOS 4 yang khusus untuk periode Februari 2026, yakni minimal menyelesaikan 70 pesanan dan 45 jam online, tingkat penyelesaian 85% dan rating 4.9, dengan BHR Rp150.000. Perusahaan menetapkan bahwa mitra yang memenuhi kriteria akan menerima notifikasi nominal paling lambat 10 Maret 2026, dan saldo akan masuk ke dompet paling lambat 11 Maret 2026 pukul 23.59 Wib, waktu setempat. Mitra yang tidak memenuhi kriteria atau berstatus putus mitra tidak akan menerima notifikasi lanjutan.
Di lapangan, reaksi pengemudi beragam. Ahmed, seorang pengemudi Shopee Food Klaten, mengaku lega setelah menerima pesan notifikasi di aplikasinya. Karena selama beberapa waktu ia sempat khawatir setelah beberapa platform lain sudah mencairkan insentif sementara Shopee Food belum menunjukkan tanda-tanda. Notifikasi itu baginya adalah sebuah kepastian kecil yang berarti banyak.
“Akhirnya ada kabar juga. Setelah beberapa aplikasi lain cair, saya sempat khawatir Shopee Food belum ada tanda-tanda. Sekarang dapat notifikasi, saya bernafas lega dan berharap nominalnya sesuai kerja keras selama ini,” ungkap Ahmed dengan nada lega.
Namun tidak semua pengemudi merasakan kepastian yang sama. Beberapa mitra masih harap-harap cemas, terutama mereka yang menilai performanya kurang maksimal atau yang beroperasi di wilayah dengan permintaan fluktuatif. Bonjol, anggota Komunitas Delanggu Free Rider (DFR) Klaten, menggambarkan sikap realistis banyak pengemudi, menerima keputusan perusahaan sebagai kebijakan yang harus dihormati, sambil menjadikannya motivasi untuk meningkatkan kinerja.
“Kalau dapat ya disyukuri, walaupun belum beruntung juga berarti ini sinyal untuk lebih bersemangat ke depan,” kata Bonjol, menegaskan bahwa kebijakan pemberian bonus adalah wewenang perusahaan.
Selain rasa lega dan pasrah, muncul pula tuntutan agar proses verifikasi dan pencairan berjalan transparan. Beberapa pengemudi meminta penjelasan lebih rinci jika ada mitra yang merasa memenuhi syarat namun tidak menerima notifikasi. Mereka berharap adanya mekanisme klarifikasi atau banding yang jelas sehingga tidak terjadi kebingungan dan kecurigaan di kalangan mitra. Transparansi data perhitungan kriteria dinilai penting untuk menjaga kepercayaan mitra terhadap platform.
Dari sisi ekonomi mikro, pencairan BHR menjelang Idul Fitri memiliki dampak signifikan bagi pengemudi yang mengandalkan pendapatan harian. Tambahan saldo tunai dapat membantu kebutuhan menjelang hari raya, mulai dari persiapan konsumsi hingga biaya transportasi keluarga. Bagi pengemudi yang berhasil mencapai level JOS tinggi, nominal BHR bisa menjadi suntikan finansial yang berarti. Namun, kriteria yang menuntut rating rata-rata 4.9 dan tingkat penyelesaian tinggi juga menuntut konsistensi layanan yang tidak mudah dipertahankan di semua wilayah operasional.
Para pengemudi berharap Shopee Food tidak hanya mengumumkan nominal dan jadwal pencairan, tetapi juga memperkuat komunikasi dua arah. Penjelasan mengenai cara perhitungan rata-rata pesanan, jam online, dan mekanisme penilaian rating akan membantu mitra memahami posisi mereka. Selain itu, dukungan berupa pelatihan singkat atau panduan peningkatan layanan bisa menjadi langkah proaktif perusahaan untuk membantu mitra yang ingin memperbaiki performa.
Pengumuman BHR 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa insentif platform kini semakin mengikat pada metrik kualitas layanan. Bagi sebagian pengemudi, ini memacu profesionalisme, bagi sebagian lain, ini menambah tekanan operasional. Di tengah dinamika tersebut, suara pengemudi seperti Ahmed dan Bonjol merepresentasikan dua sisi pengalaman, satu yang lega karena mendapat kepastian, dan satu lagi yang menerima hasil dengan lapang dada sambil memandangnya sebagai dorongan untuk bekerja lebih baik.
Menjelang tanggal pencairan yang dijanjikan, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan teknis dan transparansi proses. Jika Shopee Food mampu menunaikan janji pencairan tepat waktu dan membuka jalur komunikasi yang jelas, program BHR 2026 berpotensi memperkuat hubungan antara platform dan mitra pengemudi. Sebaliknya, jika terjadi keterlambatan atau kebingungan dalam verifikasi, kepercayaan mitra bisa terganggu. Bagi para pengemudi, yang terpenting adalah kepastian dan keadilan dalam penilaian, sebuah harapan sederhana namun krusial di tengah perjuangan mereka mencari nafkah.
Dengan cairnya BHR, bukan hanya saldo yang masuk ke dompet mitra, melainkan juga sebuah pengakuan nyata bahwa pekerja gigs yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi banyak keluarga, layak mendapat perhatian lebih dari negara. Semoga momentum ini mendorong lahirnya regulasi dan undang-undang yang jelas untuk layanan transportasi serta pengantaran makanan dan barang, yang mampu melindungi hak, keselamatan, dan kesejahteraan para driver yang bekerja dengan risiko tinggi demi melayani masyarakat. Jika kebijakan berpihak dan implementasinya transparan, insentif seperti BHR akan menjadi bagian dari stimulan sistem yang adil dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
®Pitut Saputra

