SURABAYA, CHANEL7.ID – Seorang warga Padang bernama Ahmad Lubis (37) mengaku kecewa dan bingung setelah mendapati rekening bank milik anaknya diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurut Ahmad, rekening tersebut merupakan tabungan khusus anaknya yang berisi hadiah dari berbagai lomba dan penghargaan atas prestasi akademik.
“Isi tabungan rekening anak saya hampir semuanya itu hadiah dari ikut lomba dan prestasi lainnya,” ungkap Ahmad.
Ahmad juga mengaku membaca informasi tentang kebijakan pemerintah terkait kebijakan pemerintah soal PPATK dari media Chanel7.id Rabu (30/7/2025). Ahmad mengetahui rekening tersebut diblokir sekitar tiga pekan lalu ketika hendak menarik uang di ATM.
Saat mencoba melakukan transaksi, ia terkejut karena mesin menolak permintaan tarik tunai. Namun, saldo masih bisa dicek.
- Advertisement -
“Saya pikir mungkin ada gangguan sistem. Tapi setelah beberapa hari tidak berubah, saya akhirnya datang ke kantor bank tanggal 11 Juli 2025. Di sana baru saya tahu, ternyata rekening diblokir oleh PPATK, ”jelasnya.
Ahmad menjelaskan bahwa rekening tersebut memang tidak sering digunakan untuk transaksi harian karena difungsikan sebagai tabungan jangka panjang.
Rekening bank atas nama anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu kerap diisi dari hadiah lomba dan transfer pribadi dari Ahmad.
Kebijakan PPATK yang memblokir rekening “dormant” atau tidak aktif selama tiga bulan menuai sorotan tajam dari Ahmad. Ia menilai aturan tersebut sangat merugikan masyarakat kecil dan tidak tepat sasaran.
“PPATK kan tujuannya bagus, mau memberantas kejahatan keuangan seperti judi online dan pencucian uang. Tapi kalau pemblokirannya sembarangan, ya yang jadi korban masyarakat biasa kayak kami, ”Ujar Ahmad.
- Advertisement -
Ia juga menyinggung banyaknya keluhan senada di media sosial tentang PPATK. Beberapa unggahan di Instagram resmi lembaga itu dipenuhi komentar masyarakat yang mengaku rekeningnya diblokir tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas.
“Saya baca komen-komen di IG mereka, miris sekali. Ada orang yang bilang ibunya sakit, tabungannya di rekening itu, dan karena diblokir dia enggak bisa ambil uang untuk berobat. Akhirnya ibunya meninggal. Kan tragis sekali,”Kata Ahmad.
- Advertisement -
®Erick

